Investasi Talenta Muda, ParagonCorp Ajak Mahasiswa Beri Dampak ke Masyarakat
ParagonCorp tengah menjalankan program kepemimpinan dan pengembangan mahasiswa bernama Novo Club.
Program yang diinisiasi sejak 2023 ini telah bertransformasi menjadi ruang kolaboratif bagi generasi muda untuk mengasah kapasitas dan mewujudkan solusi nyata bagi masyarakat.
Sebanyak lebih dari 176.000 mahasiswa dari Sabang sampai Merauke resmi memulai perjalanan mereka dalam Novo Club Batch 4.
CEO Paragon Nurhayati Subakat Entrepreneurship Institute (NSEI) Salman Subakat mengatakan, inisiatif ini bukan tentang menunggu saat yang tepat.
"Masa muda bukan masa untuk menunggu. Masa muda adalah masa untuk mulai. Mulai mencoba. Mulai belajar. Mulai menentukan arah hidup," ujar dia dalam keterangan tertulis, Rabu (29/4/2026).
Ia menjabarkan, dalam program Novo Club, ribuan mahasiswa melewati perjalanan dalam tiga fase yakni belajar, mengeksekusi proyek, lalu memimpin gerakan di daerahnya masing-masing.
Struktur program ini bertumpu pada empat pilar yang berjalan simultan. Pertama, learning and development membangun kapasitas teknis dan pola pikir kritis.
Lalu, pilar selanjutnya adalah group project yang memberi ruang untuk mengeksekusi inisiatif nyata bersama tim.
Setelah itu, pilar ketiga adalah regional organization yang bertujuan membangun kepemimpinan di tingkat daerah. Terakhir terdapat pilar Novo ambassador yang memperluas dampak melalui peran representasi di komunitas masing-masing.
"Keempatnya tidak berjalan berurutan, peserta belajar memimpin sambil belajar mengeksekusi, sekaligus," imbuh dia.
Sebagai catatan, empat dekade lalu ParagonCorp memilih jalan yang tidak populer yaitu membangun brand kosmetik lokal dari nol, mempercayai talenta dalam negeri, dan bersabar menunggu hasil yang baru terlihat bertahun-tahun kemudian.
Hasilnya hari ini adalah 16 brand, lebih dari 16.000 karyawan, dan 135 juta unit produksi per tahun, dengan Wardah sebagai salah satu wajah terkenalnya.
Program pengembangan mahasiswa berdurasi 1,5 tahun ini menanamkan prinsip yang sama dengan yang pernah membesarkan Wardah, yakni percaya pada potensi yang belum terlihat, dan bersedia berinvestasi sebelum hasilnya nyata.
"Kini, logika yang sama sedang diterapkan pada sesuatu yang jauh dari rak kosmetik mahasiswa Indonesia," terang dia.
Baca juga: Tips Jadi Reseller, Menjalankan Bisnis Tanpa Modal, ala Bos Paragon
Salman menuturkan, pembeda Novo Club dari program talent scouting biasa adalah inklusivitasnya. Program ini terbuka bagi mahasiswa aktif dari semester 1 hingga 8, tanpa seleksi berdasarkan kampus tertentu.
Hal ini dilakukan atas dasar filosofi yang sederhana, yakni ekosistem inovasi nasional tumbuh paling kuat justru ketika talenta dari berbagai daerah dan latar belakang diberi panggung yang setara.
Dalam tiga tahun terakhir, Novo Club berkembang bukan hanya dalam skala, tapi juga dalam cara kerjanya.
Setiap batch saling terhubung, pengurus sebelumnya menjadi mentor, alumni menjadi narasumber, dan proyek yang berjalan menjadi pijakan bagi inisiatif berikutnya.
Salman menambahkan, banyak perubahan besar di dunia ini tidak dimulai dari orang yang paling siap, tetapi dari mereka yang cukup berani untuk melangkah.
"Jangan tunggu sempurna untuk memulai. Karena semua orang hebat hari ini pernah berada di titik yang sama, belum siap, tapi tetap melangkah," ungkap dia.
Sementara itu, Project Leader Novo Club Chairina Suci Andhisa, mengatakan, tujuan yang ingin dicapai dari Novo Club lebih dari sekadar pencapaian teknis.
"Kami ingin setiap peserta pulang dengan perasaan yang sama bahwa mereka bagian dari gerakan yang lebih besar dari dirinya sendiri," tutup dia.
Tag: #investasi #talenta #muda #paragoncorp #ajak #mahasiswa #beri #dampak #masyarakat