Berapa Gula dalam Minuman Kekinian? Menkes Ingatkan Risikonya
Ilustrasi milk tea. Menteri Kesehatan mengingatkan bahwa satu gelas minuman kekinian bisa mengandung gula tinggi yang berisiko bagi kesehatan jika dikonsumsi setiap hari.(SHUTTERSTOCK/Edgunn)
17:36
20 April 2026

Berapa Gula dalam Minuman Kekinian? Menkes Ingatkan Risikonya

Minuman kekinian seperti boba, kopi susu, hingga teh manis kemasan kini menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari.

Banyak orang mengonsumsinya hampir setiap hari tanpa menyadari jumlah gula yang masuk ke tubuh.

Padahal, satu gelas minuman manis bisa menyumbang asupan gula dalam jumlah besar.

Hal ini juga menjadi sorotan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam unggahan di akun Instagram pribadinya @bgsadikin, Minggu (19/4/2026).

Baca juga: Gagal Ginjal Kini Ancam Anak Muda, Menkes Soroti Kebiasaan Minum Manis

Menkes ingatkan jumlah gula dalam satu gelas minuman

Dalam video tersebut, Budi mengajak masyarakat untuk mulai memperhatikan kandungan gula dari minuman yang sering dikonsumsi.

Ia menyinggung kebiasaan membeli minuman manis yang kini semakin mudah, baik di pusat perbelanjaan maupun melalui layanan pesan antar.

“Coba tebak, berapa jumlah gula yang masuk ke tubuh kalian setiap menghabiskan satu gelas minuman manis cepat saji itu?” ujarnya.

Pertanyaan ini menyoroti bahwa kandungan gula dalam minuman tersebut tidak selalu disadari oleh konsumen.

Baca juga: Mengapa Neuropati Perifer pada Penderita Diabetes Tak Boleh Diabaikan? Ini Dampaknya

Satu gelas bisa menyumbang gula dalam jumlah besar

Tangkapan layar akun Instagram Budi Gunadi Sadikin @bgsadikin. Menteri Kesehatan mengingatkan bahwa satu gelas minuman kekinian bisa mengandung gula tinggi yang berisiko bagi kesehatan jika dikonsumsi setiap hari.Instagram/@bgsadikin Tangkapan layar akun Instagram Budi Gunadi Sadikin @bgsadikin. Menteri Kesehatan mengingatkan bahwa satu gelas minuman kekinian bisa mengandung gula tinggi yang berisiko bagi kesehatan jika dikonsumsi setiap hari.

Minuman kekinian umumnya mengandung tambahan gula, sirup, atau pemanis lainnya.

Dalam satu porsi, kandungan gula bisa mencapai jumlah yang cukup tinggi tergantung komposisi dan topping.

Kandungan ini bisa semakin meningkat jika ditambahkan bahan seperti boba, krim, atau sirup tambahan.

Artinya, satu gelas minuman manis dapat memberikan kontribusi besar terhadap total asupan gula harian.

Baca juga: Studi Ungkap Gemar Minuman Manis Memperpendek Umur

Kebiasaan harian yang terlihat sepele

Budi juga mengingatkan bahwa konsumsi minuman manis sering kali dilakukan secara rutin tanpa disadari dampaknya. Minuman tersebut bahkan menjadi pilihan harian bagi sebagian orang.

“Dan kamu setiap hari nyicil untuk kena penyakit ini,” ujarnya.

Pernyataan ini menekankan bahwa kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus dapat berdampak dalam jangka panjang.

Asupan gula datang dari berbagai sumber

Selain dari minuman, gula juga berasal dari makanan lain yang dikonsumsi setiap hari.

Namun, minuman manis menjadi salah satu penyumbang terbesar karena dikonsumsi dalam bentuk cair.

Bentuk cair membuat gula lebih cepat masuk ke dalam tubuh dibandingkan makanan padat. Kondisi ini membuat konsumsi minuman manis perlu lebih diperhatikan.

Kesadaran jadi langkah awal

Mengetahui jumlah gula dalam minuman kekinian menjadi langkah awal untuk mengontrol asupan. Masyarakat dapat mulai memperhatikan frekuensi konsumsi dan ukuran porsi.

Pilihan sederhana seperti mengurangi gula atau membatasi konsumsi bisa menjadi langkah awal.

Kesadaran ini penting untuk menjaga keseimbangan tubuh dalam jangka panjang.

Pesan Menkes untuk masyarakat

Melalui unggahan tersebut, Budi menegaskan pentingnya kesadaran terhadap pola konsumsi harian.

Kebiasaan minum manis yang tampak sederhana dapat memberikan dampak jika dilakukan terus-menerus.

Pesan ini menjadi pengingat agar masyarakat lebih bijak dalam memilih minuman sehari-hari.

Baca juga: Minuman Manis Lebih Berisiko Picu Diabetes daripada Camilan Manis, Ini Penjelasannya

Tag:  #berapa #gula #dalam #minuman #kekinian #menkes #ingatkan #risikonya

KOMENTAR