Bawa 125 Orang, Pesawat Militer Kolombia Jatuh Saat Lepas Landas
Sedikitnya 66 orang tewas setelah pesawat militer Kolombia jatuh saat lepas landas pada Senin (23/3/2026) waktu setempat.
Pesawat yang mengangkut 125 orang tersebut mengalami kecelakaan tak lama setelah mengudara dari Puerto Leguizamo.
Puluhan lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke rumah sakit. Hingga kini, penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan otoritas setempat.
Baca juga: Pesawat Militer AS Jatuh di Irak, Diduga Tabrakan di Udara
Kronologi kecelakaan
Pesawat jenis C-130 Hercules itu dilaporkan jatuh sesaat setelah lepas landas dari Puerto Leguizamo, dekat perbatasan Kolombia dengan Ekuador dan Peru. Bangkai pesawat ditemukan berserakan dan terbakar di area hutan.
Jenderal Carlos Fernando Silva Rueda mengatakan, terdapat 114 personel militer dan 11 awak di dalam pesawat tersebut. Mereka tengah melakukan perjalanan menuju pos militer di wilayah Amazon.
Seorang warga setempat, Noe Mota, mengaku mendengar suara ledakan sebelum pesawat jatuh.
“Saya merasakan ledakan di udara dan ketika saya melihat ke atas, pesawat itu terbang dekat dengan rumah di lahan saya,” ujarnya.
Korban tewas dan luka
Sumber militer menyebutkan, dari total korban tewas, 58 di antaranya adalah tentara, enam personel angkatan udara, dan dua anggota polisi.
Sebelumnya, pejabat setempat sempat melaporkan jumlah korban yang lebih rendah. Sekretaris pemerintah daerah, Carlos Claros, mengatakan kepada televisi RCN bahwa 33 orang tewas, sementara puluhan lainnya terluka dan sedang dievakuasi.
Sementara itu, laporan lain menyebutkan puluhan korban berhasil diselamatkan. Komandan angkatan udara mengatakan, 48 orang ditemukan dalam kondisi luka dan kini dirawat di rumah sakit.
Gubernur wilayah Putumayo, Jhon Gabriel Molina, mengungkapkan bahwa proses evakuasi terkendala kondisi bandara yang kecil.
“Bandara ini kecil dan ada beberapa kesulitan yang menghambat evakuasi jenazah dan korban luka,” katanya dalam video di Facebook.
Baca juga: 12 Jet Tempur AS-Kanada Mendadak Cegat Pesawat Militer Rusia
Respons pemerintah
Menteri Pertahanan Pedro Sanchez menyampaikan duka mendalam atas insiden tersebut.
“Ini adalah peristiwa yang sangat menyakitkan bagi negara. Semoga doa kita dapat membawa sedikit penghiburan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa masih terlalu dini untuk menentukan penyebab kecelakaan.
Presiden Kolombia Gustavo Petro menyebut insiden ini sebagai “kecelakaan yang mengerikan”. Ia menekankan perlunya modernisasi alat utama sistem persenjataan.
“Saya tidak akan membiarkan penundaan lebih lanjut, nyawa generasi muda kita dipertaruhkan,” tulisnya.
Namun, ia tidak secara spesifik mengaitkan kecelakaan dengan kondisi pesawat.
Situasi di lokasi
Cuplikan layar ini menunjukkan tentara dan tim penyelamat di dekat pesawat Hercules Angkatan Udara yang mengeluarkan asap tebal setelah pesawat tersebut jatuh saat lepas landas di Puerto Leguizamo, Kolombia, dekat perbatasan selatan dengan Ekuador, pada 23 Maret 2026.
Wilayah perbatasan tempat pesawat jatuh diketahui tengah menjadi area aktivitas militer intensif dalam beberapa pekan terakhir.
Operasi dilakukan untuk menanggulangi kartel narkoba dan kelompok bersenjata.
Rekaman dari lokasi menunjukkan warga sipil berada di sekitar puing-puing pesawat, sementara asap tebal dan api masih terlihat membumbung di atas hutan.
Tim penyelamat terus melakukan pencarian korban dan penyintas di lokasi kejadian.
Kecelakaan serupa
Kecelakaan ini menjadi insiden kedua yang melibatkan pesawat C-130 Hercules di Amerika Selatan dalam waktu kurang dari satu bulan.
Sebelumnya, pesawat kargo militer Bolivia yang membawa uang kertas jatuh saat mendarat dekat La Paz pada 27 Februari, menewaskan sedikitnya 20 hingga 24 orang.
Pesawat C-130 Hercules, buatan perusahaan Amerika Serikat Lockheed Martin, dikenal mampu beroperasi di landasan sederhana dan digunakan secara luas oleh militer di berbagai negara.
Baca juga: Australia Kerahkan Pesawat Militer ke Timur Tengah, Mau Bantu AS Serang Iran?
Tag: #bawa #orang #pesawat #militer #kolombia #jatuh #saat #lepas #landas