Infeksi Pernapasan Bisa Berdampak pada Jantung, Ini Penjelasan Dokter
Infeksi pernapasan tidak hanya menyerang paru-paru, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan jantung dan meningkatkan risiko penyakit serius.
Hal ini disampaikan dalam webinar “For the Reasons That Matter” yang diselenggarakan Pfizer Indonesia dalam rangka Pekan Imunisasi Dunia 2026 dan diikuti Kompas.com secara daring pada Selasa (28/4/2026).
Baca juga: Kesehatan Pernapasan Kerap Diabaikan, Dokter Ingatkan Risiko pada Orang Dewasa
Dalam webinar tersebut, dokter spesialis jantung dari Filipina, dr. Tony Leachon, menjelaskan adanya keterkaitan antara sistem pernapasan dan kardiovaskular yang sering tidak disadari masyarakat.
“Jika paru-paru terganggu, kondisi itu bisa memicu serangan jantung,” kata dr. Leachon.
Ia menyebut hubungan tersebut sebagai keterkaitan antara paru dan jantung atau cardiopulmonary interdependence, di mana gangguan pada satu organ dapat berdampak pada organ lainnya.
Menurut Leachon, infeksi seperti pneumonia, Covid-19, influenza, dan respiratory syncytial virus (RSV) dapat memicu peradangan dalam tubuh.
Peradangan ini kemudian dapat meningkatkan risiko gangguan irama jantung, miokarditis, hingga serangan jantung, terutama pada orang dengan kondisi kesehatan tertentu.
Ia juga mengingatkan bahwa banyak orang masih menganggap penyakit pernapasan sebagai gangguan ringan yang akan sembuh dengan sendirinya.
Padahal, dampaknya bisa jauh lebih luas dan berbahaya jika tidak ditangani dengan tepat.
“Banyak orang tidak menyadari bahwa infeksi pernapasan dapat memperburuk kondisi jantung yang sudah ada sebelumnya,” ujar Leachon.
Baca juga: Cuaca Ekstrem 2026, Godzilla El Nino Bisa Ganggu Kesehatan dan Pernapasan
Tangkapan layar webinar For the Reasons That Matter yang diselenggarakan Pfizer Indonesia dalam rangka Pekan Imunisasi Dunia 2026 dan diikuti Kompas.com secara daring pada Selasa (28/4/2026). Infeksi pernapasan seperti pneumonia dan Covid-19 ternyata tidak hanya menyerang paru-paru, tetapi juga dapat meningkatkan risiko gangguan jantung.
Sementara itu, dokter spesialis penyakit infeksi dari Filipina, dr. Karl Henson, mengatakan keterlambatan dalam menangani penyakit pernapasan sering kali membuat kondisi pasien menjadi lebih kompleks.
Sebagai dokter yang menangani pasien di rumah sakit, ia melihat banyak kasus di mana pasien datang dalam kondisi berat akibat menunda pemeriksaan.
Menurut Henson, dampak infeksi tidak hanya terbatas pada gejala awal seperti batuk atau demam, tetapi juga dapat memperpanjang masa pemulihan dan meningkatkan risiko komplikasi.
“Kami sering melihat dampak dari keputusan kesehatan yang ditunda, terutama ketika pasien sudah mengalami komplikasi,” kata dr. Henson.
Baca juga: Lady Gaga Batalkan Konser karena Infeksi Pernapasan, Kenali Gejala dan Risikonya
Dari Malaysia, Prof. Tan Maw Pin menambahkan bahwa risiko infeksi pernapasan juga meningkat pada kelompok usia lanjut.
Menurut dia, infeksi seperti RSV tidak hanya berisiko menyebabkan rawat inap, tetapi juga dapat memicu komplikasi lanjutan, termasuk masalah jantung dan penurunan kondisi tubuh secara umum.
“RSV bukan penyakit yang bisa dianggap sepele bagi orang dewasa, terutama lansia,” ujarnya.
Tan menjelaskan, infeksi pernapasan dapat memicu respons peradangan yang memengaruhi berbagai organ, termasuk jantung dan pembuluh darah.
Hal ini membuat lansia menjadi kelompok yang lebih rentan mengalami komplikasi serius.
Baca juga: Lady Gaga Batalkan Konser karena Infeksi Pernapasan, Ini Penjelasan Medisnya
Dalam kesempatan yang sama, dr. Lim Wee Peng dari Singapura menekankan pentingnya deteksi dan pencegahan sejak dini.
Menurut dia, banyak orang baru menyadari pentingnya kesehatan pernapasan setelah kondisi mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Kesehatan pernapasan sering tidak terasa penting sampai akhirnya mengganggu kehidupan sehari-hari,” kata Lim.
Ia menilai percakapan dengan dokter perlu dilakukan lebih awal untuk memahami risiko dan mencegah dampak yang lebih luas.
Para ahli dalam webinar tersebut sepakat bahwa menjaga kesehatan pernapasan tidak hanya bertujuan mencegah penyakit paru, tetapi juga melindungi organ vital lain seperti jantung.
Masyarakat, terutama yang berusia di atas 50 tahun atau memiliki penyakit penyerta seperti diabetes dan penyakit jantung, disarankan untuk lebih waspada dan mulai berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Langkah ini dinilai penting untuk memahami risiko secara menyeluruh dan mencegah komplikasi yang dapat memengaruhi kualitas hidup.
Tag: #infeksi #pernapasan #bisa #berdampak #pada #jantung #penjelasan #dokter