3 Kapal Perang AS Diserang Iran di Selat Hormuz, Rudal dan Drone Diluncurkan
Helikopter Apache AH-64 terbang saat berpatroli di Selat Hormuz pada 17 April 2026, di tengah perang Iran melawan Amerika Serikat-Israel, yang berujung blokade jalur air strategis tersebut.(US CENTRAL COMMAND (CENTCOM) via AFP)
10:18
8 Mei 2026

3 Kapal Perang AS Diserang Iran di Selat Hormuz, Rudal dan Drone Diluncurkan

Sebanyak tiga kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat dilaporkan diserang pasukan Iran di Selat Hormuz pada Kamis (7/5/2026) waktu setempat.

Insiden ini terjadi saat Presiden AS Donald Trump baru saja mengumumkan bahwa AS dan Iran hampir mencapai kesepakatan damai.

Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyebut Iran meluncurkan rudal, drone, dan kapal kecil ke arah kapal perang AS yang sedang melintas di selat strategis tersebut.

Baca juga: Laporan CIA Bocor, Iran Disebut Masih Punya 70 Persen Rudal, Bantah Klaim Trump

Iran klaim balas serangan AS

Dilansir Al Jazeera, Markas Pusat Khatam al-Anbiya milik militer Iran menyatakan bahwa AS sebelumnya telah melanggar gencatan senjata dengan menyerang kapal tanker minyak Iran dan melancarkan serangan udara ke wilayah sipil, termasuk Pulau Qeshm.

“Militer agresor, teroris, dan perampok Amerika, dengan melanggar gencatan senjata, menargetkan sebuah kapal tanker minyak Iran,” demikian pernyataan militer Iran.

Iran juga mengeklaim bahwa serangan balasan mereka menyebabkan “kerusakan signifikan” pada kapal-kapal AS.

Militer Iran menegaskan akan memberikan “respons menghancurkan tanpa sedikit pun keraguan” terhadap setiap agresi.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyebut pihaknya menggunakan berbagai jenis rudal balistik, rudal jelajah antikapal, serta drone berkepala peledak dalam operasi tersebut.

AS Sebut tiga kapal perusak jadi target

Mengutip laporan ABC News, CENTCOM mengatakan bahwa tiga kapal perusak AS yakni USS Truxtun, USS Rafael Peralta, dan USS Mason tengah melintasi Selat Hormuz ketika pasukan Iran “meluncurkan sejumlah rudal, drone, dan kapal kecil”.

Namun, menurut militer AS, seluruh serangan berhasil dicegat dan tidak ada kapal yang terkena hantaman amunisi langsung.

Dalam pernyataannya, CENTCOM mengatakan bahwa pihaknya “mencegat serangan Iran yang tidak diprovokasi” dan melakukan “serangan bela diri” terhadap fasilitas militer Iran yang dianggap bertanggung jawab atas serangan tersebut.

“Tidak ada aset AS yang terkena serangan,” kata CENTCOM.

Baca juga: Project Freedom Buyar dalam Hitungan Jam, Internal Trump Dinilai Plin-plan soal Iran

Meski demikian, militer AS menegaskan, mereka tetap siaga untuk melindungi pasukan Amerika di kawasan, walaupun tidak menginginkan eskalasi lebih lanjut.

AS masih blokade Pelabuhan Iran

Bentrokan terbaru ini juga menjadi respons militer pertama Iran terhadap blokade pelabuhan-pelabuhan Iran oleh AS dalam beberapa pekan terakhir. Washington sebelumnya menyita sejumlah kapal Iran dan memaksa puluhan kapal lainnya berbalik arah.

Di saat bersamaan, Iran juga memperketat kontrol di Selat Hormuz dengan membentuk lembaga baru bernama Persian Gulf Strait Authority untuk mengatur izin dan pungutan bagi kapal yang melintas.

Langkah Iran itu memicu kekhawatiran internasional karena Selat Hormuz merupakan jalur vital pengiriman minyak, gas, dan produk energi dunia.

Pakar hukum maritim menilai upaya Iran memeriksa dan mengenakan pajak terhadap kapal yang melintas melanggar hukum internasional, termasuk Konvensi PBB tentang Hukum Laut yang menjamin hak lintas damai di perairan teritorial.

Di tengah memanasnya situasi, laporan menyebut Washington dan Teheran sebenarnya tengah melakukan pembicaraan intensif untuk mengakhiri konflik yang berlangsung selama dua bulan terakhir.

Baca juga: Bentrok Lagi di Selat Hormuz, AS Hantam Tanker Iran Usai 3 Kapal Perangnya Diserang

Tag:  #kapal #perang #diserang #iran #selat #hormuz #rudal #drone #diluncurkan

KOMENTAR