6 Gejala Migrain Selain Sakit Kepala, Termasuk Perubahan Visual
KOMPAS.ccom - Puluhan juta orang menderita migrain, menjadikannya salah satu gangguan saraf yang paling umum diobati sekaligus paling membingungkan.
Banyak pihak yang masih salah paham dengan menganggap penyakit kompleks ini sekadar sakit kepala sebelah, dan gejalanya hanya sakit kepala yang sedang dirasakan.
“Konsep umum tentang migrain pada populasi awam adalah bahwa itu adalah sindrom sakit kepala,” kata ahli saraf dan pemimpin Headache Clinic di UTHealth Houston Neurosciences di Texas, Amerika Serikat (AS), dr. Hamid S. Hamdi, menyadur The Times, Rabu (8/4/2026).
Baca juga: Pria dengan Aktivitas Padat Rentan Migrain, Kenali Penyebab dan Cara Redakannya
“Orang-orang tidak tahu tentang semua gejala lain yang dapat disebabkan oleh migrain, jadi mereka sangat terkejut pada awalnya," lanjut dia.
Lantas, apa saja gejala migrain selain sakit kepala?
Gejala Migrain
1. Mengidam makanan tertentu
Beberapa hari sebelum sakit kepala benar-benar menyerang, penderita biasanya terlebih dahulu memasuki fase awal atau prodromal.
Pada fase ini, tubuh memicu perubahan suasana hati secara drastis, kelelahan, dan kesulitan berkonsentrasi.
Ilustrasi makan dan minum yang mengandung gula. Gula ada sumber energi utama tubuh, tapi jika dikonsumsi berlebihan membahayakan kesehatan dan tubuh bisa memunculkan tanda-tandanya.
Banyak pula yang tiba-tiba mengidam camilan dengan rasa asin, manis, dan cokelat secara impulsif karena adanya fluktuasi glukosa drastis, dan perubahan metabolisme.
“Umumnya, diyakini bahwa cokelat dapat memicu migrain, tetapi apa yang kami yakini sekarang adalah bukan cokelat yang memicunya, melainkan orang-orang mengidam cokelat sebagai prodrom migrain," ungkap dr. Hamdi.
2. Perubahan visual sementara
Beberapa orang melaporkan bahwa mereka sering mengalami perubahan penglihatan sementara, yang dikenal sebagai aura visual.
Gejalanya bervariasi, mulai dari melihat bintik kilau, garis zig-zag, hingga kehilangan penglihatan sesaat akibat gelombang aktivitas listrik di otak. Namun, gejala akan hilang dalam hitungan menit.
“Orang-orang telah menggambarkannya dengan berbagai cara. Ini dapat mengganggu mereka jika itu pertama kalinya terjadi," kata ahli saraf dan direktur Headache Center di Loma Linda University Health di California, AS, dr. Thomas Bravo.
3. Kesulitan berkomunikasi
Migrain juga bisa menyebabkan kondisi afasia yang menghambat kemampuan berbahasa untuk sementara waktu.
Baca juga: Waspadai Gejala Migrain Tak Normal yang Sering Diabaikan
Cenderung mengkritik diri sendiri termasuk kebiasaan orang IQ tinggi.
Penderita mungkin akan sering meracau, mengucapkan kata yang tidak beraturan, hingga kesulitan merangkai sebuah kalimat utuh.
Oleh karena itu, dokter biasanya perlu melakukan CT scan atau MRI guna menyingkirkan kemungkinan lain, sebelum memastikan bahwa pasien menderita migrain.
4. Kepekaan sensori yang tinggi
Penderita sering menjadi terlalu peka terhadap paparan cahaya, suara, maupun aroma yang kuat.
Bebauan yang biasanya tercium normal bisa mendadak terasa menyengat, atau kamu mungkin terpaksa memakai kacamata hitam karena matahari terlalu silau.
“Cahaya dan suara dapat terasa mulai dari tidak menyenangkan, hingga benar-benar menyakitkan, tergantung pada orangnya,” kata dr. Bravo.
Bahkan, sebagian orang turut mengalami kondisi alodinia taktil, yang membuat saraf pusat mereka bereaksi sangat sensitif terhadap sentuhan ringan di kulit.
Menyisir rambut, gesekan selimut di tubuh, atau bahkan embusan angin sepoi-sepoi pun bisa terasa sangat mengganggu.
Baca juga: Mitos atau Fakta, Migrain Sering Menyerang Perempuan Saat PMS?
Ilustrasi rambut panjang medium
“Kamu memiliki rasa sakit yang meningkat terhadap rangsangan yang biasanya tidak menyebabkan rasa sakit, seperti sentuhan ringan di kulit kamu," papar ahli saraf dan direktur Headache Medicine di JFK Neuroscience Institute di New Jersey, AS, dr. Brian Gerhardstein.
5. Perubahan fungsi motorik
Jenis migrain hemiplegia terbilang langka dan berkaitan erat dengan pelemahan fungsi motorik di salah satu sisi badan. Varian yang kerap diturunkan melalui riwayat genetika keluarga ini sangat serius.
Gejalanya meniru serangan stroke, sehingga penderita wajib segera ke rumah sakit demi menyingkirkan kemungkinan kondisi mematikan.
“Pada dasarnya, wajah, lengan, dan kaki menjadi lemah selama serangan migrain, dan kemudian hilang setelahnya,” ucap dr. Gerhardstein.
6. Nyeri perut ekstrem
Varian migrain abdominal dapat menyebabkan sakit perut luar biasa, hilangnya nafsu makan, dan mual parah tanpa disertai keluhan di kepala.
Dokter Gerhardstein mengungkap, penderita kerap muntah berkali-kali, dan bahkan tidak selalu mengalami sakit kepala.
Baca juga: Dokter Ortopedi Ungkap Perbedaan Migrain dan Nyeri Kepala Karena Saraf
Tag: #gejala #migrain #selain #sakit #kepala #termasuk #perubahan #visual