Mojtaba Khamenei Turun Tangan, Jadi Kunci Gencatan Senjata AS-Iran
Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, dilaporkan menjadi tokoh kunci di balik tercapainya kesepakatan gencatan senjata dua minggu antara Washington dan Teheran.
Kesepakatan itu tercapai hanya sekitar 90 menit sebelum ancaman Presiden AS Donald Trump untuk “menghancurkan seluruh peradaban Iran” mencapai batas waktunya.
"Saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran untuk jangka waktu dua minggu," tulis Trump di platform Truth Social pada Selasa (7/6/2026) waktu AS.
Baca juga: Netanyahu Kena Amuk Usai AS-Iran Gencatan Senjata, Perang Diklaim Gagal Total
Peran Mojtaba Khamenei dalam gencatan senjata
Menurut laporan Axios, Mojtaba Khamenei, untuk pertama kalinya sejak perang dimulai, menginstruksikan tim negosiasi Iran untuk bergerak menuju kesepakatan.
Dua sumber menyebut persetujuan Khamenei sebagai “terobosan”. Seorang sumber regional bahkan menegaskan, “Tanpa lampu hijau darinya, tidak akan ada kesepakatan.”
Mojtaba Khamenei, yang menggantikan ayahnya Ali Khamenei setelah meninggal dunia dalam serangan udara di awal perang, dilaporkan berperan langsung dalam proses negosiasi selama dua hari.
Karena ancaman pembunuhan dari Israel, ia disebut berkomunikasi secara rahasia melalui kurir yang menyampaikan catatan.
Diplomasi intens di tengah ancaman perang
Sebelumnya, Trump melontarkan ancaman keras pada Iran jika Teheran tidak memenuhi tuntutan Washington dalam perang yang berlangsung sejak akhir Februari tersebut.
“Seluruh peradaban akan mati malam ini,” kata Trump.
Pada saat yang sama, proses diplomasi berlangsung di balik layar dengan intens. Proses itu digambarkan “sangat kacau”, dengan mediator dari Pakistan berkali-kali menyampaikan draf antara Witkoff dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.
Sementara itu, menteri luar negeri Turkiye dan Mesir turut membantu menjembatani perbedaan.
Militer AS di Timur Tengah bahkan bersiap untuk kemungkinan serangan besar-besaran ke infrastruktur Iran, sementara sekutu regional bersiap menghadapi potensi balasan Iran dalam skala belum pernah terjadi.
Di tengah laporan simpang siur bahwa Iran mundur dari pembicaraan, sumber yang terlibat justru menyebut ada momentum positif.
Wakil Presiden JD Vance disebut aktif berkomunikasi dengan mediator Pakistan dari Hungaria.
Sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terus berkoordinasi dengan Trump, meski Israel mulai khawatir kehilangan kendali atas proses.
Sekitar Selasa siang waktu AS, para pihak mulai mencapai kesepakatan soal gencatan senjata dua minggu.
Baca juga: Trump Ngamuk CNN Beritakan Klaim Iran Menang Perang, Desak Permintaan Maaf
Kesepakatan tercapai di detik-detik terakhir
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif kemudian mempublikasikan syarat kesepakatan dan menyerukan kedua pihak untuk menerima.
Trump akhirnya menyetujui tawaran tersebut dan bersedia menghentikan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu.
Ia juga berbicara dengan Panglima Angkatan Darat Pakistan Asim Munir untuk merampungkan kesepakatan.
Hanya 15 menit setelah pengumuman itu, pasukan AS diperintahkan untuk menghentikan operasi.
Iran buka Selat Hormuz
Ilustrasi kapal kontainer. Iran Tetap Beri Tarif Kapal yang Lewat Selat Hormuz selama Gencatan Senjata.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa Iran akan mematuhi gencatan senjata dan membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Ia mengatakan, lalu lintas laut akan dimungkinkan “melalui koordinasi dengan angkatan bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis.”
Adapun Selat Hormuz merupakan jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia.
Di sisi lain, Gedung Putih melalui juru bicara Karoline Leavitt menyebut kesepakatan ini sebagai kemenangan.
Ia menyatakan, “Keberhasilan militer kami menciptakan tekanan maksimum, memungkinkan Presiden Trump dan tim melakukan negosiasi keras yang kini membuka jalan bagi solusi diplomatik dan perdamaian jangka panjang.”
Belum jelas sejauh mana Iran akan benar-benar membuka kembali pelayaran internasional, atau seberapa konsisten Israel akan mematuhi kesepakatan.
Seorang pejabat senior Israel menyebut bahwa AS menjanjikan akan menekan Iran dalam perundingan damai agar menghentikan program nuklir dan ancaman rudal balistik.
Sementara itu, perundingan lanjutan dijadwalkan berlangsung di Pakistan dengan delegasi AS kemungkinan dipimpin oleh JD Vance.
Baca juga: Trump Siap Bantu Pulihkan Selat Hormuz, Sebut Iran Bisa Panen Cuan
Tag: #mojtaba #khamenei #turun #tangan #jadi #kunci #gencatan #senjata #iran