Trump Hapus Konten AI Mirip Yesus Setelah Dikecam Banyak Pihak
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghapus unggahan gambar berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menyerupai Yesus.
Ilustrasi yang dibagikan lewat platform Truth Social miliknya dimaksudkan Trump sebagai representasi sosok yang menyembuhkan layaknya seorang dokter.
"Itu seharusnya menggambarkan saya sebagai dokter yang membuat orang menjadi lebih baik," jelas Trump.
Pernyataan tersebut dikatakan kepada wartawan beberapa jam setelah unggahan itu dihapus, sebagaimana dikutip dari BBC, Selasa (14/4/2026).
"Dan saya memang membuat orang menjadi lebih baik. Saya membuat orang jauh lebih baik," lanjut pria berusia 79 tahun tersebut.
Baca juga: Tanggapan Paus Leo XIV terhadap Kritik Trump: Saya Bukan Politikus
Dikecam banyak pihak
Visualisasi yang mirip dengan Yesus tersebut menuai banyak kritikan, tak terkecualu dari tokoh-tokoh yang dianggap memiliki kedekatan dengan Trump dan pemerintahannya.
Kritik keras salah satunya berasal dari seorang aktivis Kristen Sean Feucht.
Ia mendesak agar gambar tersebut segera dihapus dari media sosial Trump.
“Ini harus segera dihapus,” tulis Feucht.
“Tidak ada konteks di mana ini bisa diterima,” imbuhnya.
Kecaman serupa juga datang dari seorang aktivis konservatif terkemuka, Riley Gaines.
Dengan tegas ia merespons unggahan tersebut dengan tulisan “Tuhan tidak boleh dipermainkan”.
Jurnalis dari Christian Broadcasting Network David Brody turut mengkritik gambar kontroversial Trump. Menurutnya, unggahan ini sudah melewati batas.
"Ini sudah keterlaluan. Ini melewati batas," tulis Brody.
"Seorang pendukung bisa saja mendukung misinya dan tetap menolak hal ini," sambungnya.
Baca juga: Netanyahu Dukung Keputusan Trump Blokade Pelabuhan Iran, Apa Katanya?
Trump hapus unggahan karena enggan disalahpahami
?Unggahan yang memvisualisasi Trump menggenakan jubah putih dan selendang merah tersebut diposting dalam Truth Social pada Minggu (12/4/2026).
Tak lama kemudian, unggahan itu menuai sejumlah kecaman dari sejumlah pihak, tak terkecuali dari berbagai sisi spektrum politik AS.
Di tengah gelombang kecaman, gambar tersebut dihapus pada Senin (13/4/2026). Trump mengaku menghapusnya karena tak mau membuat orang-orang bingung.
"Tidak ingin membuat siapa pun bingung. Orang-orang memang bingung," ucap Trump kepada CBS News.
Baca juga: Mengapa Trump Ancam Blokade Selat Hormuz yang Sudah Ditutup Iran?
JD Vance: lelucon yang disalahpahami
Merespons unggahan kontroversial Trump, Wakil Presiden AS JD Vance turut buka suara dalam wawancara Fox News pada Senin (13/4/2026) malam.
Vance mengatakan, gambar AI yang diunggah oleh presidennya adalah lelucon yang disalahpahami oleh publik.
Alhasil, menurutnya postingan tersebut dihapus untuk menghindari kesalahpahaman lebih lanjut.
"Saya rasa presiden sedang memosting sebuah lelucon dan, tentu saja, dia menghapusnya karena menyadari banyak orang tidak memahami humornya," kata Vance, dilansir dari CNN, Senin waktu setempat.
Baca juga: Iran Buka Suara soal Trump Kritik Keras Paus Leo yang Serukan Perdamaian
Visualisasi gambar AI kontroversial Trump
Unggahan Trump menuai kritikan keras bukan tanpa alasan.
Dalam unggahan tersebut, Trump tampak menggunakan jubah berwarna putih. Di bahunya, terselampir selendang merah yang panjang.
?Trump berada di pusat gambar dengan cahaya yang menjadi latar belakang.
Tangan kirinya memancarkan cahaya, sedangkan tangan kanannya diletakkan di kepala seorang pria di ranjang rumah sakit. Bak sosok sedang memulihkan seseorang.
Menurut para kritikus, gambar tersebut mirip dengan lukisan-lukisan religius yang menggambarkan Yesus menyembuhkan orang sakit.
Dalam gambar itu, ada beberapa sosok yang muncul. Ada figur-figur berpakaian militer, perawat, hingga seorang yang tengah memanjatkan berdoa.
?Di belakang, ada visualisasi kumpulan tentara, pesawat tempur, burung elang, patung Liberty, hingga bendera AS yang membentang.
Kombinasi visual dalam gambar ini diperkuat dengan cahaya terang di belakang yang membentuk aura, menyerupai penggambaran figur suci.
Baca juga: Kata-kata Trump Usai Dikritik Paus Leo XVI yang Tak Sejalan Pemerintahan AS
Gambar diunggah usai Trump kritik Paus Leo XIV
Sementara itu, gambar menyerupai Yesus itu diunggah tak lama setelah Trump mengkritik Paus Leo XIV.
Ia sempat menyebut Paus sebagai sosok "lemah dalam urusan kriminal" dan "buruk untuk kebijakan luar negeri"
Seperti diketahui, Paus Leo XIV merupakan sosok pengkritik vokal terhadap operasi militer AS dan Israel di Iran.
Paus Leo berulang kali mengecam perang di Iran dengan menegaskan bahwa hal itu memicu kekerasan yang tidak masuk akal dan tidak manusiawi.
Tag: #trump #hapus #konten #mirip #yesus #setelah #dikecam #banyak #pihak