Israel Siapkan Mega Proyek Rp 81,5 T di Utara, Tepat di Depan Lebanon
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan alokasi dana sebesar 13 miliar shekel (sekitar Rp 81,5 triliun) untuk memperkuat keamanan dan mengembangkan wilayah utara Israel yang berbatasan dengan Lebanon.
Kawasan tersebut mengalami kerusakan dan tekanan keamanan akibat berminggu-minggu serangan yang dilancarkan kelompok Hezbollah yang didukung Iran.
Pengumuman itu disampaikan pada Selasa (2/6/2026) setelah pemerintah Israel menyetujui paket kebijakan yang oleh kantor Netanyahu disebut sebagai mega proyek untuk wilayah utara.
Baca juga: Trump Caci Maki Netanyahu soal Serangan ke Beirut, Hubungan AS-Israel Retak?
Total investasi capai Rp 81,5 triliun
Netanyahu mengatakan, pemerintah telah mengambil keputusan besar untuk memperkuat kawasan utara Israel.
"Pemerintah hari ini membuat keputusan dramatis untuk memperkuat wilayah utara. Kami menginvestasikan lebih dari 13 miliar shekel hari ini, di samping tujuh miliar yang telah kami berikan sebelumnya — total 20 miliar shekel akan dialokasikan untuk komunitas-komunitas di wilayah utara," kata Netanyahu.
Paket tersebut terdiri dari tiga keputusan utama yang mencakup aspek keamanan dan pembangunan jangka panjang.
Ribuan shelter baru dan renovasi fasilitas perlindungan
Keputusan pertama mencakup pembangunan 1.800 shelter atau tempat perlindungan baru di ruang publik seperti halte bus, pusat perbelanjaan, dan taman. Selain itu, sekitar 500 shelter yang sudah ada akan direnovasi.
Langkah ini ditujukan untuk melindungi warga dari ancaman roket dan drone yang datang dari wilayah perbatasan.
Baca juga: Israel Sebut UEA Sahabat Sejati, Hubungan Makin Erat Saat Perang Iran
Bantuan ruang aman untuk rumah warga
Keputusan kedua mengalokasikan subsidi untuk pembangunan ruang aman di dalam rumah-rumah warga yang tinggal dalam radius sembilan kilometer dari perbatasan Lebanon.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan perlindungan bagi penduduk yang berada di garis depan potensi konflik lintas batas.
Target tarik 100.000 penduduk baru
Asap membubung di lokasi serangan udara Israel yang menargetkan desa Khiam di Lebanon selatan, Selasa (8/10/2024).
Keputusan ketiga berfokus pada pengembangan wilayah utara guna menarik 100.000 penduduk baru.
Pemerintah berencana meningkatkan infrastruktur kesehatan, transportasi, pendidikan, dan pariwisata, sekaligus menciptakan lebih banyak peluang kerja.
"Orang-orang akan berbondong-bondong ke wilayah utara. Saya mengatakan hal yang sama tentang wilayah selatan," ujar Netanyahu, merujuk pada daerah dekat Gaza yang diserang pada 7 Oktober 2023.
"Saat ini permintaan di sana sangat kuat; terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang luar biasa — dan itulah yang juga akan terjadi di sini."
Pemerintah dikritik oposisi
Meski demikian, pemerintah Israel menghadapi kritik dari sejumlah tokoh oposisi yang menilai wilayah perbatasan Lebanon selama ini kurang mendapat perhatian.
Para pemimpin oposisi Yair Lapid, Gadi Eisenkot, dan Naftali Bennett pada Senin (1/6/2026) malam menyoroti bahwa hanya tiga menteri yang menghadiri rapat kabinet yang membahas situasi di wilayah utara.
"Penduduk wilayah utara berhak mendapatkan kepemimpinan yang melihat mereka dan mengurus mereka," tulis Eisenkot di platform X.
Baca juga: Perancis Larang Israel Ikut Pameran Pertahanan Eurosatory karena Konflik Gaza
Tag: #israel #siapkan #mega #proyek #utara #tepat #depan #lebanon