Saham SSMS, EMAS, BNBR Diborong Asing di Tengah Pelemahan IHSG
Karyawan mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/1/2026). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
05:36
22 April 2026

Saham SSMS, EMAS, BNBR Diborong Asing di Tengah Pelemahan IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan Selasa (21/4/2026), setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan pembekuan rebalancing saham asal Indonesia pada Mei 2026.

Namun di tengah pelemahan indeks, investor asing justru melakukan aksi beli bersih atau net buy pada beberapa saham.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing mencatat net buy sebesar Rp 473,93 miliar di seluruh pasar.

Baca juga: IHSG Ditutup Melemah 0,46 Persen ke Level 7.559,38

Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Freepik Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Rinciannya, net buy di pasar reguler Rp 243,21 miliar, sementara di pasar tunai dan negosiasi Rp 230,72 miliar.

Aksi beli asing terlihat terkonsentrasi pada saham-saham tertentu di luar kelompok big caps. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) menjadi saham dengan net buy terbesar asing, yakni Rp 163,9 miliar.

Disusul PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) sebesar Rp 129,5 miliar, dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) sebesar Rp 113,2 miliar.

Saham yang banyak diborong investor asing menunjukkan pola penguatan yang cukup solid sepanjang perdagangan Selasa.

Baca juga: IHSG Sesi Satu Tertekan, Usai MSCI Bekukan Rebalancing Indeks Saham RI

Untuk saham SSMS, harga ditutup menguat ke level 1.365 atau naik 0,02 persen.

Secara intraday, saham ini sempat bergerak dari area bawah di kisaran 1.300-1.310, sebelum perlahan naik dan stabil di atas 1.340 hingga penutupan.

Saham EMAS menguat lebih agresif dengan kenaikan 7,47 persen ke posisi 9.350.

Pergerakan saham ini menunjukkan tren naik yang konsisten sejak awal sesi, sempat menyentuh angka tertinggi di sekitar 9.500, sebelum mengalami sedikit konsolidasi.

Baca juga: MSCI Evaluasi Pasar RI, IHSG Melemah dan Investor Mulai Waspada

Ilustrasi aturan free float saham. SHUTTERSTOCK/THAPANA STUDIO Ilustrasi aturan free float saham.

Adapun saham BNBR menjadi yang paling mencolok dengan lonjakan 11,65 persen ke level 230.

Saham ini sempat bergerak sideways di awal perdagangan sebelum mengalami lonjakan tajam hingga menyentuh area 240, lalu terkoreksi ringan dan kembali stabil di kisaran 230.

Sebaliknya, tekanan jual bersih alias net sell asing justru terjadi pada saham-saham berkapitalisasi besar.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatat net sell sebesar Rp 168,9 miliar, diikuti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 128,6 miliar, serta PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 72,8 miliar.

Baca juga: IHSG Hari Ini Dibuka Melemah 0,9 Persen ke Level 7.525,75

Untuk diketahui, IHSG ditutup melemah pada perdagangan Selasa, turun 34,73 poin atau 0,46 persen ke level 7.559,38.

Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi mencapai 43,55 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 18,01 triliun.

Frekuensi perdagangan menyentuh lebih dari 2,7 juta kali transaksi.

Menariknya, jumlah saham yang menguat mencapai 386 saham, lebih tinggi dibandingkan 264 saham yang melemah, sementara 168 saham bergerak stagnan.

Baca juga: IHSG Hari Ini Berpotensi Melemah, Cek 9 Saham Rekomendasi untuk Trading

Sentimen MSCI

MSCI memperpanjang pembekuan rebalancing indeks saham-saham Indonesia pada Mei 2026.

MSCI mengaku masih mengkaji dampak reformasi pasar modal terhadap aksesibilitas investasi.

“MSCI akan mengeluarkan saham yang diidentifikasi oleh otoritas Indonesia dalam kerangka High Shareholding Concentration (HSC)”, tulis MSCI dalam pengumuman resminya.

Selain itu, MSCI juga akan menggunakan data keterbukaan pemegang saham di atas 1 persen untuk menyesuaikan perhitungan free float. Namun, MSCI belum akan memasukkan sumber data baru hingga kajian atas reformasi pasar modal Indonesia selesai dilakukan.

Indeks MSCI MSCI Indeks MSCI

Baca juga: IHSG Turun ke 7.594, Asing Justru Borong BREN, SSMS hingga TLKM

“Pendekatan ini dilakukan untuk membatasi perputaran indeks dan risiko investabilitas, sekaligus memberi waktu untuk evaluasi lebih lanjut atas reformasi yang baru diumumkan,” lanjut MSCI.

MSCI mengungkapkan telah menerima berbagai laporan dari otoritas pasar modal Indonesia, yakni Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia, serta PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Reformasi yang dilaporkan mencakup peningkatan transparansi pemegang saham di atas 1 persen, pendalaman klasifikasi investor, pengenalan kerangka HSC, hingga rencana peningkatan batas minimum free float menjadi 15 persen.

Meski demikian, MSCI tetap mempertahankan sikap hati-hati dengan menunda rebalancing saham Indonesia.

Baca juga: IHSG Hari Ini Ditutup Melemah ke 7.594, Seluruh Sektor Kompak Merah

Bahkan, sejumlah kebijakan pembatasan masih diberlakukan.

Di antaranya, MSCI membekukan kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan jumlah saham (number of shares), tidak menambahkan saham baru ke dalam indeks MSCI Investable Market Indexes (IMI), serta tidak menaikkan klasifikasi saham ke segmen yang lebih besar, termasuk dari Small Cap ke Standard.

Tag:  #saham #ssms #emas #bnbr #diborong #asing #tengah #pelemahan #ihsg

KOMENTAR