Diblokade Armada Perang AS, Kapal Tanker China Putar Balik di Selat Hormuz
- Sebuah kapal tanker China yang dijatuhi sanksi dilaporkan putar balik di Selat Hormuz setelah mencoba keluar dari kawasan tersebut.
Hal tersebut terjadi di tengah langkah Amerika Serikat (AS) yang memblokade kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran.
Dilansir Wall Street Journal, Selasa (14/4/2026), Kapal tanker bernama Rich Starry tersebut memiliki rekam jejak menghindari pembatasan AS terhadap minyak Iran.
Baca juga: Cara Iran Lawan Blokade AS di Selat Hormuz, Manfaatkan Perbatasan
Menurut data dari firma pelacak kapal, Kpler, kapal pengangkut bahan kimia dan produk minyak tersebut mengibarkan bendera palsu Malawi.
Rich Starry sempat melewati titik tersempit Selat Hormuz sebelum akhirnya berbalik arah pada Selasa waktu setempat.
Data pelacakan kapal menunjukkan bahwa Rich Starry terpantau berlayar keluar dari Hormuz dari perairan Uni Emirat Arab (UEA).
Namun, Samir Madani, salah satu pendiri TankerTrackers.com yang menggunakan citra satelit untuk memantau pergerakan kapal, mengungkapkan pola mencurigakan dari kapal tersebut.
"Rich Starry memiliki riwayat mengirimkan sinyal palsu saat bersandar di pelabuhan-pelabuhan Iran untuk memuat produk minyak," ujar Madani.
Banyak kapal dalam "armada bayangan" yang mengangkut minyak ilegal menggunakan bendera palsu atau menyiarkan lokasi palsu untuk menyamarkan asal kargo mereka.
Hingga saat ini, belum jelas apa yang dibawa oleh Rich Starry saat melakukan manuver tersebut.
Baca juga: 3 Kapal Lintasi Selat Hormuz Saat Blokade AS, Bagaimana Nasibnya?
Blokade AS
Komando Pusat AS atau Central Command (Centcom) menegaskan, blokade tersebut dirancang khusus untuk mencegah kapal masuk dan keluar dari pelabuhan serta garis pantai Iran.
Langkah tersebut diambl setelah perundingan damai AS-Iran menemui kebuntuan sekaligus respons terhadap penutupan Selat Hormuz oleh Iran.
Blokade AS ini tidak menghentikan kapal yang sekadar melintasi Selat Hormuz.
Setidaknya enam kapal dagang dilaporkan mematuhi arahan pasukan AS untuk berbalik arah dan memasuki kembali pelabuhan Iran di Teluk Oman.
Blokade yang dilakukan AS ini melibatkan lebih dari 10.000 pelaut, marinir, dan personel angkatan udara AS, serta lebih dari selusin kapal perang dan pesawat.
Beberapa persenjataan yang dikerahkan termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln, kapal serbu amfibi USS Tripoli, dan sejumlah kapal perusak berpeluru kendali.
Baca juga: Perancis Desak Iran dan AS untuk Kembali Berunding, Minta Buka Selat Hormuz
Tag: #diblokade #armada #perang #kapal #tanker #china #putar #balik #selat #hormuz