Perang Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Hampir 2 Persen
Ilustrasi industri minyak dan gas (migas).(DOK. Shutterstock)
09:12
4 Juni 2026

Perang Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Hampir 2 Persen

- Harga minyak dunia naik hampir 2 persen pada akhir perdagangan Rabu (3/6/2026) waktu setempat atau Kamis (4/6/2026) pagi WIB, seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan minimnya kemajuan perundingan antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent naik 1,81 dollar AS atau 1,89 persen menjadi 97,81 dollar AS per barrel.

Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 2,26 dollar AS atau 2,41 persen menjadi 96,02 dollar AS per barrel.

Kenaikan harga terjadi setelah konflik di kawasan Timur Tengah kembali memanas.

Baca juga: Wall Street Jatuh dari Rekor Tertinggi, Konflik AS-Iran dan Harga Minyak Jadi Pemicu

Iran meluncurkan rudal balistik ke negara tetangganya, Kuwait dan Bahrain, yang menurut otoritas Kuwait menyebabkan satu orang tewas dan puluhan lainnya terluka.

Di saat yang sama, pasukan AS melakukan serangan terhadap Pulau Qeshm di Iran.

Direktur Energy Futures Mizuho, Bob Yawger, mengatakan prospek gencatan senjata kini semakin mengecil.

"Peluang tercapainya gencatan senjata tampaknya semakin memburuk. Itu bukan arah yang ingin kita lihat," ujar Yawger.

Perundingan antara Teheran dan Washington juga belum menunjukkan perkembangan berarti.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan komunikasi dengan AS memang masih berlangsung, tetapi belum menghasilkan kemajuan konkret.

Araqchi menjelaskan kedua pihak masih mempelajari berbagai dokumen yang telah dipertukarkan dalam proses negosiasi.

Namun, kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan pertukaran pesan melalui pihak perantara telah dihentikan sementara hingga sejumlah syarat Iran terkait penghentian konflik di Lebanon dipenuhi.

Ketegangan regional turut diperburuk oleh operasi militer Israel di Lebanon yang disebut sebagai serangan terdalam dalam 25 tahun terakhir.

Konflik tersebut telah berlangsung sejak 2 Maret 2026 ketika kelompok Hizbullah melancarkan serangan sebagai bentuk dukungan terhadap Iran.

Sementara Presiden AS Donald Trump dalam sebuah wawancara podcast yang dirilis Rabu mengatakan Iran telah menyetujui untuk tidak memiliki senjata nuklir dan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei turut terlibat dalam proses negosiasi.

Kini pelaku pasar pun mengkhawatirkan gangguan pasokan energi global akibat penutupan Selat Hormuz yang berkepanjangan.

Kepala Pengembangan Bisnis XS.com, Simon-Peter Massabni mengatakan, penutupan Selat Hormuz yang berlarut-larut telah menciptakan hambatan serius bagi pasokan energi dunia dan terus mendorong kenaikan harga minyak.

"Harga minyak terus menguat karena bentrokan yang semakin intens antara AS dan Iran berlangsung lebih cepat dibandingkan upaya diplomasi yang masih stagnan," ucapnya.

Sentimen bullish juga datang dari peringatan Badan Energi Internasional atau IEA yang menyebut persediaan minyak global berpotensi turun ke level kritis menjelang puncak permintaan musim panas jika laju penarikan stok terus berlanjut.

"Mandeknya negosiasi AS-Iran dan peringatan IEA mengenai rendahnya persediaan global menambah premi risiko pada harga minyak dunia," ujar Analis senior minyak LSEG, Emril Jamil.

Data pemerintah AS sudah menunjukkan persediaan minyak mentah negara tersebut turun lebih besar dari perkiraan pasar.

Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan stok minyak mentah AS turun 8 juta barrel menjadi 433,7 juta barrel pada pekan yang berakhir 29 Mei 2026.

Penurunan tersebut jauh lebih besar dibandingkan perkiraan analis dalam survei Reuters yang memperkirakan penyusutan sekitar 4 juta barrel.

Menyusutnya persediaan minyak AS di tengah meningkatnya ekspor dan aktivitas kilang memberikan tambahan dukungan terhadap kenaikan harga minyak yang saat ini juga ditopang oleh ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.

Baca juga: Rupiah Tembus Rp 18.000 Per Dollar AS, Terlemah Sepanjang Sejarah

Tag:  #perang #timur #tengah #memanas #harga #minyak #dunia #melonjak #hampir #persen

KOMENTAR