Serangan AS-Israel Tak Cukup Tangguh, Fasilitas Nuklir Iran Masih Bertahan
Citra satelit dari Vantor memperlihatkan situs nuklir Iran di Natanz dengan beberapa kerusakan yang diduga akibat serangan, ketika dipublikasi pada Senin (2/3/2026).(VANTOR via AFP)
19:24
5 Mei 2026

Serangan AS-Israel Tak Cukup Tangguh, Fasilitas Nuklir Iran Masih Bertahan

- Citra satelit menunjukkan sebagian besar dari kemampuan nuklir Iran tampaknya masih bertahan, menurut laporan CNN, Selasa (5/5/2026).

Sebelumnya Amerika Serikat (AS) mengatakan telah menghancurkan kemampuan nuklir Teheran.

Universitas, pabrik produksi uranium, dan titik-titik penting lainnya dalam rantai pasokan nuklir Iran telah menjadi sasaran serangan AS dan Israel dalam beberapa bulan terakhir.

Namun, citra satelit menunjukkan tidak semua elemen tersebut telah terkena serangan, dan para ahli nuklir mengatakan kepada CNN bahwa belum jelas seberapa efektif serangan yang berhasil sekalipun.

Baca juga: Tak Bisa Dinego, Mojtaba Khamenei Berkukuh Pertahankan Nuklir Iran


Laporan tersebut menyatakan, dalam serangan terbaru oleh AS dan Israel, beberapa bagian terpenting untuk penyimpanan uranium yang sangat diperkaya “mungkin tidak tersentuh sama sekali," meskipun sebagian besar proses produksi rusak parah.

Disebutkan bahwa Tambang Uranium Saghand, tempat bahan baku ditambang, telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan sitra terbaru sejak serangan terakhir tidak menunjukkan bukti kerusakan, dengan alat berat masih beroperasi di lokasi tersebut.

Tempat-tempat seperti Fasilitas Konversi Uranium Isfahan, di mana material tersebut dimurnikan dan diubah menjadi uranium heksafluorida, menjadi masalah terbesar bagi AS dan Israel.

Baca juga: Badan Nuklir Dunia Ungkap Lokasi Uranium Iran, Diduga Ada di Isfahan

IAEA sebut uranium Iran kemungkinan ada di Isfahan

Foto dari satelit Maxar memperlihatkan lokasi salah satu situs nuklir Iran. Israel pada Jumat (20/6/2025) menyerang fasilitas nuklir Isfahan di Iran untuk kali kedua, ketika perang memasuki hari kesembilan. Tanggapan Iran, Israel, dan PBB soal AS soal AS Serang 3 Situs Nuklir di TeheranMAXAR TECHNOLOGIES via AFP Foto dari satelit Maxar memperlihatkan lokasi salah satu situs nuklir Iran. Israel pada Jumat (20/6/2025) menyerang fasilitas nuklir Isfahan di Iran untuk kali kedua, ketika perang memasuki hari kesembilan. Tanggapan Iran, Israel, dan PBB soal AS soal AS Serang 3 Situs Nuklir di Teheran

Sebagian besar uranium yang sangat diperkaya milik Iran diduga berada di kompleks nuklir Isfahan, kata kepala Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi kepada Associated Press, dilansir CBS News, Rabu 29/4/2026).

Isfahan adalah salah satu wilayah Iran yang dibombardir oleh serangan udara Israel tahun lalu dan menghadapi beberapa serangan kecil dalam perang dengan AS-Israel tahun ini.

Grossi mengatakan dalam sebuah wawancara, Selasa (28/4/2026), IAEA memiliki citra satelit yang menunjukkan dampak serangan AS-Israel terbaru terhadap Iran dan terus mendapatkan informasi.

Baca juga: Selat Hormuz Jadi Taruhan, Iran Minta Isu Nuklir Tak Dibahas Dulu

Inspeksi IAEA di Isfahan berakhir ketika Israel melancarkan perang 12 hari pada Juni 2025, yang mengakibatkan Amerika Serikat membom tiga fasilitas nuklir Iran.

Badan pengawas nuklir PBB ini meyakini bahwa sebagian besar uranium yang diperkaya tinggi milik Iran masih berada di sana.

"(Uranium Iran) disimpan di sana pada Juni 2025 ketika perang 12 hari pecah, dan telah berada di sana sejak saat itu," kata Grossi.

"Kami belum dapat memeriksa atau menyangkal material tersebut ada di sana dan apakah segel (segel IAEA) masih ada di sana. "Saya harap kami dapat melakukan itu," lanjut dia.

Baca juga: Menilik Kota Hantu yang Pernah Jadi Simbol Kebanggaan Nuklir Soviet

Gambar dari satelit Airbus menunjukkan sebuah truk yang bermuatan 18 kontainer biru memasuki terowongan di Pusat Teknologi Nuklir Isfahan pada 9 Juni 2025, tepat sebelum dimulainya perang Juni.

Kontainer-kontainer tersebut, yang diyakini berisi uranium yang sangat diperkaya, kemungkinan masih berada di sana.

Grossi menambahkan, IAEA juga ingin memeriksa fasilitas nuklir Iran di Natanz dan Fordo, di mana terdapat juga beberapa material nuklir.

Uranium Iran menjadi salah satu isu utama yang menghambat negosiasi damai antara Washington dan Teheran.

Tag:  #serangan #israel #cukup #tangguh #fasilitas #nuklir #iran #masih #bertahan

KOMENTAR