Benarkah Diare Bisa Jadi Gejala Awal Penyakit Jantung? Ini Kata Dokter
Ilustrasi sakit perut. Di balik tren minum lemon dan minyak zaitun, dokter mengingatkan adanya risiko seperti kenaikan berat badan, gangguan lambung, hingga masalah pada gigi.(Freepik/diana.grytsku)
08:12
14 April 2026

Benarkah Diare Bisa Jadi Gejala Awal Penyakit Jantung? Ini Kata Dokter

- Diare umumnya dianggap sebagai gangguan pencernaan biasa.

Namun, dalam kondisi tertentu, gejala ini ternyata bisa menjadi sinyal awal adanya masalah serius pada jantung, terutama pada kelompok pasien tertentu.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Giovanno Rachmanda Maulana, Sp.JP mengungkapkan, diare tidak selalu berdiri sendiri sebagai gangguan saluran cerna. 

Baca juga: Diare Saat Haid, Normal atau Berbahaya? Ini Penjelasan Dokter

Dalam beberapa kasus, kondisi ini berkaitan dengan respons sistem saraf tubuh terhadap gangguan lain, termasuk pada organ jantung.

“Diare itu respons usus terhadap sesuatu yang ada di dalamnya, Tapi di sisi yang lain, usus itu bergerak cepat bisa karena respons saraf simpatis dan saraf parasimpatis,” jelas dr. Gio dalam Health Talk RS Siloam Heart Hospital bertajuk “Diabetes & Penyakit Jantung : Kombinasi Berbahaya yang Mengancam Nyawa', di Jakarta Selatan, Senin (13/4/2026).

Benarkah diare jadi gejala awal penyakit jantung?

Kaitan sistem saraf dengan gejala tidak biasa

Menurut dr. Gio, tubuh manusia memiliki sistem saraf yang kompleks, termasuk saraf simpatis dan parasimpatis yang mengatur berbagai fungsi organ, termasuk usus dan jantung. 

Respons saraf ini dapat memicu gejala yang tidak selalu langsung berkaitan dengan organ yang bermasalah.

Ia menjelaskan, pada kondisi tertentu, otak bisa mengirimkan sinyal ke bagian tubuh yang masih sensitif ketika ada gangguan serius di organ lain. 

Hal ini yang kemudian memunculkan gejala tidak biasa, seperti diare, meski sumber masalahnya bukan di sistem pencernaan.

“Meski begitu, sistem saraf lainnya yang masih sensitif, misalnya di daerah perut dan usus yang memegang saraf simpatis dan parasimpatis, mendapat sinyal dari otak untuk memberi tanda ke area yang lebih sensitif tersebut,” ungkapnya.

Risiko lebih tinggi pada pasien diabetes

Fenomena ini lebih sering terjadi pada pasien dengan kondisi tertentu, seperti diabetes dan penyakit jantung. 

Baca juga: Gangguan Jantung Kerap Tak Bergejala pada Tahap Awal, Deteksi Dini Jadi Kunci

Pada kelompok ini, kerusakan saraf kerap membuat gejala khas penyakit jantung menjadi tidak terasa.

“Khusus untuk pasien diabetes dan jantung, mereka itu sarafnya enggak sensitif. Bisa jadi dadanya sakit, tapi tidak terasa,” ujar dr. Gio.

Akibatnya, tubuh mencari jalur lain untuk memberikan sinyal bahaya. Salah satu bentuknya adalah munculnya gejala di area yang masih memiliki sensitivitas saraf yang baik, seperti perut dan usus.

Kondisi ini menjelaskan mengapa beberapa pasien justru datang ke fasilitas kesehatan dengan keluhan diare, tapi setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ditemukan adanya gangguan pada jantung.

Bisa terungkap lewat pemeriksaan jantung

Dalam praktik klinis, dr. Gio menyebutkan, ada kasus di mana pasien yang awalnya datang dengan keluhan diare justru terdiagnosis mengalami serangan jantung setelah menjalani pemeriksaan elektrokardiogram (EKG).

“Ketika diare dicek EKG, ternyata ketahuan ada serangan jantung. Kondisi ini biasanya terjadi pada pasien yang usianya lebih tua,” jelasnya.

Hal ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan terhadap gejala yang tampak ringan, terutama pada kelompok berisiko tinggi seperti lansia dan penderita diabetes.

Tidak selalu berarti serangan jantung

Meski demikian, dr. Gio menegaskan, tidak semua diare berkaitan dengan penyakit jantung. 

Sebagian besar kasus tetap disebabkan oleh gangguan pencernaan biasa, seperti infeksi atau pola makan.

“Perlu digarisbawahi, tidak selalu diare berujung pada serangan jantung. Tapi itu bisa jadi peringatan awal ada sesuatu yang tidak biasa,” tegasnya.

Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan kondisi tubuh secara menyeluruh, terutama jika diare disertai gejala lain atau terjadi pada individu dengan riwayat penyakit kronis.

Dengan memahami kemungkinan hubungan ini, masyarakat diharapkan lebih waspada dan tidak mengabaikan gejala yang tampak sepele, terutama jika muncul secara tiba-tiba atau tidak biasa.

Baca juga: Vaksin Flu Bisa Kurangi Risiko Serangan Jantung dan Stroke, Ini Temuannya

Tag:  #benarkah #diare #bisa #jadi #gejala #awal #penyakit #jantung #kata #dokter

KOMENTAR