Inggris Siap Pimpin Koalisi untuk Buka Kembali Selat Hormuz, Mulai Ikut Perang?
- Angkatan Laut Inggris sedang bersiap untuk mengambil peran utama dalam potensi operasi koalisi untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Dikutip dari Times, Selasa (24/3/2026), pejabat pertahanan Inggris sedang mempertimbangkan rencana untuk mengerahkan kapal Angkatan Laut atau kapal komersial sewaan untuk berfungsi sebagai "kapal induk" bagi sistem otonom tanpa awak.
Kapal itu dirancang untuk mendeteksi dan menetralisir ranjau laut di jalur perairan strategis tersebut.
Inisiatif ini akan menjadi bagian dari upaya multinasional yang lebih luas yang melibatkan sekutu, termasuk AS dan Perancis, untuk memastikan jalur aman bagi pengiriman komersial melalui Selat Hormuz.
Baca juga: Eropa Ketar-ketir Rudal Iran Diklaim IDF Bisa Capai London hingga Paris
Para pejabat mengatakan, operasi tersebut dapat berlangsung dalam beberapa fase.
Tahap awal akan berfokus pada pencarian ranjau menggunakan sistem otonom canggih yang diluncurkan dari kapal induk.
Fase kedua dapat mencakup pengerahan kapal permukaan tanpa awak di samping kapal perusak Tipe 45 Angkatan Laut Inggris atau hanya kapal perusak untuk melindungi kapal tanker yang melintas di area tersebut.
"Kami memiliki kemampuan terdepan di dunia dalam hal perburuan ranjau otonom, serta kemampuan kapal perusak yang fantastis dengan Tipe 45 kami, dan juga pengembangan konsep angkatan laut hibrida," kata seorang pejabat.
"Ini memberi kami peluang untuk menghindari membahayakan orang demi membantu mengamankan selat," sambungnya.
Baca juga: Rudal Iran Menggila Saat Trump Klaim Negosiasi Sedang Berjalan
Para pejabat pertahanan Inggris meyakini, ranjau laut telah ditanam di Selat Hormuz, meskipun masih ada kapal-kapal India, Pakistan, dan China terus melintasi jalur air tersebut.
Eskalasi regional di Timur Tengah terus berlanjut sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari.
Hingga saat ini, lebih dari 1.340 orang tewas, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Iran telah membalas dengan serangan drone dan rudal berulang kali yang menargetkan Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.
Selat Hormuz juga secara efektif mengalami hambatan sejak awal Maret.
Sekitar 20 juta barrel minyak biasanya melewati Selat Hormuz setiap hari. Gangguan ini telah meningkatkan biaya pengiriman dan mendorong harga minyak global lebih tinggi.
Tag: #inggris #siap #pimpin #koalisi #untuk #buka #kembali #selat #hormuz #mulai #ikut #perang