Asosiasi Dokter Jantung AS Rilis Panduan Baru Mengontrol Kolesterol
Ilustrasi kolesterol. Panduan terbaru dari asosiasi dokter jantung AS menekankan bahwa kolesterol tinggi bisa dikendalikan sejak dini dengan langkah sederhana yang konsisten.(Gambar dibuat dengan AI)
17:36
2 April 2026

Asosiasi Dokter Jantung AS Rilis Panduan Baru Mengontrol Kolesterol

Asosiasi dokter jantung Amerika Serikat merilis panduan terbaru untuk mengontrol kolesterol guna menekan risiko penyakit jantung dan stroke.

Panduan ini menekankan pentingnya deteksi lebih dini serta perubahan gaya hidup sejak usia muda.

Melansir Live Science (1/4/2026), rekomendasi tersebut disusun oleh American College of Cardiology dan American Heart Association. Pembaruan ini menggantikan panduan sebelumnya yang dirilis pada 2018.

Baca juga: Tengkuk Pegal Usai Makan Santan, Benarkah karena Kolesterol Melonjak?

Fokus pada pencegahan sejak usia muda

Dalam panduan terbaru, para ahli menekankan bahwa pencegahan harus dimulai lebih awal.

Ahli jantung dari Johns Hopkins Ciccarone Center, Seth Martin, menjelaskan bahwa pendekatan ini dapat mengubah risiko penyakit jantung dalam jangka panjang.

“Perubahan strategi ke arah pencegahan sejak dini dapat secara signifikan memperbaiki kesehatan jantung dalam beberapa dekade ke depan,” kata Martin.

Panduan ini juga mendorong pemeriksaan kolesterol lebih awal, terutama bagi orang dengan riwayat keluarga penyakit jantung.

Selain itu, penilaian risiko kini dibuat lebih personal agar sesuai dengan kondisi masing-masing individu.

Baca juga: Cegah Serangan Jantung, Pengobatan Kolesterol Dianjurkan di Usia 30

Memahami peran kolesterol dalam tubuh

Ilustrasi kolesterol. Panduan terbaru dari asosiasi dokter jantung AS menekankan bahwa kolesterol tinggi bisa dikendalikan sejak dini dengan langkah sederhana yang konsisten. Ilustrasi kolesterol. Panduan terbaru dari asosiasi dokter jantung AS menekankan bahwa kolesterol tinggi bisa dikendalikan sejak dini dengan langkah sederhana yang konsisten.

Kolesterol sebenarnya dibutuhkan tubuh untuk membentuk sel dan hormon. Namun, kadar kolesterol yang tidak seimbang dapat memicu masalah kesehatan.

Kolesterol LDL atau “kolesterol jahat” dapat menumpuk di pembuluh darah dan menyebabkan penyumbatan.

Sebaliknya, kolesterol HDL atau “kolesterol baik” membantu membersihkan kelebihan LDL dari aliran darah.

Keseimbangan antara keduanya menjadi kunci utama menjaga kesehatan jantung.

Baca juga: Tren Masalah Kesehatan Pasca Lebaran, Cek Kolesterol hingga Keluhan Pencernaan Meningkat

Cara mengontrol kolesterol tetap berfokus pada gaya hidup

Meski panduan diperbarui, prinsip dasar mengontrol kolesterol tetap sama.

Pola makan sehat, olahraga rutin, menjaga berat badan, tidur cukup, dan tidak merokok menjadi langkah utama.

Ahli jantung Roger Blumenthal menegaskan bahwa menurunkan kadar LDL sangat penting untuk mengurangi risiko penyakit serius.

“Semakin rendah kadar LDL, semakin kecil risiko serangan jantung, stroke, dan gagal jantung,” ujarnya.

Pada beberapa kondisi, penggunaan obat penurun kolesterol juga disarankan. Namun, keputusan ini tetap harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

Risiko penyakit jantung masih tinggi secara global

Diperkirakan sekitar satu dari empat orang dewasa memiliki kadar kolesterol LDL tinggi.

Kondisi ini menjadi salah satu faktor utama penyakit kardiovaskular, penyebab kematian terbesar di dunia. Meski demikian, sekitar 80 persen kasus penyakit jantung sebenarnya dapat dicegah.

Panduan terbaru ini diharapkan membantu tenaga medis mendeteksi risiko lebih awal dan mengambil tindakan lebih cepat.

Ahli jantung Pamela Morris menekankan bahwa langkah dini sangat krusial.

“Tindakan sejak usia muda sangat penting karena kolesterol tinggi sudah mulai memengaruhi risiko penyakit jantung sejak remaja,” katanya.

Dengan pendekatan yang lebih proaktif, para ahli berharap angka penyakit jantung dapat ditekan di masa depan.

Baca juga: Sarapan Jadi Kunci Diet Tinggi Serat, Ini Cara Ahli Gizi Menurunkan Kolesterol

Tag:  #asosiasi #dokter #jantung #rilis #panduan #baru #mengontrol #kolesterol

KOMENTAR