Blokade Berlanjut, Trump Sebut Ekonomi Iran Akan Tumbang
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menirukan gerakan menembakkan senjata saat berbicara tentang perang Iran, di Ruang Konferensi Pers James S Brady, Gedung Putih, Washington DC, 6 April 2026. Perdebatan soal kondisi mental Donald Trump memicu pertanyaan publik tentang demensia, termasuk gejala dan bagaimana cara memastikan diagnosisnya secara medis.(AFP/KENT NISHIMURA)
10:20
1 Mei 2026

Blokade Berlanjut, Trump Sebut Ekonomi Iran Akan Tumbang

– Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyatakan tetap melanjutkan blokade laut terhadap pelabuhan Iran, di tengah kekhawatiran bahwa Selat Hormuz belum akan dibuka kembali dalam waktu dekat.

“Ekonomi mereka runtuh, blokade ini luar biasa. Ekonomi mereka kacau. Kita lihat saja berapa lama mereka bisa bertahan,” ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih, dikutip dari Bloomberg Jumat (1/5/2026).

Harga minyak dunia sempat melonjak pada Kamis (30/4/2026) sebelum akhirnya stabil, di tengah belum adanya tanda kesepakatan antara Washington dan Teheran. Sikap keras dari kedua pihak, termasuk komentar pemimpin baru Iran, turut menambah ketidakpastian pasar.

Baca juga: Uni Eropa Desak ASEAN Hindari Minyak Rusia, Kemenlu: Kita Kerja Sama dengan Semua Pihak

Kontrak minyak Brent sempat menyentuh 126 dollar AS per barrel, level tertinggi sejak konflik dimulai, sebelum ditutup di kisaran 114 dollar AS per barrel. Pada Jumat pagi, harga minyak Brent untuk pengiriman Juli berada di sekitar 112 dollar AS per barrel.

Pelaku pasar mulai memperhitungkan kemungkinan konflik berlanjut serta penutupan berkepanjangan Selat Hormuz, jalur penting bagi distribusi minyak dan gas global yang praktis tertutup sejak AS dan Israel memulai perang pada 28 Februari 2026.

Di dalam negeri AS, harga bahan bakar juga mengalami lonjakan tajam. Rata-rata nasional mencapai level tertinggi baru, sementara harga bensin eceran di California melampaui 6 dollar AS per galon.

Kondisi ini menjadi perhatian bagi Partai Republik menjelang pemilu paruh waktu.

Baca juga: Robot Canggih Siap Masuk Tambang dan Kilang Minyak Indonesia

“Harga bensin akan turun. Begitu perang selesai, harganya akan jatuh drastis,” ujar Trump.

Sebelumnya, pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, meragukan kemungkinan tercapainya kesepakatan.

Dalam pernyataan langka, ia menegaskan tidak akan menyerahkan teknologi nuklir maupun rudal negaranya, serta memberi sinyal Iran akan tetap menguasai Selat Hormuz.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga menyebut blokade laut AS sebagai “perpanjangan operasi militer” yang tidak dapat diterima.

Di sisi lain, komandan militer AS dijadwalkan memberi pengarahan kepada Trump terkait berbagai opsi tindakan. Menurut laporan Axios, Komando Pusat AS telah menyiapkan rencana serangan singkat untuk memecah kebuntuan negosiasi.

Baca juga: Iran Tak Mundur meski Rial Turun ke Level Terendah Imbas Blokade AS

Analis Bloomberg Economics, Becca Wasser dan Chris Kennedy, menilai Trump ingin mengakhiri perang Iran, namun bukan dengan syarat yang diajukan Teheran.

“Pertanyaannya bukan lagi apakah ia akan meningkatkan tekanan, tetapi kapan dan bagaimana,” tulis mereka.

Mereka memperkirakan jendela aksi paling mungkin terjadi dalam dua pekan ke depan, dengan opsi serangan lanjutan sebagai skenario utama.

Iran menyatakan tidak akan membuka kembali Selat Hormuz bagi kapal komersial hingga AS mencabut blokade. Namun, belum jelas berapa lama Iran dapat bertahan sebelum kapasitas penyimpanan minyaknya penuh dan memaksa pengurangan produksi.

Tekanan terhadap ekonomi Iran juga mulai terlihat, dengan nilai mata uang yang melemah ke level terendah baru dalam beberapa hari terakhir.

Tag:  #blokade #berlanjut #trump #sebut #ekonomi #iran #akan #tumbang

KOMENTAR