Trump Akui Semua Militer AS Masih di Dekat Iran, meski Sudah Gencatan Senjata
- Presiden AS Donald Trump mengatakan, militer AS masih berada di dekat Iran, meski gencatan senjata kedua negara sudah disepakati selama dua pekan.
Menurutnya, pasukan AS akan tetap di sana hingga kesepakatan nyata tercapai.
"Semua kapal, pesawat, dan personel militer AS, beserta amunisi, persenjataan, dan segala sesuatu yang sesuai dan diperlukan untuk penuntutan dan penghancuran mematikan terhadap musuh yang sudah sangat melemah, akan tetap berada di dan sekitar Iran," tulis Trump di platform Truth Social, Rabu (8/4/2026) malam, dikutip dari AFP.
Namun, gencatan senjata ini terancam retak, seiring Israel yang terus menyerang Lebanon.
Baca juga: Iran Umumkan Rute Alternatif di Selat Hormuz, Jaga-jaga Ada Ranjau Laut
Gencatan senjata yang rapuh
Washington dan Teheran sama-sama mengklaim kemenangan setelah menyepakati gencatan senjata selama dua minggu dan negosiasi yang bertujuan mengakhiri perang.
Keretakan kesepakatan itu dengan cepat muncul pada hari Rabu ketika Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Lebanon.
Lebanon menyatakan hari berkabung nasional pada Kamis (9/4/2026) usai lebih dari 250 orang tewas dan 900 orang terluka dalam serangan Israel pada Rabu.
Dalam serangan itu, Israel mengeklaim mengebom 100 target dalam waktu kurang dari 10 menit.
"Hari berkabung nasional untuk para martir dan korban luka dari serangan Israel yang menargetkan ratusan warga sipil tak berdosa dan tak berdaya," Kantor Perdana Menteri Lebanon.
Baca juga: Trump Bela Israel yang Langgar Gencatan Senjata, Sebut Lebanon Tak Termasuk Kesepakatan
Lebanon juga mengumumkan penutupan kantor-kantor pemerintahan dan penurunan bendera.
Israel mengatakan, pertempurannya melawan kelompok Lebanon bukanlah bagian dari gencatan senjata.
Hal ini juga diutarakan oleh Wakil Presiden AS JD Vance, beberapa hari sebelum ia dijadwalkan memimpin pembicaraan dengan Teheran di Pakistan.
"Jika Iran ingin membiarkan negosiasi ini gagal karena Lebanon, yang tidak ada hubungannya dengan mereka, dan tidak pernah sekali pun disebut oleh AS sebagai bagian dari gencatan senjata, itu pada akhirnya adalah pilihan mereka," katanya.
Baca juga: Netanyahu Sebut Perang Lawan Iran Belum Selesai, Siap Angkat Senjata Kapan Pun
Iran ancam akhiri gencatan senjata
Warga Iran bereaksi setelah pengumuman gencatan senjata di Lapangan Enqelab, Teheran, Rabu (8/4/2026). Amerika Serikat (AS) dan Iran sepakat untuk gencatan senjata selama dua minggu, kurang dari satu jam sebelum tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump.
Iran mengancam akan menarik diri dari perjanjian gencatan senjata dengan Amerika Serikat jika Israel terus menyerang Lebanon.
“Iran akan menarik diri dari perjanjian tersebut jika pelanggaran gencatan senjata oleh rezim Zionis terus berlanjut melalui serangan terhadap Lebanon,” kata seorang sumber kepada kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, Rabu (8/4/2026).
Sumber tersebut menambahkan, Teheran sedang meninjau situasi di tengah apa yang digambarkan sebagai pelanggaran Israel yang berkelanjutan terkait dengan serangan Lebanon.
Baca juga: Tanda Tanya Poin Gencatan Senjata AS-Iran Versi Washington...
Menurut sumber tersebut, penghentian pertempuran di semua lini, termasuk Lebanon, telah diterima oleh AS berdasarkan rencana gencatan senjata selama dua minggu yang diusulkan.
Namun, Iran menuding Israel telah melakukan pelanggaran nyata terhadap gencatan senjata dengan melancarkan serangan brutal terhadap Lebanon.
Sementara, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyebut gencatan senjata ini tak masuk akal karena sudah banyak kesepakatan yang dilanggar.
Ia merinci tiga dugaan pelanggaran AS terhadap rencana gencatan senjata, yakni serangan berkelanjutan di Lebanon, sebuah pesawat tak berawak memasuki wilayah udara Iran, dan penolakan hak negara tersebut untuk melakukan pengayaan uranium.
Tag: #trump #akui #semua #militer #masih #dekat #iran #meski #sudah #gencatan #senjata