Cara Mengurangi Paparan Mikroplastik pada Anak Menurut Dokter
Paparan mikroplastik kini menjadi perhatian dalam isu kesehatan lingkungan, termasuk pada anak-anak yang masih berada dalam masa tumbuh kembang.
Partikel plastik berukuran sangat kecil ini dapat berasal dari berbagai sumber di sekitar rumah, mulai dari mainan, alat makan, botol minum, hingga debu di lingkungan tempat anak bermain.
Dokter spesialis anak konsultan Dr. dr. I Gusti Lanang Sidiartha, Sp.A(K), menjelaskan bahwa mikroplastik adalah partikel plastik berukuran di bawah 5 milimeter yang bisa masuk ke tubuh melalui makanan, minuman, udara, maupun benda yang sering disentuh anak.
“Dalam kehidupan sehari-hari, sumbernya sangat dekat dengan anak, salah satunya dari mainan berbahan plastik yang sering digigit atau dimasukkan ke mulut,” ujar dr. Lanang dalam talkshow edukasi kesehatan, dikutip Kamis (9/4/2026).
Menurutnya, kebiasaan memasukkan benda ke mulut memang umum terjadi pada anak usia balita karena merupakan bagian dari fase oral.
Namun, orangtua tetap perlu mengawasi karena benda berbahan plastik yang mengalami gesekan, terkena panas, atau sudah mulai aus dapat melepaskan partikel mikroplastik.
Baca juga: Mainan hingga Cat Tembok, Ini Sumber Paparan Timbal yang Berbahaya
Pilih mainan non-plastik bila memungkinkan
Salah satu langkah yang disarankan untuk mengurangi paparan mikroplastik adalah lebih selektif dalam memilih mainan anak.
Dokter Lanang menyebut bahan seperti kayu atau stainless steel dapat menjadi alternatif karena tidak mudah terurai menjadi partikel plastik kecil.
“Kalau bisa pilih mainan yang tidak berbahan plastik. Misalnya kayu atau stainless steel, tetapi tetap harus dipastikan aman dan sesuai usia anak,” katanya.
Ia menambahkan, jika menggunakan mainan kayu, orangtua juga perlu memperhatikan lapisan cat yang digunakan.
Cat pada mainan sebaiknya berasal dari bahan aman untuk anak dan tidak mudah mengelupas.
Kebiasaan balita menggigit mainan bisa jadi jalur masuk mikroplastik ke tubuh. Dokter mengingatkan orangtua lebih selektif memilih mainan anak.
Hindari penggunaan plastik untuk makanan panas
Paparan mikroplastik juga dapat terjadi dari wadah makan dan minum berbahan plastik, terutama jika digunakan untuk makanan atau minuman panas.
Menurut dr. Lanang, suhu panas dapat mempercepat pelepasan partikel kecil dari permukaan plastik.
Karena itu, orangtua disarankan mengurangi penggunaan wadah plastik untuk makanan panas dan beralih ke bahan yang lebih stabil seperti kaca, keramik, atau stainless steel.
Sendok makan anak yang berbahan silikon food grade juga dinilai lebih aman dibanding plastik biasa, selama kualitas bahan tetap terjamin.
Rutin bersihkan area bermain anak
Selain dari benda yang digunakan langsung, mikroplastik juga bisa berada di debu rumah tangga.
Debu tersebut dapat berasal dari serpihan plastik rumah tangga, serat kain sintetis, maupun partikel dari lingkungan luar.
Karena itu, kebersihan area bermain anak perlu dijaga secara rutin.
“Lantai tempat anak bermain sebaiknya sering dibersihkan agar debu tidak menumpuk,” ujar dr. Lanang.
Membersihkan lantai dengan kain lembab atau penyedot debu dapat membantu mengurangi partikel kecil yang berpotensi terhirup atau menempel pada tangan anak.
Baca juga: Cara Daftar BPJS Kesehatan untuk Bayi Baru Lahir, Ini Syarat dan Langkahnya
Dampingi anak saat fase oral
Pada usia bayi hingga balita, kebiasaan memasukkan tangan atau benda ke mulut sulit dihindari karena merupakan bagian dari perkembangan sensorik.
Namun, orangtua dapat mengurangi risiko dengan mendampingi anak saat bermain dan mengalihkan perhatian mereka ke aktivitas lain.
“Anak diajak bermain, ditemani, sehingga fokusnya tidak terus-menerus memasukkan benda ke mulut,” kata dr. Lanang.
Ia juga menyarankan agar kuku anak selalu dipotong pendek dan tangan dibersihkan secara rutin, karena tangan menjadi salah satu jalur utama masuknya partikel dari lingkungan.
Baca juga: IDAI: Bayi Perlu Suplemen Vitamin D, Ini Dosis yang Dianjurkan
Meski mikroplastik banyak ditemukan dalam lingkungan sehari-hari, dr. Lanang menegaskan bahwa hingga kini belum ada bukti bahwa mikroplastik secara langsung menjadi penyebab tunggal penyakit tertentu pada anak.
Namun, keberadaannya dinilai dapat menjadi faktor risiko tambahan yang perlu diwaspadai, terutama bila dikombinasikan dengan paparan kuman, debu, atau lingkungan yang kurang higienis.
Karena itu, pencegahan sejak dini dinilai penting untuk menjaga kesehatan anak secara menyeluruh.
Tag: #cara #mengurangi #paparan #mikroplastik #pada #anak #menurut #dokter