Gedung 9 Lantai di Filipina Runtuh, 4 Tewas 17 Hilang
Personel militer bersama anjing pelacak melakukan operasi pencarian dan penyelamatan di sebuah bangunan yang runtuh di Kota Angeles, Provinsi Pampanga, utara Manila pada 25 Mei 2026.(AFP/TED ALJIBE)
17:24
25 Mei 2026

Gedung 9 Lantai di Filipina Runtuh, 4 Tewas 17 Hilang

- Sedikitnya empat orang tewas dalam tragedi runtuhnya bangunan sembilan lantai yang sedang dibangun di Kota Angeles, utara ibu kota Manila, Filipina.

Sementara itu, proses pencarian masih terus berjalan demi menemukan sedikitnya 17 orang yang dilaporkan hilang.

Hingga saat ini, tim penyelamat telah berhasil mengevakuasi sedikitnya 26 orang dengan selamat dari lokasi kejadian. 

Baca juga: Penembakan di Senat Filipina, Buron ICC Dikepung

Kendati demikian, jalannya proses evakuasi dihadapkan pada tantangan besar serta keputusasaan dari keluarga korban.

Pihak berwenang menjelaskan bahwa operasi penyelamatan terpaksa dilakukan secara manual, sebagaimana dilansir Al Jazeera, Senin (25/5/2026).

Pejabat informasi di Biro Perlindungan Kebakaran, Maria Leah Sajili, mengungkapkan bahwa pergeseran sekecil apa pun pada material bangunan bisa berdampak fatal bagi korban maupun petugas.

"Penyelamatan dalam (kasus) gedung runtuh sangat menantang karena setiap pergeseran mendadak yang dipicu oleh pergerakan tim penyelamat kami dapat menyebabkan area tersebut bergerak dan orang-orang di bawahnya dapat tertimpa," ujar Sajili kepada Reuters.

Sajili menambahkan bahwa pergerakan mendadak tersebut juga dapat mengubur petugas penyelamat.

Baca juga: DPR Filipina Sepakat Makzulkan Wapres Sara Duterte, Karier Politik Terancam Hancur

Jika tidak ada lagi tanda-tanda korban selamat, alat berat seperti ekskavator mekanis akan dikerahkan untuk membersihkan puing-puing, meskipun dia belum bisa memberikan tenggat waktu pasti.

Di sisi lain, harapan untuk menemukan korban selamat dilaporkan mulai menipis. 

Barnaby Lo, jurnalis Al Jazeera yang melaporkan langsung dari Angeles, menyebutkan bahwa tim di lapangan masih berupaya mendeteksi tanda-tanda kehidupan.

Pihak berwenang disebut akan menggunakan detektor termal untuk mencoba menemukan lebih banyak tanda-tanda kehidupan. 

"Tetapi jika tidak berhasil, mereka mengatakan akan mulai menggunakan peralatan berat untuk membersihkan puing-puing dan mengevakuasi orang-orang yang mereka yakini terjebak di bawah reruntuhan," papar Barnaby Lo.

Baca juga: Sultan Brunei Terbangkan Sendiri Pesawatnya ke KTT ASEAN 2026 di Filipina

Jerit sanak saudara korban

Lambatnya pergerakan proses evakuasi memicu rasa frustrasi dan ketidaksabaran di kalangan keluarga korban. 

Lea Casilao (47), seorang warga yang rela menempuh perjalanan jauh dari Manila, mengaku hanya menginginkan informasi berkala mengenai kondisi suaminya yang berprofesi sebagai pekerja konstruksi di gedung tersebut.

"Anak bungsu saya terus bertanya, tetapi saya tidak punya jawaban," ungkap Lea dengan penuh kepedihan.

Cerita pilu lain datang dari Alfredo Albis (55). Dia menceritakan bahwa dirinya sedang tertidur di barak pekerja yang berjarak sekitar 5 meter dari lokasi kejadian ketika struktur beton tersebut tiba-tiba roboh pada Minggu (24/5/2026).

"Saya punya dua sepupu yang masih terjebak di sana. Mereka bekerja di sini untuk mencari nafkah bagi keluarga mereka dan sekarang hilang," kata Albis kepada AFP

"Ada kemungkinan kerabat saya sudah meninggal," lanjutnya.

Baca juga: Jepang Dekati RI-Filipina untuk Lawan China, Tawarkan Armada Kelas NATO

Kronologi

Bencana ini terjadi saat sebagian besar dari total 70 pekerja yang dipekerjakan di lokasi tersebut sudah pulang untuk menghabiskan akhir pekan. 

Namun, sekitar 17 orang, yang sebagian besar merupakan pekerja konstruksi yang menginap, tengah tertidur di lokasi saat gedung itu runtuh.

Pada Senin, tim penyelamat sempat mengeluarkan tiga orang dari reruntuhan bangunan. 

Sayangnya, satu korban yang sempat memiliki denyut nadi saat dievakuasi akhirnya meninggal dunia. 

Baca juga: Kongres Kantongi Bukti Pelanggaran, Wapres Filipina di Ambang Pemakzulan

Sementara satu korban lainnya dilaporkan mengalami henti jantung saat masih berada di dalam jebakan puing-puing.

Petugas juga berhasil mengevakuasi satu jenazah lain. Namun, otoritas setempat belum bisa memastikan apakah jenazah tanpa identitas tersebut merupakan bagian dari 17 orang yang masuk dalam daftar korban hilang.

Sementara itu, korban tewas keempat diketahui merupakan seorang turis asal Malaysia. 

Korban terjebak di dalam sebuah penginapan murah yang sebagian bangunannya hancur tertimpa longsoran puing-puing dari gedung sembilan lantai tersebut. 

Baca juga: Wapres Filipina Sara Duterte Menuju Pemakzulan, DPR Nyatakan Ada Bukti Kuat

Seorang tamu penginapan lainnya dilaporkan terluka, tetapi berhasil menyelamatkan diri keluar dari bangunan.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti runtuhnya bangunan sembilan lantai tersebut masih belum diketahui secara pasti.

Wali Kota Angeles Carmelo Lazatin menegaskan kepada para jurnalis bahwa pemerintah daerah tengah bergerak cepat untuk melacak keberadaan pemilik gedung. 

Langkah ini dilakukan guna meminta pertanggungjawaban serta mendapatkan data yang valid mengenai jumlah pasti pekerja yang berada di lokasi saat insiden terjadi.

Baca juga: Eks Presiden Filipina Duterte akan Diadili atas Perang Narkoba

Tag:  #gedung #lantai #filipina #runtuh #tewas #hilang

KOMENTAR