Anak Tantrum saat Dilarang Main Gadget, Begini Cara Menyikapinya
Ilustrasi anak main gadget sebelum tidur. Orang tua disarankan aktif memantau gim online anak dengan memilih sesuai usia, membatasi durasi main, dan memahami fitur interaktif agar anak tidak kecanduan serta tetap berkembang secara sehat.(Freepik)
20:05
17 April 2026

Anak Tantrum saat Dilarang Main Gadget, Begini Cara Menyikapinya

Melarang anak bermain gadget kerap menjadi tantangan tersendiri bagi orangtua. Tidak jarang, anak justru menunjukkan reaksi emosional seperti menangis atau tantrum ketika keinginannya tidak dipenuhi.

Situasi ini sering membuat orangtua merasa lelah dan akhirnya memilih jalan pintas dengan kembali memberikan gadget agar anak tenang. Padahal, cara tersebut justru dapat memperkuat kebiasaan yang kurang baik.

Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak di FK-KMK UGM, Prof. dr. Mei Neni Sitaresmi, Ph.D, Sp.A(K) mengungkapkan, konsistensi menjadi kunci utama dalam menghadapi kondisi ini.

“Terkadang bapak atau ibunya merasa capek, lalu anaknya tantrum minta main gadget, alhasil dikasih begitu saja,” tutur Prof. Mei saat diwawancarai Kompas.com, Sabtu (11/4/2026).

Menurutnya, sikap tidak konsisten justru membuat anak semakin sulit diatur dan cenderung mengulangi perilaku yang sama.

Baca juga: Larang Anak Main Gadget? Ahli Imbau Orangtua Juga Harus Konsisten Menjadi Contoh

Pentingnya konsistensi orangtua

Dalam menerapkan aturan terkait penggunaan gadget, orangtua perlu memiliki kesepakatan yang jelas dan diterapkan secara konsisten oleh seluruh anggota keluarga.

“Padahal konsistensi antara kedua orangtua dan anggota keluarga lainnya dalam menerapkan larangan gadget ini penting dan harus disepakati bersama,” jelas Prof. Mei.

Jika aturan tidak diterapkan secara konsisten, anak akan melihat adanya celah untuk mendapatkan apa yang diinginkan.

Hal ini dapat membuat tantrum menjadi cara yang efektif bagi anak untuk mencapai tujuannya.

Biarkan anak meluapkan emosi

Saat anak tantrum, banyak orangtua merasa perlu segera menghentikan tangisan tersebut. Namun, Prof. Mei menyarankan pendekatan yang berbeda.

“Kalau anak tantrum, diamkan saja, selama anak tidak membahayakan diri dan keselamatannya, maka biarkan dia meluapkan emosinya,” ujarnya.

Pendekatan ini bertujuan agar anak belajar mengenali dan mengelola emosinya sendiri. Selain itu, orangtua juga tidak memberikan respons yang justru memperkuat perilaku tantrum.

“Hal ini tujuannya agar tantrum tersebut tidak jadi senjata anak supaya bisa dibiarkan bermain gadget,” lanjutnya.

Berikan alternatif aktivitas yang menarik

Mengalihkan perhatian anak ke aktivitas lain dapat menjadi cara efektif untuk mengurangi ketergantungan pada gadget.

Orangtua disarankan untuk menyediakan berbagai kegiatan yang lebih menarik dan interaktif, seperti membaca, menggambar, atau bermain peran.

“Berikan alternatif kegiatan atau permainan lain supaya anak tidak bosan selama tidak bermain gadget. Namun, pastikan orangtua juga terlibat bermain bersama anak,” kata Prof. Mei.

Keterlibatan orangtua dalam aktivitas anak menjadi hal penting agar anak merasa diperhatikan dan tetap mendapatkan pengalaman bermain yang menyenangkan tanpa gadget.

Orangtua harus jadi contoh

Selain memberikan alternatif aktivitas, orangtua juga perlu menunjukkan perilaku yang konsisten dalam penggunaan gadget. Anak cenderung meniru apa yang dilakukan oleh orangtuanya.

“Jangan sampai anaknya dilarang bermain HP, ternyata orangtuanya sibuk main HP di depan anak, maka wajar saja anak marah,” imbau Prof. Mei.

Keteladanan menjadi faktor penting dalam membentuk kebiasaan anak. Dengan memberikan contoh yang baik, orangtua dapat membantu anak memahami batasan penggunaan gadget secara lebih efektif.

Menghadapi anak tantrum memang tidak mudah, tetapi dengan pendekatan yang tepat dan konsisten, orangtua dapat membantu anak mengelola emosinya sekaligus membentuk kebiasaan yang lebih sehat di era digital.

Baca juga: Ahli Ungkap Masalah Tumbuh Kembang Tersering akibat Gawai

Tag:  #anak #tantrum #saat #dilarang #main #gadget #begini #cara #menyikapinya

KOMENTAR