Negara Teluk Anggap Iran Sebagai Musuh Utama, Tuntut Kompensasi
- Penasihat diplomatik presiden Uni Emirat Arab (UEA) Anwar Gargash mengatakan, negara-negara Teluk memiliki pandangan berbeda tentang Iran dan menganggapnya sebagai "musuh utama."
UEA meminta jaminan guna mencegah terulangnya serangan Iran dan untuk mendapatkan kompensasi setelah agresi terhadap kawasan Teluk.
"Kami sepenuhnya menyadari posisi banyak masyarakat Arab yang memandang Israel sebagai musuh utama, tetapi pandangan di negara-negara Teluk mungkin berbeda,” kata Gargash dalam konferensi pers dilansir Gulf News, Kamis (16/4/2026).
“Iran adalah pihak yang menyerang negara-negara Teluk dengan ribuan rudal dan drone, dan karena alasan ini kami tidak mempercayainya, dan kami memandangnya sebagai musuh utama," sambungnya.
Baca juga: AS Mulai Blokade Pelabuhan Iran, Teheran Ancam Serang Negara Teluk Lagi
Gargash juga menegaskan bahwa sama seperti Teheran yang meminta jaminan dan ganti rugi atas kerusakan perang, Dubai juga menginginkan hal serupa.
“UEA jelas dan memiliki kekhawatiran yang sah atas program nuklir Iran, rudal balistik, dan drone. Sementara Iran mungkin mencari jaminan dan kompensasi, UEA memiliki hak yang sama untuk menuntut jaminan terhadap pengulangan serangan Iran, dan kompensasi,” ujar Gargash.
Tindakan Iran dianggap sebagai serangan luas terhadap stabilitas regional yang menargetkan negara Teluk termasuk mediator yang menjalin hubungan diplomatik dan ekonomi.
“Rezim Iran telah menyerang semua orang di Teluk, bahkan mereka yang bertindak sebagai perantara,” ujar Gargash.
Baca juga: AS Tetapkan Zona Blokade: Cegat Kapal di Teluk Oman dan Laut Arab Timur Selat Hormuz
Iran lancarkan serangan ke negara-negara Teluk
Kurir pesan-antar mengendarai sepeda motor dengan latar belakang asap mengepul dari kawasan industri Fujairah yang diserang Iran pada Selasa (3/3/2026). Iran menyerang negara-negara Teluk sebagai balasan atas gempuran Amerika Serikat dan Israel, menyasar pangkalan-pangkalan militer AS di sana.
Sebelumnya, Iran beberapa kali melancarkan serangan ke kawasan Teluk sebagai respons atas tuduhannya bahwa negara-negara tersebut mengizinkan pasukan Amerika Serikat (AS) menyerang dari wilayah mereka.
Dilansir dari SCMP, Minggu (5/4/2026), serangan Iran menyasar sebuah tangki minyak di salah satu fasilitas penyimpanan perusahaan minyak nasional Bahrain Bapco Energies.
Sementara itu, Kuwait juga melaporkan serangan pesawat tak berawak Iran menyebabkan kerusakan serius pada kompleks pemerintahan ibu kota.
Kementerian Listrik dan Air Kuwait mengatakan dua pembangkit listrik dan pabrik desalinasi air Kuwait rusak akibat serangan drone dari Iran.
Baca juga: Trump Klaim Dibantu Negara Lain untuk Blokade Hormuz, Sebut Negara Teluk
Serangan tersebut menyebabkan kerusakan material yang signifikan dan penutupan dua unit pembangkit listrik.
Kebakaran juga terjadi di Kompleks Sektor Minyak Shuwaikh, Kuwait menyusul serangan pesawat tak berawak Iran.
Menurut laporan Al Jazeera, Rabu (8/4/2026), UEA mengatakan bahwa sistem pertahanan udaranya secara aktif menghadang rudal dan drone yang datang dari Iran.
Kementerian Pertahanan UEA menyebut, suara ledakan yang terdengar di berbagai daerah di seluruh negeri disebabkan oleh sistem pertahanan udara yang mencegat rudal balistik, rudal jelajah, dan pesawat tanpa awak.
Tag: #negara #teluk #anggap #iran #sebagai #musuh #utama #tuntut #kompensasi