Kasus Rotavirus Meningkat di AS, Dokter Ingatkan Risiko pada Bayi dan Anak
Ilustrasi anak sakit. Kasus rotavirus dilaporkan meningkat di Amerika Serikat, dengan gejala yang bisa berkembang cepat hingga menyebabkan dehidrasi berat pada anak.(SHUTTERSTOCK/sumroeng chinnapan)
19:36
17 April 2026

Kasus Rotavirus Meningkat di AS, Dokter Ingatkan Risiko pada Bayi dan Anak

Kasus infeksi rotavirus kembali meningkat di Amerika Serikat, memicu kekhawatiran dokter terhadap dampaknya pada bayi dan anak-anak.

Virus ini sangat menular dan dapat menyebabkan muntah serta diare parah dalam waktu singkat.

Melansir NBC News (16/4/2026), peningkatan kasus sudah terlihat sejak Januari dan masih berlangsung di sejumlah wilayah.

Kondisi ini terjadi di tengah penurunan angka vaksinasi yang dikhawatirkan dapat memperburuk situasi.

Baca juga: Belum Ada Vaksin Virus Nipah, Pakar IDAI Ungkap Perkembangan Riset Global

Gejala bisa memburuk dengan cepat

Rotavirus dapat berkembang cepat, terutama pada anak usia dini.

Epidemiolog penyakit menular dari Emory University, Ben Lopman, menceritakan anaknya mengalami dehidrasi berat hanya dalam waktu kurang dari dua hari setelah terinfeksi.

“Itu menakutkan,” ujar Lopman.

Ia mengatakan pengalaman tersebut menunjukkan betapa seriusnya infeksi ini bagi anak-anak.

Baca juga: Kenali Apa Itu Imunisasi Rotavirus, Kegunaan, dan Efek Sampingnya

Kasus meningkat sejak awal tahun

Ilustrasi anak sakit perut. Kasus rotavirus dilaporkan meningkat di Amerika Serikat, dengan gejala yang bisa berkembang cepat hingga menyebabkan dehidrasi berat pada anak.Freepik Ilustrasi anak sakit perut. Kasus rotavirus dilaporkan meningkat di Amerika Serikat, dengan gejala yang bisa berkembang cepat hingga menyebabkan dehidrasi berat pada anak.

Data dari program WastewaterScan menunjukkan peningkatan kadar rotavirus di sejumlah wilayah di Amerika Serikat.

Direktur program tersebut, Dr. Marlene Wolfe, mengatakan tingginya kadar virus di air limbah mencerminkan peningkatan kasus di masyarakat.

“Kami melihat kadar rotavirus yang sangat tinggi saat ini, dan itu menunjukkan infeksi yang juga tinggi di komunitas,” ujarnya.

Tren ini tercatat lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca juga: 5 Ciri-ciri Diare Rotavirus pada Bayi

Anak kecil paling berisiko

Rotavirus dapat menginfeksi siapa saja, tetapi dampaknya paling berat pada bayi dan anak kecil.

Dokter anak di Oklahoma Children’s OU Health, Dr. Stephanie Deleon, mengatakan gejala awal biasanya berupa demam dan muntah. Setelah itu, diare dapat terjadi lebih dari 20 kali dalam sehari.

“Diare biasanya muncul setelah muntah dan bisa berlangsung cukup intens,” kata Deleon.

Gejala ini umumnya berlangsung selama tiga hingga delapan hari dan berisiko menyebabkan dehidrasi serius.

Baca juga: 4 Bahaya Diare Rotavirus pada Anak yang Bisa Berdampak Fatal

Penanganan terbatas, sering perlu rawat inap

Hingga saat ini, tidak ada pengobatan khusus untuk rotavirus selain perawatan suportif seperti pemberian cairan.

Namun, muntah yang berulang membuat proses rehidrasi melalui mulut menjadi sulit.

Profesor pediatri dari Children’s Hospital of Philadelphia, Dr. Paul Offit, menjelaskan kondisi ini sering menyebabkan pasien harus dirawat di rumah sakit.

“Masalahnya adalah muntah terus-menerus, sehingga sulit memberikan cairan melalui mulut,” ujarnya.

Sebelum vaksin diperkenalkan, rotavirus menjadi penyebab utama rawat inap pada anak di Amerika Serikat.

Data Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menunjukkan vaksin mampu mencegah 40.000 hingga 50.000 kasus rawat inap setiap tahun. Namun, angka vaksinasi anak kini menurun menjadi sekitar 73,8 persen.

Dokter menilai kondisi ini dapat meningkatkan risiko lonjakan kasus di masa depan.

“Anak yang tidak divaksin jelas memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit serius,” kata Deleon.

Baca juga: Rotavirus

Virus mudah menyebar dan sulit dikendalikan

Rotavirus menyebar melalui tangan yang terkontaminasi, lalu masuk ke tubuh melalui mulut.

Virus ini juga dapat bertahan lama di permukaan benda.

Profesor kesehatan global dari Stanford University, Dr. Yvonne Maldonado, mengatakan hal ini membuat penyebarannya sulit dikendalikan.

“Virus ini bisa bertahan lama di permukaan, bahkan setelah mencuci tangan,” ujarnya.

Baca juga: Infeksi Rotavirus

Pencegahan jadi langkah utama

Meski kematian akibat rotavirus jarang terjadi di negara dengan akses layanan kesehatan baik, dampaknya tetap signifikan.

Infeksi dapat menyebabkan rawat inap, biaya pengobatan, dan tekanan bagi keluarga.

Pakar penyakit menular dari University of California San Francisco, Dr. Monica Gandhi menekankan bahwa dampak tersebut tidak bisa dianggap ringan.

“Rawat inap adalah hal besar, baik dari sisi biaya maupun dampaknya bagi keluarga,” ujarnya.

Para ahli menegaskan bahwa vaksinasi menjadi langkah penting untuk mencegah penyakit berat.

“Virus ini masih ada, jadi memilih tidak divaksin berarti memilih menghadapi risiko infeksi,” kata Lopman.

Tag:  #kasus #rotavirus #meningkat #dokter #ingatkan #risiko #pada #bayi #anak

KOMENTAR