Piala Dunia 2026 Belum Mulai, Kunjungan Turis Asing ke AS Anjlok Akibat Masalah Visa
Ilustrasi Tiket Piala Dunia 2026 [Instagram]
11:44
5 Mei 2026

Piala Dunia 2026 Belum Mulai, Kunjungan Turis Asing ke AS Anjlok Akibat Masalah Visa

Target keuntungan ekonomi senilai 30 miliar dolar AS pada Piala Dunia 2026 kini berada dalam bayang-bayang kegagalan.

Penyebab utamanya adalah minimnya minat suporter mancanegara untuk datang langsung ke Amerika Serikat akibat berbagai kendala birokrasi.

Laporan terbaru New York Times menunjukkan bahwa mayoritas pengusaha hotel di kota-kota penyelenggara mengalami kemerosotan jumlah pesanan dibandingkan prediksi awal.

8 Masalah Paling Panas Piala Dunia 2026: Tiket Selangit, Parkir Mahal hingga Perang AS-Iran [Suara.com]8 Masalah Paling Panas Piala Dunia 2026: Tiket Selangit, Parkir Mahal hingga Perang AS-Iran [Suara.com]

Hampir 80 persen penyedia jasa penginapan di sembilan kota tuan rumah mengeluhkan rendahnya tingkat keterisian kamar.

Padahal, secara global tiket pertandingan yang terjual hingga saat ini sudah menembus angka lima juta lembar.

Kondisi ini diperparah dengan langkah FIFA yang membatalkan secara mendadak sekitar 70 persen blokade kamar hotel mereka.

Logo Piala Dunia 2026 (dok. FIFA)Logo Piala Dunia 2026 (dok. FIFA)

Keputusan tersebut menyebabkan pasar perhotelan kelebihan pasokan dan memicu pembatalan kontrak hingga 95 persen di beberapa wilayah.

“Indikator menunjukkan bahwa peningkatan ekonomi yang diantisipasi mungkin tidak memenuhi harapan. Meskipun lebih dari lima juta tiket terjual, permintaan ini belum diterjemahkan ke dalam pemesanan hotel yang kuat. Wisatawan domestik melampaui wisatawan internasional — sebuah ketidakseimbangan yang mengancam dampak ekonomi lebih luas yang diharapkan dihasilkan oleh Piala Dunia,” tulis laporan American Hotel & Lodging Association (AHLA).

Keengganan suporter asing berkunjung disebabkan oleh lambatnya proses persetujuan visa dan kekhawatiran terhadap perlakuan petugas imigrasi.

Selain itu, melonjaknya harga tiket pesawat dan penguatan nilai tukar dolar AS membuat biaya perjalanan menjadi sangat tidak terjangkau.

Banyak calon penonton merasa tidak mendapatkan sambutan yang hangat dari kebijakan pintu masuk wilayah Amerika Serikat saat ini.

Padahal, satu orang turis asing diproyeksikan menghabiskan uang 1,7 kali lebih banyak daripada wisatawan domestik selama turnamen berlangsung.

“Bahkan dengan antisipasi global yang meningkat, jalur ke AS bagi banyak pelancong Piala Dunia terasa semakin tidak seperti sambutan karpet merah. Ada persepsi bahwa pelancong internasional mungkin menghadapi waktu tunggu visa yang lama, peningkatan biaya visa, dan ketidakpastian yang menetap seputar pemrosesan masuk,” ungkap laporan tersebut.

Di tengah kelesuan minat pengunjung, beberapa negara bagian justru berencana menaikkan pajak penginapan dan makanan.

New Jersey dan Philadelphia menjadi wilayah yang paling disorot karena kebijakan pajak baru ini dianggap kontraproduktif bagi industri pariwisata.

Pihak AHLA memperingatkan bahwa tambahan beban biaya bagi konsumen hanya akan membuat turis semakin menjauhi lokasi pertandingan.

“Memberlakukan pajak konsumen tambahan pada saat ini berisiko semakin mematahkan semangat pengunjung untuk memilih New Jersey,” tegas laporan itu.

Upaya hotel yang sudah merenovasi fasilitas dan menambah staf multibahasa kini terancam sia-sia jika reservasi tidak segera meningkat.

Sebelumnya, pemerintah Amerika Serikat sangat optimistis bahwa ajang sepak bola terbesar ini akan menjadi mesin ekonomi raksasa.

Target penyerapan tenaga kerja sebanyak 200.000 posisi baru kini terancam tidak tercapai sesuai jadwal.

“Turnamen ini akan memiliki dampak ekonomi sebesar 30 miliar dolar di negara ini dan akan menciptakan hampir 200.000 pekerjaan bagi Amerika,” kata Donald Trump dalam pertemuan dengan Presiden FIFA tahun lalu.

Mantan presiden tersebut juga sempat menjanjikan kemudahan akses bagi seluruh penggemar sepak bola dunia untuk masuk ke negaranya.

“Memastikan bahwa penggemar sepak bola dari seluruh dunia diperiksa dengan benar dan dapat datang ke Amerika Serikat musim panas mendatang — dengan mudah,” tambahnya.

Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli dengan melibatkan 11 kota besar di Amerika Serikat.

Selain Amerika, Kanada dan Meksiko bertindak sebagai tuan rumah bersama dalam format turnamen yang lebih besar ini.

Masalah birokrasi dan biaya hidup di Amerika menjadi faktor krusial yang menentukan sukses tidaknya acara ini dari sisi pendapatan non-tiket.

Saat ini, industri perhotelan hanya bisa berharap pada lonjakan pemesanan di menit-menit terakhir saat fase gugur dimulai.

Kebijakan pemerintah dalam mempercepat proses visa dan meninjau ulang kenaikan pajak sangat dinantikan oleh para pelaku usaha.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Tag:  #piala #dunia #2026 #belum #mulai #kunjungan #turis #asing #anjlok #akibat #masalah #visa

KOMENTAR