Pemudanya Makin Tak Tertarik Jadi Tentara, AS Terapkan Pendaftaran Wajib Militer Otomatis
Pemerintah Amerika Serikat berencana menerapkan sistem pendaftaran otomatis untuk wajib militer mulai Desember 2026.
Kebijakan ini muncul di tengah menurunnya minat generasi muda untuk bergabung dengan militer.
Selama ini, pria usia 18 hingga 25 tahun diwajibkan mendaftar secara mandiri ke sistem seleksi militer. Namun ke depan, proses tersebut akan dialihkan menjadi otomatis melalui integrasi data pemerintah.
Baca juga: Tentara AS Gegar Otak hingga Diamputasi Imbas Serangan Iran di Kuwait, Pentagon Murka
Perubahan sistem pendaftaran
Menurut laporan The Hill, rencana ini diajukan oleh Selective Service System (SSS), lembaga pemerintah yang mengelola database warga yang dapat dipanggil dalam keadaan darurat nasional.
Pada 30 Maret, SSS mengajukan aturan baru terkait pendaftaran otomatis ke Office of Information and Regulatory Affairs dan kini masih dalam tahap peninjauan.
Kebijakan ini sebenarnya telah disetujui oleh Kongres pada Desember 2025 sebagai bagian dari Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional tahun fiskal 2026.
Dalam penjelasannya, pihak SSS menyatakan bahwa perubahan ini akan memindahkan tanggung jawab pendaftaran dari individu ke pemerintah.
“Perubahan undang-undang ini mengalihkan tanggung jawab pendaftaran dari individu kepada SSS melalui integrasi dengan sumber data federal,” demikian keterangan di situs resmi lembaga tersebut.
SSS menargetkan sistem baru ini mulai berlaku pada Desember 2026 dan akan membuat proses pendaftaran menjadi lebih sederhana.
Alasan perubahan aturan
Meski sebagian besar pria usia 18–25 tahun diwajibkan mendaftar, tingkat kepatuhan dalam beberapa tahun terakhir dilaporkan menurun.
Pada 2024, SSS melaporkan kepada Kongres bahwa tingkat pendaftaran turun dari 84 persen pada 2023 menjadi 81 persen.
Anggota DPR AS, Chrissy Houlahan, yang mendorong kebijakan ini, mengatakan bahwa langkah tersebut juga bertujuan menghemat anggaran negara.
“Ini juga akan memungkinkan kita mengalihkan sumber daya—yang pada dasarnya berarti uang—ke arah kesiapan dan mobilisasi, daripada untuk pendidikan dan kampanye iklan guna mendorong pendaftaran,” ujarnya, seperti dikutip Military Times.
Selain itu, saat ini sebanyak 46 negara bagian dan wilayah di AS sudah memiliki aturan yang secara otomatis mendaftarkan pria saat mereka mengajukan surat izin mengemudi atau kartu identitas.
Baca juga: Lebih dari 50.000 Tentara AS Sudah di Timteng, Invasi Darat ke Iran Makin Dekat?
Wajib Militer belum digelar dalam waktu dekat
Ilustrasi tentara AS.
Meski sistem pendaftaran diperbarui, pemerintah AS menegaskan bahwa belum ada rencana untuk memberlakukan wajib militer dalam waktu dekat.
Amerika Serikat sendiri tidak lagi menerapkan wajib militer sejak Perang Vietnam, dengan sistem militer sukarela berlaku sejak 1973.
Namun, database Selective Service tetap dipertahankan untuk digunakan dalam kondisi darurat nasional.
Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan bahwa opsi tersebut belum menjadi kebijakan saat ini.
“Itu bukan bagian dari rencana saat ini,” ujarnya.
Meski demikian, ia menambahkan bahwa Presiden Donald Trump “dengan bijak tetap membuka semua opsi.”
Namun, pada dasarnya, presiden tidak dapat secara sepihak mengaktifkan wajib militer tanpa persetujuan Kongres melalui perubahan undang-undang.
Denda bagi pelanggar
Di bawah hukum federal, pria yang tidak terdaftar dalam Selective Service dapat menghadapi konsekuensi serius.
Mereka berpotensi dikenai denda hingga 250.000 dollar AS (sekitar Rp 4,2 miliar) atau hukuman penjara hingga lima tahun.
Selain itu, mereka juga bisa kehilangan akses ke bantuan pendidikan, pekerjaan pemerintah, serta pelatihan kerja tertentu. Bagi imigran, kegagalan mendaftar juga dapat memengaruhi peluang memperoleh kewarganegaraan AS.
Dalam sistem baru ini, para pria AS akan secara otomatis didaftarkan dalam waktu 30 hari setelah ulang tahun ke-18 mereka. Sementara itu, perempuan masih belum diwajibkan masuk dalam sistem wajib militer, meski wacana tersebut sempat dibahas dalam beberapa tahun terakhir.
Baca juga: Iran Buru 11.000 Tentara AS di Timur Tengah, Minta Info dari Warga
Tag: #pemudanya #makin #tertarik #jadi #tentara #terapkan #pendaftaran #wajib #militer #otomatis