Inflasi Tahunan Mei Tembus 3,08 Persen, Pangan dan Emas Jadi Pendorong Utama
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers rilis BPS, Selasa (2/6/2026).(KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY)
13:04
2 Juni 2026

Inflasi Tahunan Mei Tembus 3,08 Persen, Pangan dan Emas Jadi Pendorong Utama

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan Indonesia pada Mei 2026 mencapai 3,08 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi tahunan pada Mei 2025 yang sebesar 1,60 persen.

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini mengatakan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi tahunan dengan andil 1,43 persen dan tingkat inflasi mencapai 4,94 persen.

Kenaikan inflasi tahunan terutama didorong oleh lonjakan harga pangan serta kenaikan harga emas perhiasan yang masih berlanjut dalam beberapa bulan terakhir.

"Inflasi tahunan kelompok makanan, minuman, dan tembakau utamanya didorong oleh ikan segar, beras, daging ayam ras, minyak goreng, cabai rawit, sigaret kretek mesin (SKM), dan cabai merah," ujar Pudji dalam konferensi pers rilis BPS, Selasa (2/6/2026).

Baca juga: Inflasi Mei 2026 0,28 Persen, Cabai Merah hingga Tarif Pesawat Jadi Pemicu

Selain pangan, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga memberikan kontribusi signifikan terhadap inflasi tahunan. Kelompok ini mencatat inflasi sebesar 10,35 persen dengan andil 0,70 persen terhadap inflasi nasional.

Menurut BPS, kenaikan harga emas perhiasan menjadi faktor utama yang mendorong inflasi pada kelompok tersebut.

Secara komponen, seluruh komponen pembentuk inflasi mengalami kenaikan harga secara tahunan.

Komponen inti menjadi penyumbang terbesar dengan andil inflasi 1,66 persen dan tingkat inflasi 2,59 persen. Sejumlah komoditas yang mendorong inflasi inti antara lain emas perhiasan, minyak goreng, nasi dengan lauk, biaya kuliah akademi atau perguruan tinggi, sewa rumah, serta mobil.

Sementara itu, komponen harga bergejolak mencatat inflasi tahunan sebesar 6,24 persen dengan andil 1,02 persen. Inflasi kelompok ini terutama dipicu oleh kenaikan harga beras, daging ayam ras, cabai rawit, cabai merah, bawang merah, dan daging sapi.

Baca juga: Kekhawatiran Inflasi Bikin Harga Emas Terkoreksi, Usai Konflik AS-Iran Panas Lagi

Komponen harga yang diatur pemerintah turut mengalami inflasi sebesar 2,07 persen dengan andil 0,40 persen. Kenaikan tarif angkutan udara, harga bahan bakar rumah tangga, serta rokok menjadi faktor utama pendorong inflasi pada kelompok ini.

BPS juga mencatat seluruh provinsi di Indonesia mengalami inflasi tahunan pada Mei 2026. Inflasi tertinggi terjadi di Provinsi Papua Barat sebesar 5,94 persen, sedangkan inflasi terendah tercatat di Lampung sebesar 1,94 persen.

Sebanyak 17 provinsi mengalami inflasi tahunan di atas rata-rata nasional yang sebesar 3,08 persen.

Sementara itu, secara bulanan inflasi Mei 2026 tercatat sebesar 0,28 persen, sedangkan inflasi tahun kalender Januari-Mei 2026 mencapai 1,35 persen.

Tag:  #inflasi #tahunan #tembus #persen #pangan #emas #jadi #pendorong #utama

KOMENTAR