Mahasiswa IPB MoU Ekspor Produk Pertanian ke China Rp 33 M
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso alias Busan usai memberikan pengarahan dalam acara Campuspreneur di Institut Pertanian Bogor (IPB), Jawa Barat, Jumat (12/6/2026).(Syakirun Ni'am)
15:44
12 Juni 2026

Mahasiswa IPB MoU Ekspor Produk Pertanian ke China Rp 33 M

- Mahasiswa Departemen Agribisnis, Institut Pertanian Bogor (IPB) Al Fiqie meneken nota kesepahaman ekspor produk pertanian ke China senilai Rp 33 miliar.

Al Fiqie merupakan CEO PT Export Tani Nusantara yang dilibatkan dalam pameran produk pangan SIAL Shanghai 2026 di China beberapa waktu lalu.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso alias Busan menyebut capaian itu menjadi bukti Indonesia bisa mendorong ekspor meski dunia sedang dihadapkan pada gejolak geopolitik.

“Kemarin yang di China kan diajak pameran itu dapat transaksi Rp 33 miliar,” kata Busan saat menghadiri acara Campuspreneur di IPB, Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/6/2026).

Baca juga: Mendag Dorong Mahasiswa Ekspor, Bisa Lewat Marketplace

Tidak hanya ke China, Al Fiqie juga sudah berhasil mengekspor produk pinang ke Maladewa dan Bangladesh senilai Rp 2,2 miliar.

Pemerintah sebenarnya ingin produk Al Fiqie itu bisa menembus pasar India.

Namun, karena tarif bea masuk produk impor di negara itu masih tinggi akhirnya ekspor menyasar ke beberapa negara tetangga.

Sementara itu, pemerintah terus melakukan negosiasi dengan pemerintah India agar mendapatkan tarif impor yang lebih rendah.

“Sementara bisa lewat Bangladesh misalnya atau juga Sri Lanka karena mereka punya perjanjian dagang dengan India,” ujar Busan.

Adapun partisipasi PT Export Tani Nusantara di Shanghai difasilitasi Kementerian Perdagangan.

Al Fiqie mengatakan, dalam pameran itu pihaknya berhasil menandatangani MoU empat produk komoditas pertanian dengan berat mencapai 54 ton.

“Salah satunya arabica beans, kemudian ada vanilla beans, ada cocoa beans dan juga pinang,” ujar Al Fiqie.

Pengusaha muda itu mengaku sudah mulai mengekspor produk pertanian sejak 2022 ketika masih semester tiga.

Mulanya, ekspor hanya satu kontainer per tiga bulan.

“Sekarang sudah 5 sampai 6 kontainer per bulannya,” kata dia.

Al Fiqie mengaku mendapatkan dukungan dari IPB dan fasilitas dari Kementerian Perdagangan hingga akhirnya bisa menembus pasar ekspor.

Saat berpartisipasi di Shanghai misalnya, ia tidak mengeluarkan sepeser pun uang.

“Itu ditanggung full funded dari IPB ya kemudian kementerian perdagangan membantu kita dalam support booth buyer business matching,” kata dia.

Menurut Al Fiqie saat ini perusahaannya masih mengekspor produk mentah atau bahan baku.

Meski demikian, PT Export Tani Nusantara berencana mengekspor produk turunan.

Pihaknya akan bekerja sama dengan IPB untuk mengolah produk pertanian menjadi barang jadi.

“Target jangka panjang kita mencoba untuk menciptakan produk turunannya seperti sliced betel nut, roasted betel nut, dan juga turunan sebagainya karena memang untuk sampai ke tahap itu ya kita perlu invest yang cukup besar,” kata dia.

Baca juga: Ekspor Industri Kerajinan Capai Rp 2,97 triliun Pada Kuartal I 2026

Tag:  #mahasiswa #ekspor #produk #pertanian #china

KOMENTAR