Siap-siap Perundingan, Wapres AS Langsung Terbang ke Pakistan jika Iran Beri Lampu Hijau
Wakil Presiden AS JD Vance tiba untuk pertemuan dengan Perdana Menteri Pakistan di tengah perundingan damai AS-Iran di Islamabad pada Sabtu (11/4/2026). Vance tiba di ibu kota Pakistan untuk memimpin delegasi AS dalam perundingan perdamaian penting dengan Iran, di bawah naungan gencatan senjata rapuh selama dua minggu antara Washington dan Teheran, dengan Pakistan bertindak sebagai mediator.(AFP/JACQUELYN MARTIN)
15:06
21 April 2026

Siap-siap Perundingan, Wapres AS Langsung Terbang ke Pakistan jika Iran Beri Lampu Hijau

- Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance akan langsung terbang ke Pakistan pada Selasa (21/4/2026) waktu AS jika Iran mengiyakan perundingan putaran kedua dimulai.

Vance tidak sendiri. Dia direncanakan terbang bersama utusan khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, serta menantu sang presiden, Jared Kushner. 

Namun, rencana pertemuan ini masih sangat bergantung pada kesediaan Iran untuk kembali ke meja perundingan.

Baca juga: Kenapa Kepala Militer Pakistan Pimpin Negosiasi AS-Iran, Bukan PM Sharif?

Presiden Iran Masoud Pezeshkian memberikan sinyalemen yang menunjukkan adanya hambatan psikologis dalam dialog ini, sebagaimana dilansir The Guardian

Dia memperingatkan bahwa masih ada ketidakpercayaan yang mendalam terhadap AS.

Pezeshkian menyatakan keprihatinannya atas apa yang ia sebut sebagai sinyal-sinyal kontradiktif dari pejabat AS yang dianggapnya sebagai upaya untuk memaksa Iran menyerah.

"Rakyat Iran tidak akan tunduk pada kekerasan," tegas Pezeshkian.

Meski demikian, laporan dari kantor berita Reuters menyebutkan bahwa pihak Teheran tengah meninjau secara positif partisipasi mereka. 

Baca juga: Iran Masih Enggan Negosiasi, meski Delegasi AS Sudah Bertolak ke Pakistan

Jika Vance hadir, delegasi Iran kemungkinan besar akan kembali dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf.

Ghalibaf sendiri menegaskan bahwa Iran tidak akan menerima negosiasi di bawah ancaman. 

Melalui unggahan di media sosial X, dia menuduh Trump mencoba menjadikan meja perundingan sebagai meja penyerahan diri atau sekadar pembenaran untuk peperangan baru.

"Kami telah bersiap untuk menunjukkan 'kartu baru' di medan perang," tulis Ghalibaf.

Sementara itu, sebagai tuan rumah, Pakistan telah melakukan persiapan ketat sejak Minggu. Ibu kota Islamabad berada dalam kondisi lockdown keamanan.

Transportasi umum di sana dihentikan dan pemadaman listrik yang biasanya berlangsung 6-7 jam sehari ditangguhkan demi kelancaran negosiasi.

Baca juga: JD Vance Batal Pimpin AS Temui Iran di Pakistan, Trump Ungkap Alasannya

Gencatan senjata

Di sisi lain, Trump mengumumkan perpanjangan jeda pertempuran selama 24 jam. 

Jeda yang semula direncanakan berakhir lebih awal, kini diundur hingga Rabu (22/4/2026) malam waktu Washington guna memberikan ruang bagi pertemuan di Islamabad.

Walau memberikan perpanjangan, Trump menyatakan kecil kemungkinan ia akan mengulur waktu lebih lama lagi. 

Dia tetap pada tuntutan utamanya bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

"Saya tidak akan terburu-buru membuat kesepakatan yang buruk. Kami punya banyak waktu," ujar Trump dalam wawancara dengan Bloomberg.

Situasi di lapangan tetap memanas. Iran menuntut penghentian blokade AS di Selat Hormuz. 

Ketegangan meningkat setelah Komando Pusat AS melaporkan penyitaan kapal kontainer berbendera Iran, Touska, oleh marinir AS setelah mengabaikan peringatan selama enam jam.

Baca juga: AS-Iran Disebut Akan Berunding Pekan Depan, 2 Pesawat AS Telah Tiba di Pakistan

Tag:  #siap #siap #perundingan #wapres #langsung #terbang #pakistan #jika #iran #beri #lampu #hijau

KOMENTAR