Mobilitas Naik, UMK Ikut Tumbuh di Stasiun KAI
Stasiun KAI Garut (KAI)
21:04
23 April 2026

Mobilitas Naik, UMK Ikut Tumbuh di Stasiun KAI

— Peningkatan mobilitas masyarakat pada awal 2026 tidak hanya mendorong aktivitas transportasi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru, terutama bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) di sekitar stasiun kereta api.

Selama periode Januari hingga Maret 2026, Kereta Api Indonesia (Persero) Group mencatat jumlah pelanggan mencapai 128.055.072 orang. Angka ini tumbuh 9,97 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebanyak 116,4 juta pelanggan.

“Arus pelanggan yang terus meningkat menjadi peluang bagi pelaku usaha lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan resmi, Kamis (23/4/2026).

“KAI menghadirkan ruang usaha di stasiun agar pelaku UMK dapat tumbuh bersama aktivitas perjalanan yang terus bergerak,” lanjut dia.

Baca juga: KAI Siapkan Lokomotif Berbasis Diesel untuk Percepat Implementasi B50

Ruang usaha di tengah lalu lintas tinggi

Peningkatan jumlah penumpang tersebut menciptakan ruang interaksi ekonomi baru di berbagai titik transportasi. Di sejumlah wilayah, seperti Stasiun Cipeundeuy, KAI menyediakan ruang usaha bagi pelaku UMK untuk menjalankan aktivitas bisnis langsung di area dengan lalu lintas pelanggan tinggi.

Kondisi ini memberi akses yang lebih konsisten terhadap calon konsumen setiap hari. Bagi pelaku UMK, keberadaan di stasiun membuka peluang memperkenalkan produk kepada pelanggan dari berbagai daerah.

Interaksi langsung dengan pelanggan juga membantu membangun kepercayaan, memperkuat identitas produk lokal, serta mendorong peningkatan kualitas dan inovasi usaha.

Baca juga: Volume Angkutan KAI Logistik Tembus 3,6 Juta Ton di Awal 2026

Akses pembiayaan dan promosi diperluas

Selain membuka akses pasar, KAI juga menyediakan dukungan pengembangan usaha melalui berbagai program pembinaan. Salah satunya adalah Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) yang memberikan akses pembiayaan bagi pelaku usaha.

KAI juga menghadirkan program KAI Creative Space melalui Teras UMK yang membuka peluang pemasaran di lokasi strategis dan meningkatkan visibilitas produk.

“Pelaku usaha dapat berjualan secara langsung kepada pelanggan, sekaligus membangun pengalaman berinteraksi yang lebih dekat dengan konsumen,” ujar Anne.

Melalui program KAI Exhibition, pelaku UMK difasilitasi mengikuti pameran di tingkat regional, nasional, hingga internasional. Kesempatan ini memperluas jejaring usaha serta membuka akses ke pasar yang lebih besar.

Hingga saat ini, KAI mengelola 490 mitra binaan yang tersebar di berbagai wilayah operasional. Hal ini menunjukkan keterhubungan antara aktivitas perkeretaapian dan pengembangan ekonomi masyarakat di daerah.

“Melalui ruang usaha di stasiun, akses pembiayaan, hingga fasilitas promosi, KAI terus membuka peluang bagi pelaku UMK untuk berkembang dan memperkuat usahanya,” ujar Anne.

“Kami ingin pertumbuhan mobilitas yang terjadi juga dirasakan langsung oleh masyarakat melalui peningkatan aktivitas ekonomi,” tegasnya.

Tag:  #mobilitas #naik #ikut #tumbuh #stasiun

KOMENTAR