Apakah Stretch Mark Saat Hamil Bisa Dicegah sejak Awal?
Ilustrasi stretch mark.()
15:15
25 Mei 2026

Apakah Stretch Mark Saat Hamil Bisa Dicegah sejak Awal?

- Stretch mark atau guratan pada kulit merupakan kondisi yang umum terjadi, terutama selama masa kehamilan. 

Meski tidak berbahaya, kemunculan stretch mark sering membuat sebagian orang merasa kurang percaya diri karena meninggalkan garis-garis pada kulit, terutama di area perut, paha, pinggul, dan payudara.

Stretch mark sebenarnya adalah bentuk jaringan parut yang muncul ketika kulit meregang terlalu cepat. Kondisi ini bisa terjadi saat kehamilan, kenaikan atau penurunan berat badan drastis, hingga pertumbuhan otot yang cepat.

Baca juga: Apakah Stretch Mark di Paha Bisa Hilang?

Apakah stretch mark bisa dicegah?

Stretch mark muncul ketika kulit meregang terlalu cepat

Menurut American Academy of Dermatology, stretch mark terjadi ketika kulit mengalami peregangan atau penyusutan dalam waktu singkat. Kulit memiliki protein kolagen dan elastin yang membantu menjaga elastisitasnya. 

Namun ketika kulit meregang terlalu cepat, protein tersebut bisa rusak dan memunculkan guratan pada permukaan kulit.

Dokter spesialis kulit, Tiffany Clay menjelaskan, warna stretch mark bisa berbeda pada setiap orang.

“Pada kulit terang, stretch mark biasanya tampak merah di awal lalu memudar menjadi putih. Sementara pada kulit gelap, warnanya bisa tampak lebih gelap atau hiperpigmentasi sebelum akhirnya memudar,” ujar Clay, seperti dilansir Byrdie, Senin (25/5/2026).

Selama kehamilan, stretch mark lebih sering muncul pada trimester ketiga ketika ukuran perut semakin membesar. Area tubuh yang paling sering mengalami stretch mark adalah perut, payudara, paha, dan pinggul.

Perubahan hormon dan faktor genetik ikut memengaruhi

Dokter kandungan Tara Shirazian menyebutkan, stretch mark saat hamil bukan hanya dipicu oleh peregangan kulit, tetapi juga perubahan hormon dalam tubuh.

“Selama kehamilan, tubuh memproduksi hormon seperti estrogen dan progesteron dalam jumlah lebih tinggi. Hormon ini dapat melemahkan elastisitas kulit sehingga lebih rentan mengalami stretch mark,” kata Shirazian.

Baca juga: Apakah Stretch Mark Normal pada Usia Remaja?

Selain hormon, faktor genetik juga memiliki pengaruh besar. Jika ibu atau anggota keluarga memiliki stretch mark saat hamil, risiko seseorang mengalami kondisi serupa cenderung lebih tinggi.

Dokter kandungan Amy Wetter menambahkan, stretch mark sangat umum terjadi selama kehamilan.

Stretch mark pada kehamilan sulit bahkan hampir tidak mungkin dicegah sepenuhnya karena sekitar 50 sampai 90 persen ibu hamil mengalaminya,” ujar Wetter.

Ia mengungkap, tipe kulit, perubahan hormon, pertambahan berat badan, hingga faktor keturunan ikut menentukan seberapa banyak stretch mark muncul.

Menjaga kelembapan kulit dapat membantu mengurangi risiko

Meski tidak bisa dicegah sepenuhnya, dokter menyebut menjaga kelembapan kulit dapat membantu mengurangi tampilan stretch mark. Kulit yang lembab biasanya terasa lebih elastis dan nyaman ketika mengalami peregangan.

Penggunaan pelembab, minyak alami, atau krim khusus kehamilan sering dipilih untuk membantu menjaga kondisi kulit tetap terhidrasi. 

Selain itu, mencukupi kebutuhan cairan tubuh juga penting agar kulit tidak mudah kering.

Menjaga kenaikan berat badan tetap stabil selama kehamilan juga dianggap membantu mengurangi peregangan kulit yang terlalu cepat. 

Pola makan bergizi dengan cukup protein, vitamin C, dan zinc juga baik untuk kesehatan kulit karena mendukung produksi kolagen.

Stretch mark bukan masalah kesehatan yang berbahaya

Meski sering dianggap mengganggu penampilan, stretch mark sebenarnya bukan kondisi medis berbahaya. Guratan tersebut biasanya akan memudar seiring waktu meski tidak benar-benar hilang sepenuhnya.

Dokter menyarankan untuk tidak terlalu stres jika stretch mark muncul selama kehamilan karena kondisi tersebut sangat umum terjadi. Fokus utama tetap menjaga kesehatan tubuh dan kulit selama masa kehamilan.

Beberapa perawatan seperti laser, retinoid, atau microneedling juga dapat membantu menyamarkan stretch mark setelah melahirkan. 

Namun, penggunaan produk tertentu tetap perlu dikonsultasikan dengan dokter, terutama bagi ibu hamil atau menyusui.

 Baca juga: 6 Cara Mudah Mencegah Stretch Mark Saat Hamil

Tag:  #apakah #stretch #mark #saat #hamil #bisa #dicegah #sejak #awal

KOMENTAR