Kami Lapar! Suara Marinir AS di Tengah Perang Iran: Makanan Minim, Moral Prajurit Anjlok
Angkatan Laut Amerika Serikat membantah keras laporan yang menyebut kapal perang mereka di Timur Tengah mengalami kekurangan makanan. [NY Post]
11:36
18 April 2026

Kami Lapar! Suara Marinir AS di Tengah Perang Iran: Makanan Minim, Moral Prajurit Anjlok

Ribuan paket berisi makanan ringan, perlengkapan kebersihan, hingga kaus kaki yang dikirim keluarga untuk tentara Amerika Serikat di Timur Tengah kini terkatung-katung.

Layanan pos militer dihentikan sementara akibat perang Iran, membuat kiriman tak kunjung sampai ke tujuan.

Penangguhan ini terjadi sejak awal April setelah konflik melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran memicu penutupan wilayah udara.

Akibatnya, pengiriman paket dari keluarga tentara AS dihentikan tanpa batas waktu yang jelas.

Salah satu keluarga prajurit AS yang bertugas di USS Tripoli, mengaku terkejut melihat foto makanan tak layak yang viral untuk marinir.

Dalam gambar itu, nampak porsi makan siang yang minim, hanya sedikit daging dan satu tortilla.

Angkatan Laut Amerika Serikat membantah keras laporan yang menyebut kapal perang mereka di Timur Tengah mengalami kekurangan makanan. [NY Post]Angkatan Laut Amerika Serikat membantah keras laporan yang menyebut kapal perang mereka di Timur Tengah mengalami kekurangan makanan. [NY Post]

“Kami punya militer terkuat di dunia. Seharusnya tidak kekurangan makanan atau kesulitan menerima kiriman,” ujar ayah seorang marinir AS, Dan F seperti dilansir dari USA Today.

Keluhan serupa datang dari keluarga prajurit lain di kapal induk USS Abraham Lincoln.

Mereka melaporkan kualitas makanan buruk dan porsi yang tidak mencukupi, bahkan tanpa sayuran segar.

Namun pihak militer membantah adanya krisis logistik.

Menteri Perang AS, Pete Hegseth, menyatakan setiap kapal memiliki persediaan makanan lebih dari 30 hari.

“Para pelaut kami layak mendapatkan yang terbaik—dan mereka menerimanya,” tulis Hegseth di akun X miliknya.

Di sisi lain, fakta di lapangan menunjukkan cerita berbeda.

Seorang marinir di USS Tripoli mengungkapkan dalam pesan kepada keluarganya bahwa makanan dibagi rata dan persediaan diperkirakan akan menipis.

“Moral akan berada di titik terendah,” ujar marinir AS itu.

Keluarga dan komunitas di AS pun berupaya membantu dengan mengirim paket berisi makanan ringan, vitamin, hingga perlengkapan kebersihan.

Namun sebagian besar kiriman itu kini tertahan di fasilitas pos atau bahkan masih berada di rumah pengirim.

Seorang ibu di Texas mengaku telah menghabiskan lebih dari 2.000 dolar AS untuk mengirim paket kepada anaknya, namun belum satu pun tiba.

Sementara di West Virginia, komunitas gereja mengirim puluhan kotak bantuan, dengan biaya pengiriman ratusan dolar.

Menurut juru bicara militer, penangguhan ini disebabkan oleh penutupan wilayah udara dan dampak logistik lainnya.

Pihak militer AS menyebut seluruh paket yang sudah dikirim akan disimpan hingga layanan kembali normal, tanpa ada yang dikembalikan ke pengirim.

Editor: Galih Prasetyo

Tag:  #kami #lapar #suara #marinir #tengah #perang #iran #makanan #minim #moral #prajurit #anjlok

KOMENTAR