Psikolog Bagikan 6 Cara Ajarkan Anak Perempuan Kenali Batasan Diri
- Konsep batasan diri (personal boundaries) merupakan kemampuan seseorang untuk memahami, menetapkan, dan menjaga apa yang membuatnya nyaman atau tidak, baik secara fisik atau emosional
Mengajarkan anak perempuan memahami batasan diri menjadi salah satu bekal penting untuk melindungi dirinya dari potensi kekerasan atau pelecehan.
Pembelajaran tentang batasan diri perlu dimulai dari lingkungan terdekat, yakni keluarga. Berikut enam cara orangtua mengajarkan anak perempuan pada batasan diri menurut psikolog.
Baca juga: 5 Tanda Kamu Terlalu Bergantung pada Validasi Pria, Termasuk Mengabaikan Batasan Diri
Cara ajarkan anak untuk mengenal batasan diri
1. Berikan contoh aturan yang konsisten di rumah
Psikolog Anak dan Remaja, Fabiola Priscilla, M.Psi, menekankan, sebelum anak memahami konsep batasan, mereka perlu melihat contoh nyata dari orangtua dalam menjalankan aturan.
“Sebelum mengajarkan tentang batasan, pastikan anak perempuan melihat contoh bagaimana konsisten mempertahankan aturan sederhana,” kata Fabiola saat diwawancarai Kompas.com, Selasa (21/4/2026).
Misalnya, ketika orangtua menetapkan aturan terkait penggunaan gawai, konsistensi dalam menjalankan aturan tersebut akan membuat anak memahami bahwa batasan bukan hanya untuk diucapkan, tetapi juga dijalankan.
Baca juga: Ahli Ungkap Masalah Tumbuh Kembang Tersering akibat Gawai
2. Ajarkan bahwa aturan harus dipatuhi
Pemahaman mengenai pentingnya aturan menjadi dasar bagi anak dalam mengenali batasan dirinya. Anak yang terbiasa dengan aturan akan lebih mudah memahami mana yang boleh dan tidak.
“Pemahaman bahwa batasan dan aturan harus ditaati akan memudahkan mereka untuk mengenal batasan diri,” ujarnya.
Dengan demikian, anak tidak hanya mengikuti aturan, tetapi juga belajar menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Tips Pengasuhan Anak agar Resilien Hadapi Masalah
3. Bangun kemampuan mengendalikan diri dan menyayangi diri
Selain memahami aturan, anak juga perlu memiliki kemampuan mengendalikan diri serta rasa sayang terhadap dirinya. Kedua hal ini saling berkaitan dalam membentuk batasan yang sehat.
“Kemampuan mengendalikan diri memudahkan anak perempuan untuk tegas menetapkan "aku yang pegang kendali atas diriku", sehingga anak mengenal tubuhnya sebagai miliknya,” jelasnya.
Dengan bekal ini, anak akan lebih sadar terhadap kebutuhan dan kenyamanan dirinya.
Baca juga: 5 Keterampilan Penting untuk Anak Usia 5 Tahun
4. Beri ruang diskusi dan hargai pendapat anak
Dalam proses belajar batasan diri, Psikolog Anak, Remaja, dan Keluarga Farraas Afiefah Muhdiar, M.Sc., M.Psi., Psikolog menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara orangtua dan anak.
“Orangtua tentu perlu menetapkan aturan di rumah. Ada aturan yang harus diikuti anak ketika ada di rumah, tapi mereka tetap boleh punya boundaries sendiri,” ujarnya.
Jika anak memberikan alasan yang logis, penting bagi orangtua untuk menghargainya agar anak merasa didengar dan dihargai.
“Ketika anak nggak nyaman atau nggak setuju, maka ada ruang untuk diskusi dan menemukan jalan tengah yang bisa disepakati keduanya,” jelasnya.
Baca juga: Terlalu Lama Pakai Medsos Bikin Remaja Tak Bahagia
5. Ajarkan batasan fisik secara jelas
Mengajarkan batasan tidak hanya sebatas emosi, tetapi juga fisik. Orangtua perlu membantu anak memahami bagian tubuh dan perlakuan yang membuatnya nyaman atau tidak.
“Mengajarkan anak tentang batasan tentu orang tua juga perlu kasih tahu ya batasan-batasannya apa, termasuk batasan secara fisik,” kata Farraas.
“Orangtua perlu ajarkan anak sentuhan mana yang boleh dan tidak boleh. Perlakuan seperti apa yang membuat anak merasa nyaman dan tidak,” lanjutnya.
Baca juga: 4 Tanda Hubungan Penuh Kekerasan Emosional, Waspadai Sejak Awal
6. Latih anak untuk bersikap tegas sejak dini
Kemampuan menetapkan batasan akan membantu anak bersikap tegas dalam berbagai situasi sosial. Anak juga belajar mengomunikasikan ketidaknyamanan dengan cara yang santun.
“Kemampuan untuk menetapkan batasan akan menghindarkan anak perempuan dari tekanan sosial yang berlebihan juga mampu untuk bersikap tegas menolak perlakukan yang tidak nyaman,” pungkas Fabiola.
Melalui pembiasaan ini, anak tidak hanya memahami batasan diri, tetapi juga mampu mempertahankannya.
Hal ini menjadi bekal penting agar anak tumbuh dengan rasa aman, percaya diri, dan mampu menjaga dirinya di berbagai situasi.
Baca juga: Kenali Tanda-tanda Trauma pada Balita Korban Kekerasan Seksual
Tag: #psikolog #bagikan #cara #ajarkan #anak #perempuan #kenali #batasan #diri