Harga Minyak Dunia Turun Usai AS Sebut Ada Kemajuan Perundingan dengan Iran
- Harga minyak dunia melemah tipis pada akhir perdagangan Selasa (20/5/2026) waktu setempat atau Rabu (21/5/2026) pagi WIB, setelah Amerika Serikat menyatakan terdapat kemajuan dalam perundingan dengan Iran.
Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli turun 82 sen atau 0,73 persen menjadi 111,28 dollar AS per barrel.
Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juni turun 89 sen atau 0,82 persen menjadi 107,77 dollar AS per barrel.
Adapun kontrak WTI yang lebih aktif untuk pengiriman Juli ditutup turun 23 sen menjadi 104,15 dollar AS per barrel.
Baca juga: Harga Minyak Sulit Turun, Ini Dampaknya ke Investasi Saham
Meski melemah, harga minyak masih berada di level tinggi.
Pada perdagangan Senin sebelumnya, Brent sempat menyentuh level tertinggi sejak 5 Mei, sedangkan WTI mencapai posisi tertinggi sejak 30 April.
Penurunan harga terjadi setelah Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan Washington dan Teheran telah mencatat perkembangan positif dalam pembicaraan damai terkait konflik yang berlangsung di Timur Tengah.
"Kami pikir kami telah membuat banyak kemajuan. Kami pikir pihak Iran ingin mencapai kesepakatan," ujar Vance kepada wartawan di Gedung Putih.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump juga menyatakan menunda serangan militer terhadap Iran yang semula dijadwalkan berlangsung pada Selasa.
Namun, ia menegaskan AS siap melanjutkan serangan apabila kesepakatan tidak tercapai.
Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati risiko gangguan pasokan minyak global akibat konflik di kawasan Timur Tengah.
Mitra Again Capital, John Kilduff, mengatakan pasar saat ini masih dibayangi ketidakpastian besar terkait perkembangan konflik dan negosiasi damai.
"Kita masih kehilangan pasokan minyak dalam jumlah signifikan dan infrastruktur kawasan berada dalam ancaman. Kita hanya bisa menahan napas sampai tercapai kesepakatan atau justru muncul aksi militer baru,” kata Kilduff.
Ia menambahkan, pasar kini menghadapi dua kemungkinan besar yang sangat menentukan arah harga minyak dunia.
Konflik di Timur Tengah juga disebut telah menyebabkan terganggunya aktivitas di Selat Hormuz, jalur pelayaran penting yang biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia setiap harinya.
Badan Energi Internasional (IEA) menilai situasi tersebut menjadi gangguan pasokan minyak terbesar di dunia saat ini.
Di sisi lain, media pemerintah Iran melaporkan Teheran mengajukan proposal perdamaian terbaru kepada AS yang mencakup penghentian permusuhan di seluruh kawasan, termasuk Lebanon, penarikan pasukan AS dari wilayah dekat Iran, serta kompensasi atas kerusakan akibat perang.
Namun, AS pada saat bersamaan tetap memperketat tekanan ekonomi terhadap Iran.
Pemerintah AS menjatuhkan sanksi kepada sebuah perusahaan penukaran valuta asing Iran beserta perusahaan-perusahaan yang disebut mengelola transaksi untuk bank-bank Iran.
Washington juga memblokir 19 kapal yang dituding terlibat dalam pengiriman minyak dan produk petrokimia Iran ke pelanggan asing.
Sementara itu, kilang minyak milik pemerintah China dilaporkan memangkas kapasitas pengolahan lebih dari 1 juta barrel per hari sejak pecahnya perang Iran.
Kondisi tersebut dipicu terganggunya pasokan minyak mentah dan melemahnya margin keuntungan pengolahan.
Menurut konsultan Energy Aspects, kilang pemerintah China memproses sekitar 8,4 juta barrel minyak mentah per hari pada bulan ini, turun dibandingkan April yang sebesar 8,6 juta barrel per hari dan Maret sebesar 9,5 juta barrel per hari.
Di Rusia, kilang minyak Ryazan yang menyumbang hampir 5 persen kapasitas pengolahan minyak negara itu juga menghentikan operasional setelah terkena serangan drone Ukraina pada pekan lalu.
Sementara di AS, data Departemen Energi menunjukkan cadangan minyak strategis Negeri Paman Sam berkurang 9,9 juta barrel pada pekan lalu menjadi sekitar 374 juta barrel, level terendah sejak Juli 2024.
Baca juga: Harga Minyak Goreng Naik, Mentan: Pelakunya Mafia!
Tag: #harga #minyak #dunia #turun #usai #sebut #kemajuan #perundingan #dengan #iran