Dunia Usaha Diajak Aktif dalam Pencegahan Penyakit Demam Dengue
Penyakit dengue termasuk dalam zoonosis yang memerlukan langkah pencegahan yang komprehensif, serta menjadi risiko nyata bagi produktivitas dan keberlangsungan bisnis.
Zoonosis adalah jenis penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia, baik melalui kontak langsung, konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi, maupun melalui vektor seperti nyamuk.
Di tengah masih tingginya kasus dengue yang terjadi sepanjang tahun dan banyak menyerang kelompok usia produktif, dunia usaha memiliki peran strategis untuk menjadi bagian dari solusi.
“Tempat kerja memiliki potensi menjadi lokasi risiko penularan apabila tidak dikelola secara optimal, sehingga diperlukan langkah-langkah yang sistematis dan terintegrasi dari pihak perusahaan. Dorongan tersebut, diwujudkan melalui penerapan higiene dan sanitasi lingkungan kerja," kata M. Yusuf, Direktur Bina Pengujian K3 di Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dalam acara SIAP Lawan Dengue di Jakarta (23/4/2026).
Baca juga: Kolaborasi Negara ASEAN untuk Pengendalian Demam Dengue
Melalui SIAP Lawan Dengue, perusahaan didorong untuk mengambil langkah nyata dan terukur, mulai dari membangun kesadaran internal, memperkuat upaya pengendalian lingkungan kerja, hingga mengintegrasikan perlindungan kesehatan karyawan sebagai bagian dari kebijakan perusahaan.
Ketua Umum PERDOKI, dr. Agustina Puspitasari, Sp.Ok., Subsp.BioKO (K), dari segi biaya penyakit demam dengue membutuhkan biaya perawatan berkisar antara Rp 10-60 juta, dengan angka kematian yang tidak sedikit.
"Dengue termasuk hal yang menjadi prioritas untuk dikendalikan karena penyakit yang memiliki dampak sosial dan ekonomi ini sangat berdampak untuk perusahaan," ujarnya di acara yang sama.
Baca juga: Makin Sadar Hidup Sehat, Gen Z Pilih Konsultasi ke Dokter Sebelum Sakit
Angka produktivitas rendah
Beban penyakit dengue juga terlihat dari tingginya angka kehilangan produktivitas yang diukur melalui Disability Adjusted Life Years (DALYs). Angka ini menunjukkan bahwa penyakit dengue tidak hanya menyebabkan kematian, tetapi juga kehilangan waktu sehat yang cukup besar di masyarakat.
Agustina mengingatkan, karena tidak ada obat untuk menyembuhkan demam dengue, tindakan pencegahan menjadi sangat penting.
"Pengendaliannya ini dengan 3M Plus. Dan jangan lupa untuk program vaksinasi untuk mencegah demang berdarah. Vaksinasi bisa mengurangi risiko mengalami gejala demam berdarah yang berat dan rawat ini," tuturnya.
Menurutnya, pemberian vaksinasi dengue perlu pertimbangan spesifik terkait resiko pekerjaan dan lingkungan kerja.
Panduan PERDOKI menyebutkan, vaksin dengue direkomendasikan untuk pekerja di sektor pertanian, perkebunan, kehutanan dan pekerja di daerah endemik.
"Melalui SIAP Lawan Dengue, kami melihat bahwa tempat kerja memiliki peran penting sebagai titik awal perlindungan, di mana perusahaan dapat berkontribusi dalam menjaga kesehatan karyawannya secara lebih terstruktur," kata Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines Andreas Gutknecht.
Baca juga: Demam Berdarah Tak Lagi Musiman, Dokter Ingatkan Ancaman Dengue Sepanjang Tahun
Tag: #dunia #usaha #diajak #aktif #dalam #pencegahan #penyakit #demam #dengue