Bagaimana Menghadapi Duka Kehilangan? Ini Kata Psikolog
Ilustrasi berduka.(Dok. Freepik/Freepik)
18:10
2 Mei 2026

Bagaimana Menghadapi Duka Kehilangan? Ini Kata Psikolog

Kehilangan orang tersayang adalah salah satu pengalaman emosional paling berat dalam hidup.

Rasa sedih, hampa, bahkan marah bisa datang silih berganti tanpa bisa diprediksi.

Dalam psikologi, proses ini dikenal sebagai grieving process atau proses berduka, sebuah perjalanan batin yang dialami setiap individu dengan cara yang berbeda.

Psikolog anak, remaja, dan keluarga, Sani Budiantini Hermawan, menjelaskan bahwa tidak ada standar baku dalam menghadapi duka.

Setiap orang memiliki ritme dan cara masing-masing dalam memproses kehilangan.

Karena itu, penting untuk tidak membandingkan diri dengan orang lain atau merasa “tidak normal” saat berduka.

“Ada beberapa tahapan yang mungkin harus kita lewati dulu sebelum akhirnya kita benar-benar menerima proses kedukaan atau kehilangan yang memang sedang terjadi sama kita,” ujarnya dikutip dari ANTARA, Sabtu (2/4/2026).

Baca juga: 4 Cara Sehat Memproses Duka Usai Ditinggal Sahabat Selamanya

Emosi yang Muncul saat Berduka

Saat kehilangan, seseorang bisa mengalami berbagai emosi yang kompleks.

Rasa rindu terhadap sosok yang telah tiada sering kali muncul bersamaan dengan perasaan kehilangan yang mendalam.

Tidak jarang pula muncul penyesalan atas hal-hal yang belum sempat dilakukan atau diungkapkan.

Selain itu, emosi seperti sedih dan marah juga bisa hadir secara bersamaan. Kondisi ini adalah hal yang wajar.

Dalam banyak kasus, emosi tersebut tidak datang sekali lalu hilang, tetapi bisa muncul berulang kali, bahkan dalam intensitas yang berbeda.

Hal lain yang perlu dipahami adalah adanya kemungkinan delay effect atau efek tertunda dalam proses berduka.

Seseorang mungkin terlihat baik-baik saja di awal, tetapi justru merasakan kesedihan yang lebih kuat di kemudian hari.

Ini bukan tanda kelemahan, melainkan bagian dari proses psikologis yang alami.

Pentingnya Dukungan Sejak Awal

Menurut Sani, dukungan dari lingkungan sekitar sangat berperan dalam membantu seseorang melewati masa berduka.

Terlebih jika kehilangan terjadi secara mendadak, seperti akibat kecelakaan atau kejadian tak terduga lainnya.

Dalam situasi seperti ini, pendampingan dari tenaga profesional seperti psikolog bisa menjadi langkah yang bijak.

Tujuannya bukan hanya untuk mengurangi rasa sakit, tetapi juga membantu individu memahami dan menjalani proses berduka dengan lebih sehat.

Pendampingan sejak awal dapat mencegah dampak emosional yang lebih berat di kemudian hari, seperti stres berkepanjangan atau kesulitan menerima kenyataan.

Baca juga: Beda Cara Sahabat Vidi Aldiano Ekspresikan Duka Menurut Psikolog

Cara Berempati yang Tepat

Selain dukungan profesional, peran orang terdekat juga tidak kalah penting.

Namun, tidak semua bentuk perhatian benar-benar membantu.

Sani menekankan bahwa empati yang tepat berangkat dari kesediaan untuk hadir dan mendengarkan.

Mendengarkan cerita tanpa menyela atau menghakimi adalah bentuk dukungan sederhana namun bermakna.

Biarkan orang yang berduka mengekspresikan perasaannya, baik melalui cerita, tangisan, maupun diam.

Jika memungkinkan, sentuhan emosional seperti memeluk juga dapat memberikan rasa aman dan mengurangi perasaan kesepian.

Mengingat dan membicarakan hal-hal baik tentang almarhum juga bisa menjadi cara untuk menghargai kenangan yang ada.

Hindari Menghakimi Proses Berduka

Salah satu hal yang perlu dihindari adalah memberi label negatif pada orang yang sedang berduka.

Menganggap seseorang “terlalu berlebihan” atau “kurang kuat” hanya akan memperburuk kondisi emosionalnya.

Menangis berulang kali, merasa sulit tidur, atau terus memikirkan orang yang telah pergi adalah respons yang wajar.

Proses berduka bukanlah tanda kurangnya iman atau kelemahan, melainkan bentuk ekspresi emosional yang manusiawi.

Lingkungan yang suportif akan membantu individu menjalani proses ini dengan lebih optimal. Sebaliknya, sikap menghakimi justru bisa menghambat pemulihan.

Baca juga: 11 Hari Setelah Menikah, Cinta Diogo Jota dan Rute Cardoso Berakhir dalam Duka

Menerima Proses, Bukan Melawan

Pada akhirnya, menghadapi duka bukan tentang seberapa cepat seseorang bisa “move on”, tetapi bagaimana ia mampu menerima dan memahami perasaannya sendiri.

Proses ini membutuhkan waktu, kesabaran, dan dukungan.

Dengan mengenali bahwa setiap emosi yang muncul adalah valid, serta membuka diri terhadap bantuan, seseorang dapat perlahan menemukan cara untuk berdamai dengan kehilangan.

Duka mungkin tidak pernah benar-benar hilang, tetapi seiring waktu, ia bisa berubah menjadi kenangan yang lebih tenang untuk dikenang.

Tag:  #bagaimana #menghadapi #duka #kehilangan #kata #psikolog

KOMENTAR