Gencatan Senjata Lebanon-Israel Diperpanjang, AS Sebut Akan Bantu Lebanon Hadapi Hizbullah
Ilustrasi perundingan Lebanon dan Israel di Amerika Serikat.(Chat GPT)
13:06
24 April 2026

Gencatan Senjata Lebanon-Israel Diperpanjang, AS Sebut Akan Bantu Lebanon Hadapi Hizbullah

Presiden AS Donald Trump mengatakan Israel dan Lebanon telah sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah selama tiga minggu.

Kesepakatan tersebut ditetapkan setelah pembicaraan di Gedung Putih pada Kamis (23/4/2026).

Trump mengatakan pertemuan kedua antara duta besar Israel dan Lebanon untuk Amerika Serikat berjalan  dengan sangat baik.

Namun, selama pertemuan di Ruang Oval, ia mengakui bahwa mereka harus mempertimbangkan Hizbullah.

Hizbullah menentang pembicaraan tersebut.

Adapun sejak gencatan senjata awal mulai berlaku pada Jumat (17/4/2026) lalu, telah terjadi sejumlah pelanggaran oleh kedua belah pihak.

Baca juga: Jurnalis Amal Khalil Tewas Diserang Israel di Lebanon, Sempat Telepon Keluarga dan Militer

Trump sebut AS akan bantu lindungi Lebanon dari Hizbullah

Sementara itu, Trump mengatakan melalui media sosialnya bahwa AS akan membantu melindungi Lebanon dari Hizbullah. 

“Amerika Serikat akan bekerja sama dengan Lebanon untuk membantunya melindungi diri dari Hizbullah,” kata Trump dalam unggahan di media sosial, dilansir dari AP News, Jumat (24/4/2026).

Ia menambahkan bahwa ia berharap bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun di Washington dalam beberapa minggu mendatang.

Trump yang dikelilingi oleh para duta besar serta Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio, mengatakan bahwa Israel memiliki hak untuk membela diri jika mereka ditembak.

“Kami berharap bahwa bersama-sama, di bawah kepemimpinan Anda, kita dapat meresmikan perdamaian antara Israel dan Lebanon dalam waktu dekat,” kata Duta Besar Israel Yechiel Leiter.

Duta Besar Lebanon Nada Hamadeh Moawad berterima kasih kepada Trump atas upaya untuk membantu dan mendukung Lebanon.

Ia merujuk pada slogan “Make America Great Again” (Jadikan Amerika Hebat Kembali) yang biasa digunakan Trump.

“Dan saya pikir dengan bantuan Anda, dengan dukungan Anda, kita dapat menjadikan Lebanon hebat kembali,” kata Hamadeh.

Baca juga: Terbukti Rusak Patung Yesus di Lebanon, 2 Tentara Israel Dipenjara

Lebanon mendesak negosiasi yang lebih luas

Aoun, Presiden Lebanon, mengatakan sehari sebelumnya bahwa selama pembicaraan tersebut, Hamadeh akan meminta agar penghancuran rumah-rumah oleh Israel di desa-desa dan kota-kota yang diduduki Israel diakhiri setelah perang terbaru pecah pada 2 Maret 2026 lalu.

Dalam rilisnya, Aoun mengatakan persiapan sedang dilakukan untuk negosiasi yang lebih luas. 

Tujuan dari pembicaraan tersebut adalah untuk menghentikan sepenuhnya serangan Israel, penarikan pasukan Israel dari Lebanon, pembebasan tahanan Lebanon yang ditahan di Israel, penempatan pasukan Lebanon di sepanjang perbatasan, dan dimulainya proses rekonstruksi, kata Aoun dalam komentar yang dirilis oleh kantornya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menyerukan Lebanon untuk bekerja sama dengan Israel dalam melucuti senjata Hizbullah.

“Kami tidak memiliki perselisihan serius dengan Lebanon. Ada beberapa sengketa perbatasan kecil yang dapat diselesaikan,” kata Saar.

Ia bahkan menggambarkan negara tetangga itu sebagai negara gagal.

“Hambatan bagi perdamaian dan normalisasi hubungan antar negara hanya satu: Hizbullah,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa Lebanon dapat memiliki masa depan kedaulatan, kemerdekaan, dan kebebasan dari pendudukan Iran.

Baca juga: Lebanon dan Israel Akan Lanjutkan Negosiasi Kedua, Negara Ini Jadi Penengah

Jurnalis media lokal Lebanon, Amal Khalil yang meninggal dalam serangan Israel di at-Tiri, Rabu (22/4/2026). (Mohammed Zaatari/AP Photo via Al Jazeera)Mohammed Zaatari/AP Photo via Al Jazeera Jurnalis media lokal Lebanon, Amal Khalil yang meninggal dalam serangan Israel di at-Tiri, Rabu (22/4/2026). (Mohammed Zaatari/AP Photo via Al Jazeera)

Serangan Israel tewaskan jurnalis Lebanon

Meskipun gencatan senjata tercapai, serangan Israel pada Rabu (22/4/2026) menewaskan Amal Khalil, seorang jurnalis Lebanon terkenal yang meliput Lebanon selatan. 

Pejabat kesehatan Lebanon mengatakan militer Israel melepaskan tembakan ke arah ambulans yang datang, sehingga mencegah tim penyelamat menjangkaunya.

Jenazahnya ditemukan dari reruntuhan bangunan yang runtuh beberapa jam kemudian.

Militer Israel membantah telah sengaja menargetkan jurnalis atau menembaki petugas penyelamat. Namun, kasus ini memicu kemarahan luas di Lebanon.

Setelah rapat kabinet pada Kamis (23/4/2026), Wakil Perdana Menteri Lebanon Tarek Mitri mengatakan bahwa pemerintah sedang mengerjakan laporan yang mendokumentasikan dugaan kejahatan perang oleh Israel dan bahwa para menteri telah membahas kemungkinan bergabung dengan Mahkamah Pidana Internasional.

Perang terbaru antara Israel dan Hizbullah telah menewaskan sekitar 2.300 orang di Lebanon, termasuk ratusan wanita dan anak-anak, dan menyebabkan lebih dari 1 juta orang mengungsi.

Baca juga: Daftar 8 Serangan ke Pasukan UNIFIL di Lebanon, Termasuk yang Tewaskan TNI

Kesepakatan dengan Iran

Trump juga mengatakan ia tidak berada di bawah tekanan untuk mengakhiri perangnya dengan Iran.

“Saya punya banyak waktu, tetapi Iran tidak. Waktu terus berjalan!” tulis Trump di media sosial, dilansir dari Al Jazeera, Jumat (24/4/2026). 

Diketahui kapal induk AS ketiga telah tiba di Timur Tengah. USS George HW Bush bergabung dengan USS Gerald R Ford dan USS Abraham Lincoln dalam peningkatan besar-besaran kekuatan angkatan laut.

Trump juga memberi perintah untuk menembak dan membunuh setiap kapal Iran yang memasang ranjau laut di Selat Hormuz, seiring berlanjutnya pengepungan angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Sementara itu, para pejabat Teheran mengatakan pembicaraan tidak akan dilanjutkan sampai blokade tersebut dicabut.

Baca juga: Gencatan Senjata 10 Hari Lebanon dan Israel, Trump Sebut Hari Bersejarah

Tag:  #gencatan #senjata #lebanon #israel #diperpanjang #sebut #akan #bantu #lebanon #hadapi #hizbullah

KOMENTAR