Dampak El Nino terhadap Kesehatan, Ini Penyakit yang Perlu Diwaspadai
Fenomena El Nino “Godzilla” tidak hanya memicu cuaca panas dan kemarau panjang, tetapi juga membawa risiko kesehatan yang meningkat di berbagai wilayah.
Perubahan suhu, kualitas udara, hingga sanitasi lingkungan membuat tubuh lebih rentan terhadap berbagai penyakit.
Diberitakan Kompas.com (13/4/2026), kondisi ini dapat memicu lonjakan penyakit menular maupun gangguan pernapasan.
Situasi ini membuat masyarakat perlu memahami jenis penyakit yang berpotensi muncul agar bisa lebih waspada.
Baca juga: Cuaca Ekstrem 2026, Godzilla El Nino Bisa Ganggu Kesehatan dan Pernapasan
ISPA dan gangguan pernapasan akibat polusi udara
El Nino menyebabkan curah hujan menurun sehingga polutan tidak tersapu secara alami.
Kementerian Kesehatan menyebut kondisi ini membuat polusi udara menumpuk akibat udara stagnan dan angin lemah.
“Polutan udara tidak tersapu hujan dan cenderung terakumulasi,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman, dikutip dari Antara (13/4/2026).
Paparan polusi tersebut dapat memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), batuk, hingga sesak napas, terutama pada anak-anak dan lansia.
Baca juga: Awas, Dampak El Nino Menyebabkan Nyamuk DBD Semakin Ganas
Demam berdarah dengue (DBD) dan malaria
Ilustrasi nyamuk. Fenomena El Nino 2026 tidak hanya membawa panas ekstrem, tetapi juga meningkatkan risiko berbagai penyakit yang perlu diwaspadai sejak dini.
Perubahan suhu dan lingkungan selama El Nino juga memengaruhi perkembangan nyamuk pembawa penyakit. Genangan air yang tersisa di lingkungan bisa menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
Kemenkes menyebut kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit tular vektor seperti dengue dan malaria.
Kasus DBD biasanya meningkat ketika lingkungan tidak terkelola dengan baik selama perubahan musim.
Baca juga: Kenapa DBD Bisa Meningkat saat El Nino? Ini Penjelasan Ahli
Diare, kolera, dan penyakit akibat sanitasi buruk
Kekeringan yang berkepanjangan dapat mengganggu ketersediaan air bersih. Kondisi ini berdampak pada sanitasi yang memburuk dan kualitas air yang menurun.
Kemenkes memperingatkan bahwa situasi ini dapat meningkatkan risiko penyakit seperti diare, kolera, dan tifoid.
Infeksi tersebut umumnya terjadi akibat konsumsi air atau makanan yang terkontaminasi.
Leptospirosis dan infeksi lingkungan
Perubahan lingkungan juga meningkatkan risiko penyakit yang ditularkan melalui air yang terkontaminasi.
Leptospirosis dapat muncul ketika seseorang terpapar air yang tercemar bakteri dari urin hewan.
Kondisi sanitasi yang buruk selama El Nino memperbesar peluang penyebaran penyakit ini. Risiko akan meningkat jika kebersihan lingkungan tidak dijaga dengan baik.
Tubuh lebih mudah lelah dan imunitas menurun
Cuaca panas ekstrem membuat tubuh bekerja lebih keras untuk beradaptasi.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebut kondisi ini dapat melemahkan daya tahan tubuh, terutama pada anak-anak.
“Anak cepat lelah, adaptasi terhadap lingkungan ekstrem ini butuh tenaga yang tinggi,” ujar Ketua IDAI Piprim Basarah Yanuarso.
Ketika imunitas menurun, tubuh menjadi lebih rentan terhadap berbagai infeksi.
Fenomena El Nino tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat secara langsung.
Mulai dari gangguan pernapasan, penyakit menular, hingga masalah sanitasi dapat meningkat selama periode ini.
Memahami daftar penyakit yang berisiko muncul menjadi langkah awal untuk melakukan pencegahan.
Masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan, menghindari paparan polusi, dan memperkuat daya tahan tubuh agar tetap sehat.
Baca juga: 15 Gejala Heatstroke dan Pertolongan Pertama yang Bisa Dilakukan
Tag: #dampak #nino #terhadap #kesehatan #penyakit #yang #perlu #diwaspadai