Awal Diet Paling Berat, Ini Tantangan Angga Turunkan Berat Badan 53 Kg
Perjalanan menurunkan berat badan tidak selalu berjalan mulus, bahkan fase awal justru menjadi bagian paling berat bagi banyak orang.
Hal ini juga dialami Pramuda Angga Aditya saat mulai menjalani perubahan gaya hidup untuk menurunkan berat badan.
Dalam wawancara dengan Kompas.com pada Rabu (15/4/2026), Angga mengaku minggu pertama menjadi titik tersulit dalam proses dietnya. Ia harus menghadapi perubahan besar dari kebiasaan lama yang sudah terasa nyaman.
Baca juga: Sempat Nyeri Dada, Angga Turunkan Berat Badan 53 Kg dalam 16 Bulan
Mengubah kebiasaan lama yang sudah terbentuk
Sebelum menjalani diet, Angga terbiasa mengonsumsi minuman manis seperti es kopi susu serta makanan tinggi gula setiap hari.
Ia juga mengaku memiliki kebiasaan makan berlebih, termasuk menambah porsi nasi dalam sekali makan.
Perubahan tersebut membuatnya harus meninggalkan rutinitas yang selama ini dianggap biasa.
“Tantangan terberat itu shifting lifestyle, semua kebiasaan lama harus diubah,” ujar Angga.
Baca juga: Pengalaman Angga Turun 53 Kg, Ini Pandangannya soal Nasi hingga Air Es
Rasa tidak nyaman di awal proses
Tangkapan layar akun Tiktok Angga @fitwithangga. Mengubah kebiasaan makan, menahan godaan makanan favorit, hingga rasa tidak nyaman di awal menjadi tantangan terbesar yang dihadapi Angga saat menurunkan berat badan lebih dari 50 kilogram.
Perubahan gaya hidup membuat Angga merasakan ketidaknyamanan, terutama saat harus menahan keinginan mengonsumsi makanan favorit.
Ia menyadari bahwa proses ini tidak hanya soal fisik, tetapi juga melibatkan kebiasaan dan pola pikir.
Menurutnya, rasa tidak nyaman menjadi bagian yang tidak bisa dihindari dalam proses perubahan.
“Ketidaknyamanan itu bukan hal yang harus dihindari, tapi bagian dari proses menuju kondisi yang lebih baik,” kata Angga.
Baca juga: Cara Angga Turun 53 Kg, dari Puasa hingga Ubah Kebiasaan Makan
Godaan makanan di lingkungan sekitar
Tantangan lain muncul dari lingkungan, terutama saat berada di tempat kerja.
Angga mengaku sering menghadapi godaan makanan seperti donat atau martabak saat rekan kerja merayakan ulang tahun.
Situasi tersebut menjadi ujian tersendiri, terutama di awal proses diet. Ia harus menahan diri di tengah kebiasaan sosial yang sulit dihindari.
Sempat berada di titik hampir menyerah
Angga tidak menampik bahwa ia pernah berada di titik hampir menyerah selama menjalani diet.
Godaan makanan dan perubahan kebiasaan membuatnya beberapa kali merasa ingin kembali ke pola lama. Namun, ia selalu berusaha mengingat tujuan awal yang menjadi motivasi utama.
Menurutnya, kesadaran tersebut membantu dirinya bertahan melewati masa sulit.
Baca juga: Turun 45 Kg dalam 11 Bulan Tanpa Gym, Pria Ini Ubah Pola Makan
Menjadikan tujuan sebagai penguat
Angga mengatakan bahwa alasan ingin hidup lebih sehat dan hadir lebih lama untuk keluarga menjadi penguat terbesar. Ia menjadikan tujuan tersebut sebagai pengingat setiap kali merasa lemah.
Motivasi ini membuatnya tetap bertahan meski proses yang dijalani tidak selalu nyaman. Menurutnya, perubahan besar memang membutuhkan proses yang tidak instan.
Mendokumentasikan perjalanan sebagai pengingat
Selama menjalani diet, Angga juga mendokumentasikan prosesnya melalui akun TikTok @fitwithangga.
Ia membagikan pengalaman sehari-hari, termasuk tantangan yang dihadapi selama menjalani perubahan gaya hidup.
Dokumentasi tersebut menjadi salah satu cara untuk mengingat progres yang sudah dicapai. Selain itu, hal ini juga membantunya tetap konsisten dalam menjalani proses diet.
Baca juga: Turun 13 Kg Lewat Diet, Gilang Termotivasi Saat Kaos Lama Muat Lagi
Tag: #awal #diet #paling #berat #tantangan #angga #turunkan #berat #badan