Virus Influenza Terus Bermutasi, Lindungi Tubuh dengan Vaksin Flu
Ilustrasi flu. Dokter memperingatkan flu musim ini lebih mudah menyebar akibat varian baru, sehingga penting mengenali masa penularan dan langkah pencegahannya.(Freepik)
16:18
16 April 2026

Virus Influenza Terus Bermutasi, Lindungi Tubuh dengan Vaksin Flu

Mutasi virus influenza menyebabkan ancaman wabah musiman menjadi sesuatu yang tidak bisa lagi dianggap sepele. Perubahan karakter virus membuat perlindungan alami tubuh sering kali tidak cukup, bahkan bagi mereka yang merasa sehat sekalipun. Di sinilah vaksin flu memainkan peran penting.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2025 mencatat, sekitar 1 miliar kasus influenza terjadi setiap tahun di seluruh dunia dengan sekitar 3 hingga 5 juta kasus tergolong berat. 

Melakukan vaksinasi flu bukan hanya sebagai perlindungan individu, tetapi juga sebagai upaya kolektif untuk menekan penyebaran. 

Business Development and Scientific Affairs Director PT Dexa Medica Prof. Raymond Tjandrawinata menambahkan bahwa vaksinasi influenza merupakan intervensi kesehatan masyarakat yang terbukti efektif. 

Baca juga: Vaksin Flu Bisa Kurangi Risiko Serangan Jantung dan Stroke, Ini Temuannya

Berbagai studi menunjukkan bahwa vaksinasi influenza dapat mengurangi risiko rawat inap akibat komplikasi influenza hingga 40–60 persen, terutama pada populasi berisiko tinggi.

“Influenza seringkali dianggap ringan, namun dampaknya dapat signifikan, terutama bagi lansia, anak-anak, serta individu dengan penyakit kronis. Dengan vaksinasi yang tepat, kita dapat menurunkan angka kejadian komplikasi, hingga beban sistem kesehatan," kata Prof.Raymond dalam keterangan pers.

Vaksin influenza telah digunakan secara luas selama lebih dari enam dekade dengan profil keamanan dan efektivitas yang baik. Namun, karena virus terus bermutasi dan kekebalan dapat menurun seiring waktu, vaksinasi tahunan direkomendasikan dengan komposisi yang diperbarui berdasarkan surveilans global terhadap strain yang beredar.

Seiring perkembangan ilmu pengetahuan, inovasi dalam teknologi produksi vaksin terus dilakukan, termasuk melalui metode berbasis kultur sel. 

Baca juga: Wabah Pneumonia di Jepang, Pakar Kesehatan Sarankan Turis Suntik Vaksin Flu

Menurut Prof.Raymond, pendekatan ini menawarkan proses produksi yang lebih terkontrol serta perlindungan yang lebih konsisten. 

Ia menyebut, dengan efektivitas yang kompetitif dan profil keamanan yang baik, vaksin influenza berbasis sel menjadi pilihan yang semakin relevan dalam mendukung program imunisasi tahunan, khususnya bagi kelompok berisiko tinggi.

Vaksin flu quadrivalent

Menjawab tantangan untuk memperluas akses pencegahan influenza di Indonesia, PT Dexa Medica menghadirkan vaksin SKYCELLFLU Quadrivalent yang telah memperoleh izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.

"SKYCELLFLU Quadrivalent sebagai vaksin influenza yang dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap empat strain virus influenza yang direkomendasikan oleh WHO. Varian SH telah disesuaikan dengan rekomendasi WHO tahun 2024, sementara varian NH mengikuti rekomendasi terbaru untuk musim 2025–2026," kata Prof.Raymond.

Baca juga: Jangan Tunggu Sakit, Ini Waktu yang Tepat Vaksin Flu Menurut Dokter

Pendekatan quadrivalent ini memberikan cakupan perlindungan yang lebih luas dibandingkan vaksin trivalen, karena mencakup dua strain influenza A (H1N1 dan H3N2) serta dua strain influenza B dari garis keturunan berbeda. 

Hal ini menjadi penting mengingat virus influenza terus mengalami mutasi dan perubahan strain setiap tahunnya, yang dapat memengaruhi efektivitas perlindungan.

Tag:  #virus #influenza #terus #bermutasi #lindungi #tubuh #dengan #vaksin

KOMENTAR