Trump Sebut Rusia-Ukraina Sepakat Gencatan Senjata 3 Hari, Ada Pertukaran 1.000 Tahanan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menyampaikan pidato kenegaraan mengenai konflik Timur Tengah di Cross Hall, Gedung Putih, Washington DC, 1 April 2026.(AFP/POOL/ALEX BRANDON)
10:54
9 Mei 2026

Trump Sebut Rusia-Ukraina Sepakat Gencatan Senjata 3 Hari, Ada Pertukaran 1.000 Tahanan

Upaya diplomatik untuk meredakan perang Rusia-Ukraina kembali menguat setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata sementara selama tiga hari.

Gencatan senjata itu dijadwalkan berlangsung pada 9-11 Mei 2026 dan mencakup penghentian seluruh aktivitas militer dari kedua pihak.

Kesepakatan tersebut juga mencakup pertukaran 1.000 tahanan dari masing-masing pihak.

Baca juga: Menlu Iran ke Rusia, Dorong Upaya Akhiri Konflik dengan AS dan Israel

“Saya dengan senang hati mengumumkan akan ada gencatan senjata selama tiga hari (9, 10, dan 11 Mei) dalam perang antara Rusia dan Ukraina,” tulis Trump di platform Truth Social, Jumat (8/5/2026).

Trump mengatakan, permintaan gencatan senjata itu telah ia sampaikan langsung kepada Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada kedua pemimpin tersebut karena menyetujui usulan penghentian sementara pertempuran.

“Permintaan itu saya sampaikan langsung, dan saya sangat menghargai persetujuan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky,” ujar Trump.

Trump berharap jeda pertempuran selama tiga hari itu dapat menjadi langkah awal menuju penyelesaian perang Rusia-Ukraina.

Menurut Trump, pembicaraan untuk mengakhiri perang terus berjalan dan menunjukkan perkembangan positif.

“Pembicaraan terus berlanjut untuk mengakhiri konflik besar ini, yang terbesar sejak Perang Dunia II, dan kita semakin dekat menuju tujuan itu setiap hari,” kata Trump, sebagaimana diberitakan Antara.

Baca juga: Gencatan Senjata Rusia-Ukraina Saat Paskah, Ini Fakta dan Dampaknya

Trump buka peluang gencatan senjata permanen

Trump juga membuka kemungkinan adanya gencatan senjata permanen antara Rusia dan Ukraina.

Hal itu ia sampaikan kepada wartawan sebelum meninggalkan Gedung Putih.

Trump mengatakan, pemerintahannya siap mengirim tim ke Rusia apabila langkah tersebut dapat membantu proses perundingan.

“Saya ingin perang itu berakhir,” ucap Trump.

“Saya telah menyelesaikan delapan perang, bahkan sembilan, dan sekarang tampaknya kita bisa menyelesaikan yang ke-10,” lanjutnya.

Pernyataan Trump muncul setelah utusan khusus Steve Witkoff dan menantu Trump, Jared Kushner, bertemu dengan kepala perunding Ukraina Rustem Umerov di Miami.

Pertemuan tersebut membahas perlunya peningkatan proses diplomatik dan koordinasi langkah menuju perdamaian.

Pembicaraan itu berlangsung saat negosiasi antara Rusia dan Ukraina melambat.

Pada saat yang sama, perhatian internasional juga tertuju pada konflik antara AS-Israel dan Iran.

Baca juga: Zelensky: 11 Negara Minta Bantuan Ukraina Lawan Drone Shahed Iran

Rusia-Ukraina sempat saling tuding

Sebelum pengumuman Trump, Rusia dan Ukraina saling menuding melanggar gencatan senjata dua hari yang diumumkan Rusia.

Gencatan senjata dua hari itu diumumkan bertepatan dengan peringatan Hari Kemenangan Rusia pada 9 Mei.

Kesepakatan gencatan senjata tiga hari kini menjadi salah satu perkembangan terbaru dalam upaya menghentikan perang Rusia-Ukraina.

Tag:  #trump #sebut #rusia #ukraina #sepakat #gencatan #senjata #hari #pertukaran #1000 #tahanan

KOMENTAR