Penasihat Mojtaba Khamenei Beri “Tes” untuk Trump demi Buka Jalan Damai
Penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, mengungkapkan adanya “tes kepercayaan” bagi Presiden Amerika Serikat Donald Trump demi membuka jalan damai.(KHAMENEI.IR via AFP)
17:12
7 Juni 2026

Penasihat Mojtaba Khamenei Beri “Tes” untuk Trump demi Buka Jalan Damai

Mohsen Rezaei, penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, mengungkapkan adanya “tes kepercayaan” bagi Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Tes tersebut bertujuan membuka jalan damai antara kedua negara yang masih terhambat sejak gencatan senjata disepakati pada 8 April lalu.

“Negosiasi berada dalam kebuntuan dan (Presiden AS Donald) Trump harus memecahkan kebuntuan ini. Bola ada di tangan Trump,” kata Rezaei dalam wawancara eksklusif dengan CNN pada Jumat (5/6/2026).

Baca juga: Iran Tolak Ide Trump Bertemu Mojtaba, Sebut Tak Realistis

Iran beri "tes" untuk Trump

Dilansir CNN, Rezaei menuntut pelepasan 12 miliar dollar AS (sekitar Rp 217 triliun) dari dana yang dibekukan segera setelah kesepakatan sementara ditandatangani dengan AS, serta tambahan 12 miliar dollar AS pada tahap berikutnya.

Ia mengatakan, keputusan Trump untuk membuka akses terhadap dana itu akan membangun kepercayaan antara Washington dan Teheran dan menjadi penentu arah hubungan kedua negara.

“Jika dia (Trump) ingin mencapai kesepakatan dengan Iran, dana 24 miliar dollar AS (sekitar Rp 434 triliun) ini adalah tes kepercayaan yang ingin dimiliki Iran terhadap Trump — ini adalah tes yang harus dilalui Amerika dan jalan akan terbuka,” ujar Rezaei.

“Ini adalah uang kami sendiri, bukan uang Amerika,” lanjutnya.

Pemerintahan Trump sebelumnya menyatakan kekhawatiran bahwa pelepasan dana pada tahap ini dapat menghilangkan salah satu alat tekanan utama terhadap Iran.

Trump juga disebut ingin kesepakatan apa pun terlihat jauh lebih kuat dibandingkan perjanjian nuklir Iran tahun 2015.

Iran peringatkan konflik bisa meluas

Dalam wawancara tersebut, Rezaei juga memperingatkan bahwa Iran akan memperluas cakupan konflik jika Amerika Serikat kembali melancarkan serangan.

Ia mengatakan, perang dapat meluas dari Selat Hormuz menuju Samudra Hindia, Selat Bab al-Mandab, Laut Merah, hingga Laut Mediterania.

“Kami akan memberikan dimensi lain pada perang dengan menyerang pangkalan-pangkalan Amerika lainnya yang selama ini telah kami serang,” kata Rezaei.

Namun, ia menambahkan bahwa kemungkinan perang kembali terjadi saat ini tergolong rendah.

Baca juga: Trump Berkelakar soal Mojtaba Khamenei, Ungkap Hubungannya dengan Pemimpin Baru Iran

Rezaei tolak pertemuan Trump dan Mojtaba

Rezaei juga menolak kemungkinan pertemuan antara Trump dan Mojtaba Khamenei dalam waktu dekat. Ia mengatakan bahwa proses saat ini masih berada pada tahap awal negosiasi.

“Ini tidak akan terjadi. Saat ini kami berada dalam tahap pertama negosiasi dan  Trump telah membuat negosiasi terhenti. Ini tidak akan terjadi,” ujarnya.

Sebelumnya, Trump mengatakan bahwa hubungannya dengan Mojtaba Khamenei tampak berjalan baik dan menyebut dirinya akan merasa terhormat jika dapat bertemu dengannya.

Iran klaim kendali atas Selat Hormuz

Warga Iran memandangi kapal-kapal di Selat Hormuz, dari Pantai Suru di Bandar Abbas, 24 April 2026.ISNA/RAZIEH POUDAT via AFP Warga Iran memandangi kapal-kapal di Selat Hormuz, dari Pantai Suru di Bandar Abbas, 24 April 2026.

Selain membahas negosiasi, Rezaei kembali menegaskan klaim Iran bersama Oman atas kendali Selat Hormuz, jalur strategis yang sebelumnya menjadi rute bagi sekitar seperlima minyak dunia dan gas alam cair.

Ia menolak menyebut biaya yang akan dikenakan untuk kapal yang melintas sebagai “tol”, melainkan biaya pemeliharaan karena Iran merasa tidak seharusnya menanggung seluruh biaya pengelolaan selat tersebut.

Adapun Rezaei merupakan tokoh lama dalam struktur keamanan Iran. Ia pernah memimpin Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dan dikenal dekat dengan lingkaran pengambil keputusan strategis Teheran. Ia juga pernah menjabat sebagai anggota Dewan Kemanfaatan Iran serta wakil presiden pada era Presiden Ebrahim Raisi.

Baca juga: Lama Tak Muncul, Kondisi Terkini Mojtaba Khamenei Dibongkar Menlu AS

Tag:  #penasihat #mojtaba #khamenei #beri #untuk #trump #demi #buka #jalan #damai

KOMENTAR