Trump Ingin Kuasai Minyak Iran, Banggakan Keberhasilan AS di Venezuela
Pemerintahan Presiden Donald Trump membuka opsi untuk menguasai minyak Iran seperti Venezuela.(AFP/MANDEL NGAN)
09:24
27 Maret 2026

Trump Ingin Kuasai Minyak Iran, Banggakan Keberhasilan AS di Venezuela

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa mengambil alih minyak Iran merupakan sebuah “opsi” di tengah tekanan agar Teheran menyepakati akhir perang dengan AS dan Israel.

Pernyataan itu disampaikan dalam rapat kabinet di Gedung Putih pada Kamis (26/3/2206).

Trump juga menyinggung keberhasilan AS di sektor minyak Venezuela sebagai contoh keterlibatan yang menguntungkan.

Baca juga: Cadangan Minyak Sisa 45 Hari, Filipina Buru-buru Impor dari Rusia

Opsi penguasaan minyak Iran

Ilustrasi kilang minyak Iran.Reuters Ilustrasi kilang minyak Iran.

Dalam rapat kabinet, Trump secara terbuka menyebut kemungkinan AS mengambil alih sektor minyak Iran.

“Ini adalah sebuah opsi. Maksud saya, saya tidak akan membicarakannya, tetapi ini adalah sebuah opsi,” ujar Trump saat menjawab pertanyaan wartawan.

Ia kemudian mencontohkan Venezuela sebagai bukti keberhasilan pendekatan serupa oleh AS.

“Di Venezuela, kami bekerja dengan sangat baik. Tentu saja, kami telah menghasilkan miliaran dollar,” kata Trump.

“Ngomong-ngomong, Venezuela sekarang lebih baik daripada sebelumnya dalam sejarah mereka, semacam usaha patungan, tetapi AS telah menghasilkan banyak uang," imbuhnya.

Tenggat ancaman Trump

Pernyataan Trump disampaikan sehari sebelum tenggat waktu yang ia berikan kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Sebelumnya, Trump mengancam akan “menghancurkan” pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran jika Teheran tidak sepenuhnya membuka selat tersebut dalam waktu 48 jam.

Trump menegaskan bahwa jika Iran membuat “kesepakatan yang tepat”, maka Selat Hormuz akan dibuka kembali.

Selat tersebut diketahui menangani sekitar seperlima pasokan minyak dunia dan kini praktis terhambat akibat konflik yang berlangsung.

Klaim Iran ingin berunding

Trump juga kembali menegaskan klaimnya bahwa Iran ingin mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang.

“Mereka adalah negosiator yang hebat. Saya katakan mereka petarung yang buruk, tetapi mereka negosiator yang hebat, dan mereka memohon untuk membuat kesepakatan,” ujarnya.

Baca juga: Trump Akhirnya Ungkap Hadiah dari Iran, Sebut Teheran Berniat Baik

Ia menambahkan, “Saya tidak tahu apakah kita bersedia melakukannya. Mereka seharusnya melakukannya empat minggu lalu. Mereka seharusnya melakukannya dua tahun lalu, atau ketika kami pertama kali menjabat.”

Klaim Trump soal negosiasi ini membuatnya kembali mengundur tenggat waktu serangan ke aset energi Iran hingga 6 April mendatang.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dilaporkan mengakui adanya pertukaran pesan tidak langsung dengan AS melalui perantara, namun menegaskan hal itu belum merupakan negosiasi formal.

Proposal Damai 15 Poin

Dalam rapat kabinet yang sama, utusan khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, mengungkapkan bahwa Washington telah menyusun daftar tindakan berisi 15 poin sebagai kerangka kesepakatan damai dengan Iran.

“Ini telah diedarkan melalui pemerintah Pakistan yang bertindak sebagai mediator,” ujarnya.

Proposal tersebut mencakup tuntutan AS terkait program nuklir dan misil Iran, stok uranium, serta isu lainnya.

Trump juga mengungkapkan bahwa Iran mengizinkan 10 kapal tanker minyak melintasi Selat Hormuz pada pekan ini sebagai sebuah “hadiah,” yang pada Selasa ia sebut sebagai pemberian yang sangat signifikan tanpa merinci lebih lanjut.

Sindiran ke sekutu NATO

Selain itu, Trump kembali menyampaikan kekecewaannya terhadap sekutu NATO yang tidak memenuhi permintaannya untuk memberikan bantuan angkatan laut guna mengamankan Selat Hormuz.

Menurutnya, permintaan tersebut merupakan “uji” bagi komitmen sekutu terhadap AS.

“Jika kalian tidak melakukannya, kami akan mengingatnya, ingat saja,” kata Trump.

“Mereka punya ungkapan yang bagus: Jangan pernah lupa. Jangan pernah lupa.”

Baca juga: Trump Undur Deadline Serangan ke Iran hingga 6 April, Klaim Itu Permintaan Teheran

Tag:  #trump #ingin #kuasai #minyak #iran #banggakan #keberhasilan #venezuela

KOMENTAR