AS Bantah Kapal Perangnya Diserang Iran di Selat Hormuz
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) merilis video yang diklaim menunjukkan kapal perusak milik Amerika Serikat mundur dari kawasan Selat Hormuz setelah mendapat peringatan dari angkatan laut Iran.(Tasnim News Agency)
19:42
4 Mei 2026

AS Bantah Kapal Perangnya Diserang Iran di Selat Hormuz

Militer Amerika Serikat membantah klaim Iran yang menyebut telah menyerang kapal perang AS di Selat Hormuz.

Tuduhan itu sebelumnya dilaporkan media pemerintah Iran yang menyebut sebuah kapal fregat AS menjadi sasaran dua rudal.

“Tidak ada kapal Angkatan Laut AS yang terkena serangan. Pasukan AS mendukung Project Freedom dan menegakkan blokade laut terhadap pelabuhan Iran,” demikian pernyataan Komando Pusat AS (Centcom) di platform X, seperti dikutip AFP.

Baca juga: Menghitung Berapa Lama Iran Dapat Bertahan dari Blokade AS

Klaim Iran

Sebelumnya, kantor berita semi-resmi Fars bahkan melaporkan sebuah kapal AS terkena dua rudal saat berlayar di wilayah tersebut “melanggar aturan lalu lintas dan keamanan pelayaran.”

Iran juga mengeluarkan peringatan keras terhadap kehadiran militer asing.

“Kami memperingatkan bahwa setiap kekuatan militer asing — terutama militer agresif AS — yang berniat mendekati atau memasuki Selat Hormuz akan menjadi target,” ujar Mayor Jenderal Pilot Ali Abdollahi kepada penyiar negara IRIB, dilansir New York Post.

Project Freedom

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan inisiatif “Project Freedom” untuk mengawal kapal-kapal keluar dari Selat Hormuz.AFP/JIM WATSON Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan inisiatif “Project Freedom” untuk mengawal kapal-kapal keluar dari Selat Hormuz.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan inisiatif “Project Freedom” untuk mengawal kapal-kapal keluar dari Selat Hormuz.

Ia memperingatkan bahwa upaya Iran untuk memblokade jalur tersebut “sayangnya harus ditangani dengan kekuatan.”

Sebagai respons, Iran menyatakan bahwa semua kapal yang melintas harus berkoordinasi dengan mereka, dan setiap upaya membuka paksa jalur akan dilawan.

Baca juga: Ketar-ketir Diancam Trump, Kanselir Jerman Bantah Penarikan Pasukan AS Terkait Iran

Dampak ke pelayaran global

Situasi ini berdampak besar terhadap pelayaran internasional. AS juga memperingatkan perusahaan pelayaran agar tidak membayar Iran demi bisa melintas, dengan ancaman sanksi.

Sejak blokade diberlakukan pada 13 April, sebanyak 49 kapal komersial dilaporkan terpaksa berbalik arah.

Bahkan, menurut Organisasi Maritim Internasional (IMO), sekitar 20.000 awak kapal terjebak di sekitar 2.000 kapal di kawasan tersebut.

“Tidak ada preseden bagi terjebaknya begitu banyak pelaut di era modern,” kata Damien Chevallier dari IMO.

Untuk mengurangi risiko, pusat informasi maritim yang dipimpin AS menyarankan kapal-kapal melintas melalui perairan Oman dan memperingatkan bahwa jalur biasa kini “sangat berbahaya” akibat potensi ranjau yang belum sepenuhnya ditangani.

Baca juga: Iran Beri Deadline 30 Hari agar AS Buka Blokade, IRGC Desak Trump Setuju

Tag:  #bantah #kapal #perangnya #diserang #iran #selat #hormuz

KOMENTAR