Laporan CIA Bocor, Iran Disebut Masih Punya 70 Persen Rudal, Bantah Klaim Trump
Iran disebut masih memiliki sekitar 70 persen dari total stok rudalnya sebelum perang meski telah digempur serangan Amerika Serikat dan Israel, menurut laporan Badan intelijen AS, CIA.
Hal ini bertolak belakang dengan klaim Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya mengatakan bahwa kemampuan rudal Teheran sudah “hampir hancur”.
Menurut laporan The Washington Post yang mengutip analisis CIA, Iran juga telah membuka kembali sebagian besar fasilitas penyimpanan bawah tanahnya, memperbaiki rudal yang rusak, bahkan merakit rudal baru setelah serangan militer berlangsung.
Baca juga: Bentrok Lagi di Selat Hormuz, AS Hantam Tanker Iran Usai 3 Kapal Perangnya Diserang
Klaim Trump berbeda dengan analisis CIA
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim bahwa stok rudal Iran telah “hampir musnah”.
Donald Trump pada Selasa (7/5/2026) mengatakan di Ruang Oval bahwa stok rudal Iran telah “hampir musnah”.
“Rudal mereka sebagian besar sudah dihancurkan, mungkin tinggal 18 atau 19 persen saja dibanding sebelumnya,” kata Trump, seperti dikutip The Telegraph.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga tetap bersikeras kemampuan peluncuran rudal Iran telah mengalami kerusakan besar.
“Rencana mereka adalah membangun perisai konvensional dengan ribuan rudal, drone, dan roket sehingga mereka tidak bisa diserang,” ujar Rubio saat memberi pengarahan kepada wartawan.
“Di balik perisai konvensional itu, mereka kemudian akan bebas melakukan apa pun terhadap program nuklir mereka. Sekarang mereka tidak lagi memiliki perisai konvensional itu,” lanjutnya.
Namun, analisis CIA justru menyebut Iran masih mempertahankan sekitar 75 persen peluncur bergerak yang digunakan untuk menembakkan rudal.
AS mulai fokus tekanan ekonomi
Pemerintahan Trump kini disebut mulai mengalihkan fokus pada tekanan ekonomi terhadap Iran.
Dengan melakukan blokade pada Pelabuhan Iran, Trump meyakini akan lebih efektif dibanding pengeboman untuk memaksa Teheran memberikan konsesi di meja perundingan.
Namun, analisis CIA menyebut Iran kemungkinan masih mampu bertahan menghadapi blokade selama tiga hingga empat bulan sebelum mengalami dampak ekonomi yang lebih parah.
Seorang pejabat AS bahkan menilai perkiraan itu mungkin meremehkan daya tahan rezim Iran.
Baca juga: Trump Melunak, AS-Iran Makin Dekati Akhir Perang
“Para pemimpin mereka radikal, bertekad kuat, dan semakin percaya diri bahwa mereka bisa bertahan lebih lama dibanding kemauan politik AS serta mempertahankan represi domestik untuk meredam perlawanan,” kata pejabat tersebut.
Meski demikian, seorang pejabat senior intelijen AS tetap menegaskan bahwa blokade pelabuhan Iran telah memberikan dampak serius.
“Blokade ini menimbulkan kerusakan nyata yang terus bertambah — memutus perdagangan, menghancurkan pemasukan, dan mempercepat keruntuhan ekonomi sistemik,” ujarnya.
Ia juga mengeklaim bahwa militer Iran telah mengalami kerusakan berat.
“Militer Iran telah dilemahkan secara besar-besaran, angkatan lautnya hancur, dan para pemimpinnya bersembunyi. Yang tersisa hanyalah keinginan rezim untuk membiarkan rakyat sipil menderita demi memperpanjang perang yang mana mereka sebenarnya kalah,” lanjut sumber tersebut.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent bahkan mengatakan, blokade itu akan membuat Iran kehilangan pendapatan sekitar 170 juta dollar AS (sekitar Rp 2,9 triliun) per hari ketika fasilitas penyimpanan minyak di Pulau Kharg, terminal utama ekspor minyak Iran, mulai penuh.
Namun, sumber lain menyebut Teheran masih menyimpan minyak di kapal tanker dan berpotensi mengurangi dampak tekanan ekonomi AS dengan menyelundupkan minyak melalui jalur darat.
Gedung Putih klaim Trump “pegang semua kartu”
Dalam kesempatan terpisah, juru bicara Gedung Putih Anna Kelly menegaskan bahwa Iran telah “dihancurkan secara militer”.
“Rudal balistik mereka dihancurkan, fasilitas produksinya dibongkar, angkatan lautnya ditenggelamkan, dan kelompok proksi mereka dilemahkan,” kata Kelly.
Ia menambahkan, Iran kini juga “dicekik secara ekonomi” melalui operasi yang disebut “Operation Economic Fury”.
“Rezim Iran memahami sepenuhnya bahwa kondisi mereka saat ini tidak berkelanjutan, dan Presiden Trump memegang semua kartu saat para negosiator bekerja mencapai kesepakatan,” ujarnya.
Baca juga: Tak Biasa, Iran Dilaporkan Mau Pakai Lumba-lumba Pembawa Ranjau demi Terobos Blokade AS
Tag: #laporan #bocor #iran #disebut #masih #punya #persen #rudal #bantah #klaim #trump