Menko PMK Pratikno Mengaku Selalu Ketakutan Setiap Ditelepon Menteri PPPA, Ada Apa?
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, mengaku kerap merasa cemas hingga ketakutan setiap kali menerima panggilan telepon maupun bertemu langsung dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi.
Hal tersebut disampaikan Pratikno saat memberikan sambutan dalam acara peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Museum Kebangkitan Nasional STOVIA, Jakarta. Di hadapan para hadirin, Pratikno menceritakan momen saat dirinya dihubungi oleh Menteri PPPA pada malam sebelumnya.
"Saya itu kalau menerima telepon Bu Menteri PPPA selalu ketakutan. Tadi malam beliau telepon, saya bilang ke istri, saya mohon maaf Bu tidak langsung saya terima karena saya harus menata hati dulu. Ini cerita apalagi yang akan disampaikan oleh Bu Menteri PPPA," ujar Pratikno.
Pratikno berseloroh bahwa dirinya sebisa mungkin menghindari pertemuan di sore hari dengan Menteri PPPA demi menjaga ketenangan waktu istirahatnya di malam hari. Ketakutan ini diakuinya bukan hal baru, melainkan sudah dirasakannya sejak masa jabatan Menteri PPPA, Bintang Puspayoga.
"Jadi kalau sudah ketemu Bu Menteri PPPA, itu sore hari saya sangat hindari, karena bisa jadi malam harinya enggak bisa tidur saya. Jadi dari dulu Ibu Menteri PPPA begitu. Saya ingat Bu Bintang juga begitu. Paling takut saya ketemu Bu Bintang, termasuk Bu Arifah. Apalagi kalau sudah bicara 'pak, kita bicara berdua', itu sudah bahaya itu, rasanya sudah bisa berhari-hari traumanya," kelakar Pratikno.
Di balik kelakarnya, Pratikno menegaskan ada pesan mendalam dan serius terkait kondisi perlindungan perempuan dan anak di Indonesia saat ini. Lebih dari satu abad sejak momentum Kebangkitan Nasional, bangsa Indonesia dinilai masih menghadapi ancaman besar yang justru datang dari lingkungan terdekat.
"Sekian abad yang lalu, satu abad lebih ya Kebangkitan Nasional kita, tapi kita masih menghadapi sebuah masalah yang justru musuhnya itu ada di diri kita sendiri," tegasnya.
Merujuk pada berbagai laporan dan cerita yang kerap disampaikan oleh Kementerian PPPA, Pratikno mengingatkan publik bahwa ancaman kekerasan tidak lagi berjarak jauh, melainkan sudah mengepung ruang-ruang domestik dan sosial masyarakat.
"Seperti yang sering diceritakan oleh Bu Menteri PPPA, kekerasan itu ada di sekitar kita dan itu bisa korbannya siapa saja, bisa orang-orang yang kita cintai korbannya, bisa anak-anak yang dekat dengan kita, anak-anak yang sangat kita kenal, dan itu tentu saja sangat-sangat menyakitkan," pungkas Pratikno.
Tag: #menko #pratikno #mengaku #selalu #ketakutan #setiap #ditelepon #menteri #pppa