Mayapada Gunakan Pendekatan ERAS pada Operasi Penggantian Lutut
Ilustrasi lutut. Pendekatan operasi lutut berbasis ERAS® dan teknologi robotik diklaim membantu pasien pulih lebih cepat dengan nyeri pascaoperasi yang lebih minimal.(Freepik)
18:36
24 Mei 2026

Mayapada Gunakan Pendekatan ERAS pada Operasi Penggantian Lutut

Operasi penggantian lutut kini tidak hanya mengandalkan teknologi canggih, tetapi juga fokus pada pemulihan pasien yang lebih cepat dan minim nyeri. Pendekatan ini mulai diterapkan di Indonesia lewat protokol Enhanced Recovery After Surgery (ERAS®) untuk prosedur Robotic Total Knee Replacement (TKR).

Dalam rilis pers yang diterima Kompas.com pada Minggu (24/5/2026), disebutkan bahwa Mayapada Hospital Surabaya menjadi rumah sakit pertama di Indonesia yang menerapkan standar perawatan berbasis ERAS® pada operasi robotic total knee replacement.

Pengakuan tersebut diumumkan dalam ERAS® Congress di Singapura pada 13 Mei 2026. Rumah sakit tersebut juga resmi bergabung dengan ERAS® Society, organisasi internasional yang menjadi rujukan pengembangan standar pemulihan pascaoperasi berbasis bukti ilmiah.

Baca juga: PET-CT dan SPECT-CT Hadir di Mayapada Jakarta Selatan, Diagnosis Kanker Makin Akurat

Apa itu ERAS®?

ERAS® atau Enhanced Recovery After Surgery merupakan pendekatan multidisiplin yang dirancang untuk membantu pasien pulih lebih cepat setelah operasi.

Program ini bertujuan mengurangi stres akibat tindakan bedah, mempercepat pemulihan, sekaligus meningkatkan pengalaman pasien selama proses perawatan.

Pendekatan tersebut sudah banyak diterapkan di rumah sakit berstandar internasional di Eropa, Amerika Serikat, Australia, hingga Asia.

Chief Medical Officer Mayapada Healthcare dr. Dini Handayani, MD, MARS, FISQua, FIPC mengatakan, keberhasilan operasi lutut saat ini tidak lagi hanya dinilai dari ketahanan implan atau kecanggihan teknologi.

“Keberhasilan operasi penggantian lutut saat ini tidak hanya diukur dari ketahanan implan atau kecanggihan teknologi, tetapi dari kemampuan menghadirkan pemulihan pasien yang lebih optimal,” ujar dr. Dini.

Menurut dia, pendekatan tersebut memungkinkan pasien kembali beraktivitas lebih cepat dengan hasil klinis yang lebih konsisten.

Baca juga: Sinus Center Mayapada Hospital Surabaya, Solusi Pemulihan Lebih Cepat dan Nyaman

Operasi dibantu teknologi robotik

Pendekatan operasi lutut berbasis ERAS® dan teknologi robotik diklaim membantu pasien pulih lebih cepat dengan nyeri pascaoperasi yang lebih minimal.Dok. Mayapada Pendekatan operasi lutut berbasis ERAS® dan teknologi robotik diklaim membantu pasien pulih lebih cepat dengan nyeri pascaoperasi yang lebih minimal.

Dalam implementasinya, prosedur robotic TKR menggunakan VELYS™ Robotic-Assisted Solution. Teknologi tersebut membantu dokter meningkatkan presisi dan akurasi tindakan operasi lutut.

Meski begitu, dr. Dini menegaskan bahwa teknologi tetap hanya berfungsi sebagai alat bantu bagi dokter.

“Teknologi membantu meningkatkan presisi, namun tetap harus didukung oleh penilaian klinis dan keahlian dokter yang tepat,” kata dr. Dini.

Kombinasi robotic surgery dan protokol ERAS® disebut berhasil memberikan sejumlah hasil klinis yang lebih baik, mulai dari nyeri pascaoperasi yang lebih rendah hingga masa rawat inap yang lebih singkat.

Baca juga: Lewat Simposium Internasional, Mayapada Healthcare Bawa Standar Global Operasi Lutut ke Indonesia 

Lama rawat inap disebut turun jadi dua hari

Implementasi robotic TKR dan ERAS® dipimpin oleh Prof. Dr. dr. Dwikora Novembri Utomo, Sp.OT, Subsp.P.L(K) bersama tim multidisiplin yang terdiri dari dokter ortopedi, anestesi, rehabilitasi medik, perawat, hingga tim manajemen nyeri.

Menurut Prof. Dwikora, pendekatan robotic-assisted surgery dan ERAS® membantu pasien lebih cepat bergerak setelah operasi.

“Dengan pendekatan robotic-assisted surgery dan ERAS®, pasien dapat lebih cepat bergerak, nyeri pascaoperasi lebih minimal, dan kembali menjalankan aktivitas sehari-hari lebih cepat dibandingkan metode konvensional,” ujar Prof. Dwikora.

Ia menjelaskan, rata-rata lama rawat inap pasien berkurang dari sekitar lima hari menjadi dua hari.

Selain itu, waktu pemulihan disebut meningkat hampir 50 persen sehingga pasien dapat lebih cepat kembali menjalani aktivitas sehari-hari.

Prof. Dwikora juga menyebut angka komplikasi menurun hingga 60 persen selama masa evaluasi program.

“Selama masa evaluasi, tidak ditemukan komplikasi utama seperti penggumpalan darah di kaki, pneumonia, maupun kondisi pasien yang harus kembali menjalani perawatan di rumah sakit setelah operasi,” katanya.

Baca juga: Pulihkan Cedera Lutut Lebih Cepat dengan Bantuan Teknologi Robotik

Fokus pada pemulihan pasien

Founder ERAS® Society Prof. Olle Ljungqvist turut menyampaikan optimismenya terhadap penerapan standar pemulihan modern dalam layanan bedah.

“Bersama-sama, kita dapat membawa layanan bedah ke standar yang seharusnya,” ujar Prof. Olle.

Pendekatan ERAS® disebut mulai diperkuat secara bertahap di berbagai layanan bedah modern sebagai bagian dari upaya menghadirkan pemulihan pasien yang lebih cepat, aman, dan terintegrasi.

Baca juga: Stephen Curry Alami Tendinitis Lutut, Ini Penyebab dan Risiko Cedera yang Dialaminya

Tag:  #mayapada #gunakan #pendekatan #eras #pada #operasi #penggantian #lutut

KOMENTAR