Turkiye Memanas, Polisi Serbu Markas Oposisi Turkiye, Usir Elite Partai
- Aparat kepolisian Turkiye menembakkan gas air mata dan menerobos masuk ke markas partai oposisi utama untuk mengusir para pemimpinnya yang telah digulingkan pada Minggu (24/5/2026).
Langkah ini dilakukan guna mengusir paksa jajaran elite pimpinan partai yang baru saja didepak dari jabatannya melalui pengadilan.
Kepulan gas air mata membubung di dalam gedung Partai Rakyat Republik (CHP), sementara orang-orang di dalamnya berteriak dan melemparkan benda-benda ke arah pintu masuk saat polisi menerobos barikade darurat.
Tidak ada laporan tentang korban luka selama serbuan tersebut.
Baca juga: Turkiye Pangkas Pajak, Bidik Investor Asing Manfaatkan Momentum Perang Iran
Putusan pengadilan
Dikutip dari Reuters, pengadilan Turkiye menggulingkan pemimpin CHP, Ozgur Ozel pada Kamis (21/5/2026) dan membatalkan hasil kongres CHP pada 2023 karena dinilai ada penyimpangan.
Pada Minggu, gubernur Ankara memerintahkan pengusiran orang-orang yang berada di dalam markas besar tersebut.
Pengadilan mengembalikan mantan ketua CHP, Kemal Kilicdaroglu untuk memimpin partai.
Sebagai informasi, Kilicdaroglu sebelumnya telah memimpin CHP selama 13 tahun, tetapi tidak pernah memenangkan pemilihan nasional apa pun.
Baca juga: 428 Aktivis GSF yang Ditahan Israel Dibebaskan, Turkiye Gercep Kirim Pesawat
Ujian demokrasi Turkiye
Para analis menilai, putusan pengadilan tersebut sebagai ujian keseimbangan antara demokrasi dan otokrasi bagi Turkiye.
Sebab, hal itu dapat memperpanjang kekuasaan Erdogan selama 23 tahun.
Pasar keuangan anjlok pada Kamis karena investor khawatir akan kemunduran demokrasi, sebelum pulih kembali pada Jumat (22/5/2026).
"Kita sedang diserang," kata Ozel dalam pesan video yang dibagikan di X saat pasukan keamanan memasuki gedung.
Ia pun bersumpah bahwa CHP mulai akan turun ke jalan, di alun-alun, berbaris menuju kekuasaan.
Baca juga: Turkiye Carter Penerbangan Khusus ke Israel, Jemput Aktivis GSF yang Ditangkap
Ozel kemudian memimpin para pendukungnya berpawai menuju gedung parlemen Turkiye yang berjarak 6 kilometer dan berpidato di hadapan ribuan orang yang meneriakkan "Pengkhianat Kemal," "Putra istana, Kilicdaroglu," dan "Bersatu melawan fasis".
"Sampai perjuangan ini membebaskan partai dari pendudukan, markas besar kami ada di sini," kata Ozel kepada kerumunan sebelum memasuki gedung parlemen.
Anggota parlemen CHP pada Sabtu (23/5/2026) memilihnya sebagai pemimpin kelompok parlemen partai tersebut.
Kepemimpinan CHP yang telah digulingkan menyerukan para pendukungnya untuk melakukan protes di tiga lokasi di kota terbesar Turkiye, Istanbul pada Minggu malam.
Baca juga: Turkiye Carter Penerbangan Khusus ke Israel, Jemput Aktivis GSF yang Ditangkap
Kecam putusan pengadilan
Ozgur Ozel, mantan ketua Partai Rakyat Republik (CHP) yang merupakan partai oposisi utama, sedang memberi isyarat di atas kendaraan penyemprot air saat ia dan para pendukungnya berbaris menuju Majelis Nasional Agung Turki (TBMM) setelah penggerebekan polisi di markas partai di Ankara.
Kepemimpinan CHP yang digulingkan di bawah Ozel mengutuk putusan pengadilan itu dan menganggapnya sebagai "kudeta yudisial".
Ozel berjanji akan melawannya melalui banding hukum dan tetap berada di markas Ankara.
Pada Sabtu, Ozel menyerukan agar kongres partai baru diadakan sesegera mungkin, sementara Kilicdaroglu mengatakan bahwa kongres akan diadakan pada waktu yang tepat.
Pemilihan nasional Turkiye berikutnya dijadwalkan pada 2028, tetapi bisa dimajukan jika Erdogan ingin mencalonkan diri lagi.
Baca juga: 12 Tahun Ditutup, Perbatasan Turkiye-Suriah Akhirnya Dibuka
Menurut para analis, putusan pengadilan meningkatkan peluang pemungutan suara lebih awal.
Sementara itu, pemerintah membantah kritik bahwa mereka menggunakan pengadilan untuk menargetkan lawan politik, dengan menegaskan bahwa lembaga peradilan bersifat independen.
Media pemerintah melaporkan, polisi telah menahan 13 orang dalam penyelidikan terkait kongres tahun 2023.
Mereka menghadapi tuduhan melanggar undang-undang tentang partai politik, menerima suap, dan pencucian uang hasil kejahatan.
Tag: #turkiye #memanas #polisi #serbu #markas #oposisi #turkiye #usir #elite #partai