Drone Canggih AS Ditembak Iran, Washington Balas Hancurkan Radar
- Amerika Serikat (AS) menyerang sejumlah situs radar dan pusat komando Iran menyusul penembakan jatuh drone MQ-1 Predator milik AS oleh pasukan Iran pada Minggu (1/6/2026).
Komando Pusat AS atau Central Command (Centcom) membenarkan insiden penembakan drone tersebut sekaligus mengonfirmasi serangan balasan yang dilakukan pasukan AS.
"Serangan yang terukur dan disengaja itu dilakukan pada Sabtu dan Minggu sebagai respons atas tindakan agresif Iran, termasuk penembakan drone MQ-1 milik AS yang sedang beroperasi di atas perairan internasional," kata Centcom dalam sebuah pernyataan.
Baca juga: Trump Murka Oman Terlalu Dekat dengan Iran, UEA dan Saudi Ikut Kesal
"Pesawat tempur AS segera merespons dengan melumpuhkan pertahanan udara Iran, sebuah stasiun kontrol darat, serta dua drone serangan satu arah yang menjadi ancaman nyata bagi kapal-kapal yang melintas di perairan regional," lanjut Centcom.
Centcom juga mengumumkan bahwa pasukan AS telah "melumpuhkan" sebuah kapal komersial berbendera Gambia, M/V Lian Star, setelah kapal itu mengabaikan 20 peringatan dari pasukan AS dan terus berlayar menuju Iran.
"Sebuah pesawat AS melumpuhkan kapal itu dengan menembakkan rudal Hellfire ke ruang mesin M/V Lian Star, setelah awaknya gagal mematuhi perintah. Kapal tersebut tidak lagi berlayar menuju Iran," kata Centcom.
Sejak blokade terhadap pelabuhan Iran dimulai, pasukan AS setidaknya telah melumpuhkan lima kapal komersial dan mengarahkan ulang 116 kapal lainnya, sebagaimana dilansir Washington Times, Minggu (31/5/2026).
Baca juga: Arab Saudi Kecam Serangan Iran ke Kuwait, Sebut Langgar Hukum Internasional
Blokade laut itu merupakan respons Washington terhadap upaya Teheran menutup Selat Hormuz, jalur vital bagi 20 persen minyak dunia.
AS membalas dengan blokade angkatan laut untuk menekan ekonomi Iran.
Sebelumnya, media pemerintah Iran melaporkan bahwa pasukan negara itu berhasil menembak jatuh drone MQ-1 Predator milik AS pada Minggu.
"Drone itu segera dilacak oleh sistem pertahanan udara (Iran) dan dijadikan target oleh rudal permukaan-ke-udara canggih sebelum sempat melancarkan serangan apa pun," lapor kantor berita Fars News Agency yang dikelola pemerintah Iran.
Insiden penembakan ini merupakan yang terbaru dalam rangkaian panjang kehilangan alutsista udara AS selama konflik dengan Iran.
Baca juga: Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel dan Hizbullah, Selamatkan Negosiasi dengan Iran?
Menurut laporan terbaru dari Congressional Research Service, total 42 pesawat AS telah hilang.
Di antaranya adalah 24 drone MQ-9 Reaper, empat jet tempur F-15E Strike Eagle, satu F-35, dan tujuh pesawat pengisi bahan bakar KC-135.
Pada hari yang sama, seorang pejabat AS mengungkapkan kepada CBS News bahwa empat anggota militer dan tiga kontraktor sipil AS terluka pekan lalu akibat serangan rudal balistik Iran ke sebuah pangkalan Amerika di Kuwait.
Negosiasi tetap jalan
Di tengah serangkaian bentrokan militer itu, Washington dan Teheran dilaporkan mendekati kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata, meski status persis perundingan tersebut masih belum jelas.
Presiden AS Donald Trump mengungkapkan dalam wawancara akhir pekan dengan Fox News bahwa teks perjanjian sementara antara AS dan Iran kini juga mencakup komitmen Teheran untuk tidak membeli senjata nuklir.
Baca juga: Iran Setop Sementara Perundingan dengan AS, Salahkan Israel
"Jadi sekarang (perjanjian itu) menyatakan, 'Kami tidak akan mengembangkan atau dengan cara apa pun membeli senjata militer.' Itu perbedaan yang besar. Jadi kami mendapatkan apa yang kami inginkan, perlahan-lahan, negosiator yang sangat tangguh," kata Trump.
"Butuh waktu lama. Saya tidak terburu-buru. Jika Anda terburu-buru, Anda tidak akan mendapat kesepakatan yang baik," imbuhnya.
Pemerintahan Trump dilaporkan juga telah mengirimkan kerangka perdamaian yang direvisi kepada Iran untuk ditinjau, yang mencakup tuntutan konsesi lebih keras dari Trump.
Trump menyebut akan membuat "keputusan akhir" mengenai apakah dia akan menyetujui nota kesepahaman 60 hari untuk memperpanjang gencatan senjata AS dengan Iran.
Baca juga: Trump Sesumbar Negosiasi dengan Iran Makin Cepat, Teheran Malah Ancam Perluas Perang
Tag: #drone #canggih #ditembak #iran #washington #balas #hancurkan #radar