Menhan Israel Sebut Akan Hapus Rezim Khamenei jika Perang Iran Berlanjut
- Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan bahwa Tel Aviv menargetkan pemimpin tertinggi baru Iran dan situs energinya jika perang berlanjut.
Menurut laporan Al Jazeera, Jumat (24/4/2026), Katz menyebut pasukan Israel sedang menunggu lampu hijau dari Amerika Serikat (AS) untuk untuk melanjutkan pertempuran melawan Iran.
“Israel siap untuk memperbarui perang melawan Iran. Tentara Israel siap dalam pertahanan dan serangan, dan target telah ditandai,” kata Katz dalam cuplikan video yang dilansir Al Jazeera.
Baca juga: Israel-Lebanon Perpanjang Gencatan Senjata 3 Minggu, tapi Konflik Masih Panas
“Kami menunggu lampu hijau dari Amerika Serikat, pertama dan terutama untuk menyelesaikan penghapusan dinasti Khamenei yang bersekongkol melawan Israel,” lanjutnya.
Dia juga mengatakan ingin mengembalikan Iran ke zaman “kegelapan dan batu” dengan meledakkan fasilitas energi dan listrik pusat, serta menghancurkan infrastruktur ekonomi nasional.
“Serangan ketika diperbarui, kali ini akan berbeda dan akan memberikan pukulan dahsyat di tempat-tempat yang paling sensitif,” ujar Katz.
Baca juga: Gencatan Senjata Lebanon-Israel Diperpanjang, AS Sebut Akan Bantu Lebanon Hadapi Hizbullah
Israel bingung dengan sikap AS
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menyampaikan pidato kenegaraan mengenai konflik Timur Tengah di Cross Hall, Gedung Putih, Washington DC, 1 April 2026.
Pada Selasa (21/4/2026), Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan tanpa batas waktu gencatan senjata dengan Iran untuk menciptakan ruang bagi pembicaraan dengan Teheran.
Namun, ada informasi bahwa pemerintah AS dikabarkan telah memberi tahu Israel bahwa masa berlaku gencatan senjata dengan Iran akan berakhir pada Minggu (26/4/2026).
Kabar ini mencuat berdasarkan laporan media Israel, KAN, menyusul langkah Presiden AS Donald Trump yang menetapkan tenggat bagi Teheran untuk mengajukan proposal kesepakatan baru.
Baca juga: Trump Blak-blakan Ejek Lubang Neraka, India Langsung Meradang
Namun, dikutip dari Kompas.com, Kamis (23/4/2026) pihak Israel pesimistis akan adanya kemajuan signifikan dalam waktu dekat.
Selain masalah tenggat waktu, sumber-sumber di Israel juga mengungkapkan kebingungan terkait pola komunikasi dan perilaku pemerintah AS di bawah kepemimpinan Trump.
Pejabat Israel mengaku sering kali baru mengetahui langkah atau kebijakan terbaru Trump melalui laporan media atau unggahan di media sosial sang Presiden.
Baca juga: Babak Baru Hubungan AS-Rusia, Trump Mau Boyong Putin ke KTT G20
Tag: #menhan #israel #sebut #akan #hapus #rezim #khamenei #jika #perang #iran #berlanjut