Peran Imunisasi dalam Menjaga Anak Tidak Mudah Terinfeksi Penyakit, Ini Kata Dokter
Banyak orangtua berharap anaknya tumbuh sehat dan tidak mudah sakit.
Namun, di lapangan, dokter anak masih kerap menemukan kasus-kasus penyakit berat yang sebenarnya bisa dicegah.
Dokter spesialis anak konsultan infeksi dan penyakit tropis, dr. Mulya Rahma Karyanti, menjelaskan bahwa salah satu kunci utama menjaga anak tetap sehat adalah melalui imunisasi.
“Imunisasi itu penting karena membantu tubuh anak membentuk kekebalan terhadap penyakit tertentu,” ujarnya dalam sebuah diskusi edukasi, dikutip dari YouTube Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Selasa (5/5/2026).
Kekebalan tubuh tidak cukup tanpa imunisasi
Menurut dr. Karyanti, setiap anak memang memiliki sistem kekebalan alami sejak lahir.
Namun, kekebalan ini bersifat umum atau nonspesifik, sehingga belum mampu melindungi anak dari penyakit tertentu yang berbahaya.
Untuk penyakit seperti difteri, pertusis, tetanus, hingga campak, tubuh memerlukan kekebalan spesifik yang hanya bisa dibentuk melalui imunisasi.
Ia menegaskan, banyak orangtua yang keliru menganggap anak yang jarang sakit tidak membutuhkan vaksin.
Padahal, kondisi tersebut tidak menjamin anak terlindungi dari penyakit serius.
“Bisa jadi lingkungannya sedang tidak ada paparan. Tapi kalau suatu saat terpapar, anak yang tidak diimunisasi berisiko sakit berat,” jelasnya.
Kasus penyakit meningkat karena cakupan imunisasi turun
Dalam praktiknya, dr. Karyanti mengaku masih sering menemukan kasus penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan imunisasi.
Salah satunya adalah campak yang belakangan meningkat.
Ia menjelaskan bahwa peningkatan kasus ini berkaitan dengan menurunnya cakupan imunisasi.
Padahal, untuk membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity, cakupan imunisasi harus mencapai lebih dari 95 persen.
“Kalau cakupannya turun, penyakit bisa muncul lagi, bahkan yang sebelumnya sudah jarang ditemukan,” kata dia.
Tak hanya campak, penyakit seperti difteri dan pertusis juga masih ditemukan, terutama pada anak yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap.
Baca juga: Imunisasi MR Jadi Senjata Utama Cegah Campak dan Rubella
Demam setelah vaksin adalah reaksi normal
Salah satu alasan orangtua ragu memberikan imunisasi adalah kekhawatiran terhadap efek samping, terutama demam.
Namun, dr. Karyanti menegaskan bahwa demam setelah vaksin merupakan reaksi normal.
Kondisi ini menandakan bahwa tubuh anak sedang membentuk kekebalan.
“Biasanya hanya berlangsung satu sampai dua hari. Itu bukan sesuatu yang berbahaya,” ujarnya.
Untuk mengatasinya, orangtua dapat memberikan cairan yang cukup, kompres hangat, serta obat penurun panas jika diperlukan.
Ia juga mengingatkan agar tidak membungkus anak dengan pakaian berlapis saat demam, karena justru bisa menahan panas di dalam tubuh.
Imunisasi bisa dikejar jika terlambat
Kekhawatiran lain yang sering muncul adalah jadwal imunisasi yang terlewat.
Menurut dr. Karyanti, orangtua tidak perlu khawatir karena imunisasi tetap bisa dikejar.
“Tidak ada kata terlambat. Bisa dilakukan imunisasi kejar sesuai jadwal yang disesuaikan oleh tenaga kesehatan,” jelasnya.
Dalam beberapa kondisi, anak bahkan bisa menerima lebih dari satu vaksin dalam satu kunjungan untuk mengejar ketertinggalan.
Baca juga: Jadwal Imunisasi Dasar untuk Anak 0-18 Tahun yang Lengkap dan Wajib Diberikan
Lebih baik mencegah daripada mengobati
Di akhir penjelasannya, dr. Karyanti menekankan bahwa imunisasi merupakan langkah pencegahan yang jauh lebih efektif dibandingkan pengobatan.
Ia mencontohkan, penyakit seperti campak tidak hanya menyebabkan demam dan ruam, tetapi juga bisa berujung komplikasi serius seperti pneumonia, infeksi otak, hingga dehidrasi berat.
“Yang seharusnya anak bisa sehat, akhirnya sakit berat dan membutuhkan biaya besar, padahal bisa dicegah,” ujarnya.
Karena itu, ia mengimbau orangtua untuk melengkapi imunisasi anak sesuai jadwal.
Langkah ini tidak hanya melindungi anak secara individu, tetapi juga membantu mencegah penyebaran penyakit di masyarakat.
“Lebih baik mencegah daripada mengobati. Kejar imunisasi anak agar terlindungi dari penyakit berbahaya,” tutupnya.
Tag: #peran #imunisasi #dalam #menjaga #anak #tidak #mudah #terinfeksi #penyakit #kata #dokter